Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Apa Yang Terjadi Dengan Simon?


__ADS_3

Memikirkan anaknya, orang yang dicintainya, memikirkan beberapa tahun terakhir ini,Hari-hari yang penuh penderitaan ini, karena penyesalannya kepada Gabriel, mimpi buruknya selama masa kehamilan, serta melahirkan yang hampir membuatnya kehilangan nyawa, terus berpikir tentang Momo yang ada di rumah, semua ini, hampir karena dirinya, membuat anaknya tidak bisa bertemu dengan ayahnya selama ini.


Kemudian Clover mengeluarkan senyuman dingin, dia.....Clover, adalah orang yang mempunyai prinsip, juga karena dia memiliki hati nurani, tetapi itu tidak berarti kamu bisa menyakitinya sesukamu.


Hal-hal tentang Gabriel keluar dari bayangannya,saat dia merobek boneka, dan juga ketika di atas tebing ada sepasang tangan yang mendorongnya, ada juga masalah ketika pesta tahunan perusahaan, dia juga sangat membenci dirinya karena dia begitu bodoh, mengapa pada saat itu dia tidak menyadarinya?


Sudut bibirnya muncul lengkungan dingin, dan dia bersumpah di dalam hatinya, hari ini, dia yang membuat dirinya menjadi sepeti ini, dan untuk seterusnya, dia pasti akan mengambil kembali apa yang hilang dari hidupnya.


"suruh Devan membawa Simon ke sini, kita duduk bersama dan menyelesaikan semuanya, bagaimana menurut kamu?" Felice masih sangat terlihat tenang.


"Sherin...."


Clover mengangkat sudut bibirnya dan berkata, "tante, kalian memanggil ku Clover saja, ini baru namaku" Sherin yang bodoh itu telah mati.


Felice dan Helena saling menatap, kemudian mengangguk.


"Clover, kamu tenang saja, ada tante yang akan selalu membantu kamu dari belakang, tante tidak akan membiarkan kamu menderita lagi" sambil berkata, sambil menarik tangan Clover, "ayo, tante akan membawa kamu bertemu Devan, menjelaskan semua ini, dan kalian sekeluarga akan bersatu lagi, beberapa tahun ini, benar-benar sudah menyusahkan kamu"


Antusiasme Helena membuat Clover sangat bingung, dia merapatkan bibirnya, "tante, tunggu aku menyelesaikan masalah di perusahaan ku dulu,"


Helena tertegun, berbalik dan menepuk punggung Clover, lalu menghela nafas, "bagaimana kamu bisa begitu keras kepala? Devan dan juga anakmu sudah di ambil orang lain, kamu masih mempedulikan perusahaan mu? selama perusahaan kamu ada orang, maka tidak akan terjadi apa-apa, kamu....ikut aku dulu, kita pergi ke rumah sakit mencari Devan, jika dia melihat kamu dia pasti akan sangat bahagia."

__ADS_1


Melihat Clover berdiri di tempat yang sama, dia bertanya lagi, "kenapa? apakah....apakah kamu tidak mempercayai tante?"


Clover menggelengkan kepalanya, alisnya berkerut, "tante, bukan kah Devan sudah keluar dari rumah sakit dan sudah pulang?"


Helena berbalik untuk melihat Felice, ekspresinya agak buruk, "sudah pulang? kapan? mengapa dia tidak memberitahuku?"


Melihat reaksi Helena, Clover menghela nafas, Devan pulang ke negaranya tidak memberitahunya, dia bisa mengerti, tetapi mengapa dia bahkan tidak memberitahu kepada ibunya sendiri?


"kemarin dia datang mencari ku, kemudian, aku menelponnya, tetapi tidak terhubung, aku juga menelpon Dylan, tidak terhubung juga, lalu aku pergi ke rumah sakit, pihak rumah sakit bilang dia sudah pulang ke negaranya" Wajahnya tiba-tiba menjadi tertegun, dan hatinya cemas, tolong jangan terjadi apa-apa lagi, mereka baru saja menyelesaikan kesalahpahaman ini, jika ada terjadi masalah lagi, dia benar-benar akan menjadi gila.


Diam-diam berdoa semoga tidak terjadi apa-apa.


Helena meliriknya dan menepuk punggungnya, menghiburnya....Di sisi lain, dengan cepat mengeluarkan ponselnya, memutar nomor Devan dan menelponnya, setelah telponnya terhubung, semuanya menghela nafas.


"anakku? bukan kah kamu sedang di rawat di rumah sakit? mengapa kamu tiba-tiba pulang ke sana?"


Di ujung telepon, terdengar langkah kaki, setelah beberapa saat, terdengar suara menutup pintu dari dalam, "ma, Simon sedikit tidak enak badan, aku akan segera kembali malam ini"


Bahkan dari dalam telpon, Clover masih bisa merasakan kelelahan Devan.


"Simon? apa yang terjadi dengan Simon?" akhirnya, Clover tidak bisa menahan diri lagi, dan bertanya kepadanya.

__ADS_1


Di ujung telpon sana, terperangkap kesunyian, Clover menundukkan kepalanya, dan batuk ringan, lalu dia bertanya lagi, "itu, Devan, apa yang terjadi dengan Simon?"


Kata 'Devan' itu, sudah lama tidak mendengarnya.


.


Bersambung....


.


.


Mohon dukungannya....


Like, Komen, Love, ....


Di hari senin ini, jangan lupa kasih Vote dan juga hadiahnya 😁


Terimakasih....


Love you all

__ADS_1


💖💖


__ADS_2