Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Devan Bertemu Clover


__ADS_3

Devan melirik Dylan, walupun dia tidak berbicara, tetapi dia mengikuti ke mana arah Dylan melihat.


Itu dia? wanita yang terlihat sangat mirip dengan Simon?


Walaupun penampilan Clover yang sekarang ini, tidak menakjubkan seperti malam itu, hanya dengan seragam kerja, make-up ringan, rambut panjang yang dia ikat ke belakang, penampilannya yang sederhana,tetapi wajahnya itu, di lihat dengan teliti,walaupun di halangi dengan kaca mata hitam, tetap tidak bisa menutupi kecantikannya.


"Dylan, segera lah turun dan hentikan dia!" waktu itu, setelah Clover menampakkan wajahnya, kemudian kabur tanpa jejak.


Devan berusaha dengan menggunakan segala cara untuk mencari dia di dalam kota, tetapi tidak mendapat kan kabar, tidak di sangka ternyata dia ada di luar kota.


....


Awalnya wanita itu gagal dalam operasi plastik.Suasana hatinya sudah kesal, Tiba-tiba di pukul oleh seorang penata rias, dia sangat merasa marah.


Melihat Clover yang sudah akan pergi, dia seperti ingin menghajar habis dirinya.Tetapi tidak tahu muncul dari mana seseorang, menarik Clover ke samping. Seorang artis itu, yang awalnya ingin menyerbu Clover, jatuh ke lantai, hanya terdengar suara dia "aaaa..." menjerit.


Kemudian, melihat dia menutupi hidung,lari keluar, tidak peduli dengan Clover dan tidak mencari masalah.

__ADS_1


Setelah Clover tersadar, dia menolehkan kepala ingin mengucapkan Terima kasih kepada orang tadi telah menariknya, tetapi saat dia membalikkan badan,dia melihat Dylan, seluruh tubuh Clover menjadi kaku di tempat, pikirannya menjadi kosong, jantungnya berdebar dengan kencang.


Dia menundukkan kepala dengan panik, memejamkan matanya, berusaha mengatur emosinya,kemudian membuka matanya, setelah membuka matanya, dia tersenyum kepada Dylan.


Di detik berikutnya, dia melepaskan lengannya yang di tarik oleh Dylan, lalu dia membungkuk kan badan, dengan santai dia berkata, "Terima kasih Tuan sudah membantu saya"


Setelah berkata, dia membalikkan badan, hendak pergi...


Dylan di sini,tidak perlu di katakan, Devan berarti berada di sini juga. Tetapi,dia tidak habis pikir, pada kesempatan seperti ini, mereka bisa bertemu lagi.Hal ini terjadi sangat mendadak, tidak sempat untuk menghindarinya.


Waktu itu,setelah melahirkan Momo, beberapa hari setelahnya, dia meminta Yuta untuk membawa dirinya ke luar kota.


Setelah tiba di sini, dia berpikir bahwa, di kehidupan ini tidak ada hubungan lagi.


Tidak menyangka,akan bertemu dengan cara seperti ini.


"Permisi Nona, Tuan ku ingin menanyakan sesuatu, bisa ikut dengan saya naik ke atas?!" berbeda dengan Dylan yang biasanya selalu enak di ajak bicara, dia saat ini, wajahnya tanpa ekspresi, dengan suara yang dingin yang tidak bisa di tolaknya.

__ADS_1


Di sini, dia menarik lengan Clover lagi, mengangkat daki dan jalan ke arah tangga yang di belakang.


Clover bisa di katakan di tarik, dan di bawa ke lantai atas.


Penerangan di lantai atas sedikit gelap, Clover masih sempat melihat jalan,lalu dia di dorong oleh Dylan masuk ke dalam kamar.


Pintu, dari luar di tutup dengan sangat kuat.


Tubuh yang besar kokoh,fitur wajah yang ideal, aura yang dingin, sekilas terlihat. Mata Clover menjadi merah, dia menundukkan kepala, menelan air ludah, dengan lemah berkata, "Tuan, ada urusan apa?" dia sengaja melembutkan nada suaranya, di tambah wajahnya yang asing, dia yakin kalau Devan tidak akan mengenalinya.


.


Bersambung....


.


Mohon dukungannya like dan komen....

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2