
Clover memejamkan mata dan bertaruh dalam hatinya.
'Kak, jika kita benar-benar miliki telepati, maka pada saat ini, saat aku di ambang kematian,apakah kamu merasakan tidak nyaman dan sedih?'
"argh...." dalam kebingungan, Clover mendengar suara teriakan. kemudian dia di banting jauh dan menabrak kaki meja.
Meja yang hancur mana bisa menahan tabrakan tersebut, lalu jatuh ke arah Clover.
"argh...." Clover berteriak dengan responsif.
Lalu dia mendengar suara dobrakan pintu terbuka. Kemudian, dia merasa tubuhnya berat dan terdengar suara pria.
"apa yang terjadi?" suara Devan terdengar dari atas.
Clover mengambil nafas, melihat ke atas dan menatap wajah Devan yang kabur, dan tanpa sadar menoleh dan menatap pria yang masih berada adi atas tubuhnya.
Gary memejamkan mata dan darah mengalir keluar dari telinganya pada saat ini.
Clover tentu terkejut, "cepat. Dia terluka"
.......
Depan pintu kamar operasi rumah sakit
Clover berjalan bulak balik di depan pintu dengan wajahnya yang tenang, tapi hatinya bersemangat.
Satu jam yang lalu, Clover dan Gary memastikan hubungan antara kakak dan adik.
"ayo duduk. Mungkin kamu harus menunggu sebentar baru dia bangun"
__ADS_1
Devan menariknya dan mundur ke bangku belakang untuk duduk.
Pandangan matanya melihat ke bekas jari merah yang ada di lehernya Clover, tatapan matanya semakin mendalam dan wajahnya tampak buruk.
Clover mengelap bibirnya dan mengaitkan lengan Devan, serta menyandarkan kepalanya padanya, "pada saat terakhir, dia melepaskan tangannya dan berteriak. Lalu dia melemparkan aku ke luar. Kemudian, ketika meja hendak jatuh menimpaku, dia membantuku untuk menahan mejanya. Devan, ikatan darah adalah hal yang sangat ajaib." Ketika berbicara hal tersebut, sudut bibirnya naik.
Teguran yang akan keluar dari bibir Devan di telan kembali, bagaimana dia harus memperlakukannya? jelas, kalau Gary ingin membunuhnya terlebih dahulu, jelas kalau Gary yang melemparkannya ke luar terlebih dahulu, makanya dia bisa tertabrak di meja. Tetapi Clover hanya mengingat kebaikannya.
"Menurut kamu, jika dia tahu kalau aku adalah adiknya, akan kah dia bahagia?"
Devan menghela nafas rendah dan menepuk punggung tangan Clover, "jangan khawatir, tunggu sampai dia bangun terlebih dahulu"
"keluarga sudah bisa turun ke kamar rawat inap di lantai bawah. Pasien telah di bawa ke bawah." pintu operasi terbuka dan dokter menjulurkan kepalanya dari dalam.
Clover tampak sangat bahagia, lalu menarik Devan untuk turun.
Adik yang di luar? dia tentu saja tidak akan memikirkan Gabriel...
Gabriel bersamanya tidak akan memiliki hubungan yang baik.
Kemudian, suara pintu "kriettt...." terbuka. dan suara langkah kaki cepat terdengar, Gary langsung memejamkan matanya.
"kak...." suara wanita dengan ringan dan rapuh mengalir ke telinga dari tepi tempat tidur.
Gary membuka matanya,rambutnya yang terlalu kotor di cukur atas persetujuannya karena takut lukanya terinfeksi. Tetapi setelah di cukur, kelihatannya tidak jelek, malah terlihat menyegarkan.
"kak..." Clover mengulang memanggilnya.
Gary pernah melihat wanita di depannya, wanita yang berjalan di karpet merah bersama Yuta bertahun-tahun yang lalu. Dia ingat bahwa dia juga menelpon Gabriel untuk mengingatkannya.
__ADS_1
Tapi.....kak?
"kamu salah orang!" selama beberapa tahun tidak pernah berbicara normal, suara Gary sedikit serak.
.
.
.
.
Bersambung....
.
Jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komen.....
.
.
.
.
Penantian Cinta Arga,juga sudah up ya......
Terimakasih.....
__ADS_1