Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Cara Devan Menghibur Berbeda


__ADS_3

Tiba\-tiba, Sherin teringat sesuatu, lalu mendongak dan bertanya "oh ya, apakah dia baik\-baik saja?" pada saat kejadian itu, dia memukul kepalanya dengan sangat keras.


"gegar otak, dia mungkin akan menuntut kamu karena merencanakan pembunuhan yang di sengaja."


"pembunuhan? jelas dia yang ingin melecehkan aku, jadi aku bersikap defensif" suaranya tiba-tiba naik satu oktaf dan dadanya berfluktuasi hebat dengan kemarahan.


Devan menarik nafas dalam-dalam, kemudian mengangkat dagu Sherin dengan jari-jarinya, membungkuk dan mencium bibirnya.


"hmm...." Sherin membuka matanya lebar-lebar dan hampir menangis.Dia di tuduh melakukan pembunuhan. Devan masih saja menggodanya.


Memikirkan tentang hal ini, Sherin berjuang dengan kedua tangan dan kaki.


Devan memeluk pinggang Sherin dengan erat dan tidak melepaskannya sampai dia merasa sudah cukup puas menciumnya.Dia menahannya dengan kedua tangan dan berkata dengan lembut "biarkan aku saja yang menyelesaikan masalah ini"


Sherin menyeka bibirnya, dan tangannya merapikan rambutnya. Tangannya kaku di udara, dia menatap Devan....Dalam kalimat sederhana Devan membuat Sherin melepaskan semua kepalsuan dalam dirinya.


Dia menundukkan kepalanya dan air matanya jatuh mengalir perlahan.


"Devan,kamu jangan terlalu baik padaku!" terdengar suaranya tercekat.

__ADS_1


Tangan Devan bergetar, air mata Sherin jatuh ke telapak tangannya, dan kemudian sakit hati seperti di tusuk belati menghantam ke jantungnya.


Dia menyentuh wajah Sherin, tenggorokannya seperti tersumbat, matanya berubah,lalu dia berkata dengan sedih, "Sherin,tahu kah kamu,apa yang kamu katakan barusan?"


Sherin,dengan nafas ringan dan mata memerah,menjawab, "aku takut.Suatu hari, jika kamu sudah tidak menginginkanku lagi, aku tidak akan bisa hidup..."


Devan menegakkannya, mengusapkan tangannya di kepala Sherin, mengangkat bibirnya, dan membawakan cangkir teh di sebelahnya, mengisyaratkan agar Sherin minum air teh terlebih dahulu. Setelahnya, Devan berkata, "jangan khawatir,jika aku meninggalkan kamu, maka pasti waktu itu hanya aku sudah mati"


Begitu Sherin minum air ke dalam mulutnya, dia tersedak oleh kata-kata Devan,


"uhuk...uhuk..."


Setelah beberapa saat, Sherin menjadi lebih nyaman.Kemudian Memelototinya, Devan meletakkan tangannya di pinggangnya, menempelkan pipinya ke jantungnya, Sherin memejamkan matanya, dan membuat hatinya yang bingung menjadi tenang.


Pada saat ini, dia merasakan tangan Devan menjelajah sampai di punggungnya, dan tidak tahu kapan lalu bergerak turun ke pinggangnya.


Dia mendongak dan mengerutkan kening, "Devan,ini lagi di rumah sakit..."


Pria ini menatapnya dengan nakal, berpura-pura kalau tindakan tadi itu tidak di sengaja, lalu mengangguk "ya, aku juga tahu!" detik berikutnya dia berkata, "kalau kamu tidak berpikir ini ada di rumah sakit....rasanya enak juga"

__ADS_1


Sherin tidak bisa berkata kata, dia baru saja mengalami kejadian besar, pria ini pada saat ini masih bisa merayunya?


Namun, dia mengakui bahwa cara lelaki itu untuk meredakan ketegangan dan kecemasannya sangat efektif, dan setiap kali dia berhasil mengalihkan perhatiannya.


"Sherin,aku akan membatalkan pertunanganku dengan Gabriel dalam beberapa hari lagi, apakah setelah itu kita bisa menikah nanti?"


Ketika Sherin mendengar pertanyaan Devan,dia mengangkat sebelah alisnya, mengaitkan bibirnya dan balas berbisik, "Devan, apakah kamu ingin mencoba menghiburku? apakah pertunangan tidak di perlukan lagi? langsung menikah saja?"


Devan menunduk dan melihat apa yang seharusnya tidak di lihatnya.Dia memiliki senyum yang lebih dalam di di bibirnya, menyipitkan matanya, mengeratkan tangannya dengan lembut di pinggang Sherin, menundukkan kepalanya, lalu menempelkan bibirnya yang tipis itu ke telinga Sherin.Dia bergumam dengan suara rendah "Pertunangan lalu pernikahan, terlalu lambat dan makan waktu, malam pertama....sudah menunggu terlalu lama!"


Sherin mengerjapkan matanya, lalu mendorong Devan ketika merasa telinganya jadi panas, dia mengeluh "Devan, kamu...tidak bisa kah kamu serius sedikit?"


Devan mencium lehernya lagi, dan menatap wajah Sherin yang memerah,dengan tatapan nakal dia berkata, "dengan kamu...tidak bisa!"....


Terimakasih...


Mohon dukungannya like dan komen....


love you all...

__ADS_1


__ADS_2