
Simon, anak yang sudah tidak pernah bertemu dengannya selama empat tahun, pada saat ini, dia sudah tumbuh menjadi seorang remaja, wajahnya juga terlihat menjadi lebih dewasa, ternyata sesuai dengan yang di harapkan oleh Clover, dia sangat tampan...
Simon, ya anak laki-laki itu adalah Simon.....
Dalam beberapa tahun terakhir ini, Clover merasa berhutang pada anak ini.
Sebenarnya,kemarin di pertengahan tahun, Clover pernah diam-diam kembali ke kota ciput dan Secara diam-diam pergi ke rumahnya, tetapi tidak pernah bertemu dengan anak ini sekali pun.
Begitu pun Yuta pernah mengirimkan beberapa fotonya, tetapi dia tidak dapat membandingkan orang nyata di depan matanya dengan foto.
Di celah-celah jari, cairan bening telah mengalir ke bawah, satu tetes demi satu tetes dan bergabung menjadi satu.....
Simon sepertinya merasa bahwa ada seseorang yang sedang memandangnya, kemudian dia mendongak, tetapi tidak melihat siapa-siapa, tak ambil pusing,dia pun bangkit dan berjalan ke arah aula.
Melihat punggungnya semakin menjauh, Clover perlahan keluar dari belakang dinding, Simon tumbuh jauh lebih tinggi, tetapi masih tetap kurus, dan membawakan aura keremajaan.
"ini sudah lama sekali, sepertinya dia akan lebih tinggi darimu tahun depan.kak Clover, jika kamu ingin membawa anak ini keluar, tidak akan ada yang percaya kalau kamu itu ibunya!" Amy berseru di sampingnya.
Clover menundukkan kepalanya, merapatkan bibirnya, dengan kerinduannya sepanjang sungai sebagai seorang ibu, hatinya tidak bisa tenang untuk waktu yang lama
__ADS_1
Membawanya keluar? apakah masih ada kesempatan seperti itu dalam kehidupan ini?
"ayo, kita kembali?!" Clover berbalik perlahan, mendesah rendah dan mengusap hidungnya.
Setelah keduanya berjalan pergi, sesosok kecil keluar dari belakang, matanya membelalak, dan alisnya berkerut.
Ibunya? kakak laki-laki itu adalah anak mama? Berarti, dia itu adalah kakaknya...Mulut kecilnya itu tersenyum, sampai matanya pun menyipit, dia, Momo, akan memiliki seorang kakak? akhirnya Momo memiliki seorang kakak, ....
....
Simon baru saja duduk di koridor, tiba-tiba ada seorang bocah kecil yang bergegas menuju ke arahnya dan langsung memeluknya,
"kakak..." suara itu terdengar manis dan lembut.
Momo berpikir,bahwa kakaknya ini agak berbeda dengan yang ada di imajinasinya, mengapa sikapnya begitu dingin?
Dia mengerucutkan bibirnya, air matanya pun mengalir dari ujung matanya.
Simon pada awalnya hanya terdiam, lalu melihat sekeliling nya, dan merasa tidak berdaya, "hei, apa yang kamu tangisi? aku tidak memukulmu?"
__ADS_1
Momo mulai berhenti menangis dan membuka matanya,baru kemudian dia melihat wajah kakaknya. Lalu dia merapatkan bibirnya dan berpikir, kakak ku ini benar-benar sangat mirip dengan mama...
Teringat dengan seorang pria di depan rumah sakit kemarin, meskipun dia sedikit merasa pusing saat itu, tetapi dia masih bisa melihat wajah pria itu.
Tampaknya sangat kejam, tidak gampang untuk berbicara dan juga sangat kejam pada mama.
Ketika memikirkan hal ini, matanya menyipit, lalu meraih tangan Simon dan menghempaskan nya.Kemudain dia berbalik dan berjalan ke tempat lain.
'Pasti karena Ayah dan kakak tidak suka dengan mama, jadi mereka bersikap galak pada mama....
Karena itu juga, mama tadi hanya menatap kakak, Jelas-jelas dia merasa kangen tetapi tidak berani berbicara padanya, karena kakak tidak menyukainya....'
Maka, terdiam sejenak, berpikir sampai pada kesimpulannya, yaitu kakaknya dan juga ayahnya, keduanya sangat tidak setia, terlihat keduanya bersikap galak pada mama.
"Tasmu!" suara Simon di belakang menghentikan jalannya, kemudian, sebuah tas berwarna merah muda muncul di depan Momo, Simon memberikannya....
Tas itu adalah hadiah ulang tahun yang di kasih oleh tante Amy pada tahun lalu.
Momo melirik nya, mengulurkan tangan kecilnya, mengambil dengan cepat, lalu berbalik badan dan langsung pergi...
__ADS_1
.
Bersambung...