
Yuta menganggukkan kepalanya dan tiba-tiba teringat akan sesuatu "informasi tentang kamu yang sebelumnya jelas terlihat sangat palsu.Aku sudah menyuruh orang ku untuk membuat informasi yang lebih lengkap lagi kemarin.Walaupun Devan mencari tahu lagi, dia juga tidak akan menyadari informasi tersebut adalah informasi palsu.Kamu tenang saja!"
Mengapa Sherin merasa akan lebih banyak masalah yang terjadi setelah dia melihat senyuman aneh di wajah Yuta?
Acara penghargaan di adakan di hotel bintang lima daerah pelangi dan akan di hadiri banyak artis terkenal....
Di jalan menuju ke hotel,Devan mengirim beberapa pesan teks kepada Sherin menanyakan dimana keberadaan Sherin.
'aku akan pergi jalan-jalan malam ini.Sepertinya aku akan pulang pada waktu tengah malam.'
Karena Sherin takut jika Devan tahu malam ini dia akan menemani Yuta untuk menghadiri acara penghargaan, Sherin pun membalas pesan dari Devan.
Yuta mengantar Sherin sampai di depan hotel dan Sherin masuk ke dalam kamarnya sendiri.Kemudian Sherin keluar dari hotel dan pergi ke tempat dimana tidak ada kamera.Sherin di jemput dengan sebuah mobil yang berbeda,lalu berangkat ke tempat tujuan.Sherin memakai topi,masker, dan kacamata hitam saat masuk ke dalam lokasi acara.Jadi tidak ada yang melihat penampilannya saat dia masuk ke dalam.
"ini adalah gaun dan aksesoris untuk kamu" Yuta berkata kepada Sherin yang sedang menghapus riasannya di cermin.
Sherin melirik ke Yuta ketika dia melihat Yuta yang tidak bermaksud untuk pergi setelah meletakkan barang di meja.
"keluar dulu sana! apakah kamu mau melihat aku mengganti baju?" Sherin berkata kepada Yuta.
Setelah kembali ke penampilan yang sebenarnya,personalitas Sherin juga kembali ke personalitas dulu yang aktif dan berterus terang. Sherin menjadi merasa lega.
"kalau kamu ingin, aku juga bersedia untuk membantu" candaan Yuta. Kemudian Sherin langsung saja melemparkan kotak kosong yang berada di belakangnya kepada Yuta. Setelah menghembuskan sebuah nafas,Yuta keluar dari ruangan ganti baju itu.Yuta terlihat sangat gugup dan dia menyandarkan badannya di depan pintu.
__ADS_1
Gaun yang di pilih Yuta adalah gaun yang berwarna hitam. di bagian depan gaunnya agak pendek, dan bagian belakangnya panjang.Gaunnya terlihat sederhana tetapi sangat unik. Selain itu, Yuta juga memberikannya sebuah jas yang berwarna seperti champagne kuning.Jasnya memiliki kerah dan bahan yang di gunakan nya adalah bahan yang sangat bagus dan nyaman di pakai. Sherin hanya meletakkan jas itu di atas bahunya.Dia terlihat sangat feminim dan sedikit sensual.Yuta benar-benar mengenal Sherin dan juga benar-benar sangat perhatian kepada Sherin.
Sherin menata riasan di wajahnya yang sesuai dengan pakaian yang akan dia pakai.Dalam waktu bertahun-tahun,ini adalah yang pertama kali Sherin menata riasan yang membuat dirinya terlihat sangat cantik.
Sherin melihat ke bayangan dirinya yang berada di dalam cermin.Wanita itu memiliki bentuk tubuh yang indah,kulit yang putih dan penampilan yang berkembang seperti air jernih. Gaun hitam yang di pakainya juga menambahkan sedikit aura misteri kepadanya.Ini juga merupakan pertama kalinya Sherin berpakaian seperti itu sejak dia menjadi dewasa.
Sherin membuka pintu dan melihat Yuta yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.Mendengar suara pintu terbuka,Yuta menoleh ke belakang.Meskipun Yuta sudah tahu kalau Clover itu memang sangat cantik, tapi dia tetap merasa kaget melihat wanita di depannya ini.Pada saat SMA, Sherin memang sudah terlihat sangat cantik.Tetapi Sherin belum tumbuh dewasa pada saat itu, dia terlihat seperti setangkai bunga cantik yang belum berkembang.Sekarang,bunga itu sudah bertumbuh menjadi bunga yang semua orang tidak bisa menahan diri dan menatap hanya kepadanya.
Sherin yang sudah lama tidak pernah di tatap seperti itu merasa tidak nyaman dengan Yuta yang terus menatap kepadanya. Dia berjalan ke sisi Yuta dan mendorongnya lalu berkata "air liur kamu sudah mau mengalir ke luar jika kamu terus menatapku seperti itu!"
Sherin selalu percaya diri tentang kecantikannya.
"Clover,bagaimana kalau kamu tidak usah menghadiri acara malam ini saja!?" Sherin melihat ke Yuta dengan wajah kebingungan karena tidak mengerti.Bukan kah tadi Yuta sampai memaksa Sherin untuk menemani dirinya?
"apa maksud kamu?" Sherin mengutarakan kebingungan nya.
Pada saat yang sama,di hotel yang sama tetapi kamar yang berbeda.
"Devan,petugas hotel bilang dia melihat nona Sherin keluar dari hotel sendirian." ucap Dylan memberi tahu.
Devan berdiri dan menendang kursi yang berada di depannya ke samping.Dia sengaja membiarkan masalah kantornya dan datang ke daerah pelangi yang begitu sangat jauh dari daerah Ciput hanya untuk bertemu dengan Sherin.Tetapi Sherin malah membiarkan Devan sendiri dan pergi untuk jalan-jalan. apakah jalan-jalan lebih penting daripada aku?Devan berpikir.
"tadi penyelenggara acara menelpon lagi,mereka berharap kamu bisa menghadiri acara malam ini sebagai tamu!"
__ADS_1
Devan melirik ke Dylan dan berkata "aku sudah bilang kalau aku tidak akan pergi ke tempat membosankan seperti itu" Devan merasa sangat emosi lalu dia berjalan keluar meninggalkan Dylan.
"Devan,kamu mau ke mana?" Dylan menyusul di belakang Devan.
"berada di sini terlalu membosankan.Aku ingin jalan-jalan di luar sebentar."
Acara malam ini di adakan di aula hotel.Lokasi aula hotel dan kamar tamu terletak di dua posisi yang berbeda.Sherin memegang tangan Yuta dan bersiap untuk pergi ke aula hotel. setelah keluar dari kamar tamu,mereka langsung bertemu dengan Devan dan Dylan yang sedang berjalan menuju ke arahnya dari jarak kurang dari 50 meter.
Sherin mengeratkan pegangannya di lengan Yuta
"Clover, apakah kamu tidak ingin bertemu dengan mereka?" Yuta berusaha menenangkan Sherin.
"apakah kamu bodoh?" setelah itu,Yuta langsung berputar balik badannya dan mencium bibir Sherin. Tentu saja Sherin merasa terkejut dan tangannya langsung ingin mendorong Yuta.Tetapi tangan yang sudah di angkatnya jatuh lagi ke bawah setelah Sherin mengingat sesuatu.
Devan sudah melihat Yuta dari jarak jauh dan tentu saja dia juga melihat Clover yang berada di sampingnya.Tetapi,Devan sudah menjumpai terlalu banyak wanita cantik dalam beberapa tahun ini.Jadi dia hanya sekedar melirik saja ke Clover.Melihat kedua orang yang sedang berciuman di depan umum,wajah Devan menjadi semakin sulit di baca.Karena itu,Devan pun melewati jalan lain dan keluar dari gerbang satu lagi.
Melihat Devan sudah pergi jauh,Sherin merasa lega dan langsung mendorong Yuta. "mengapa aku tidak pernah sadar bahwa kamu adalah orang seperti ini?"
Yuta menyentuh bibirnya sendiri yang masih memiliki kehangatan dari bibir Clover. Senyuman di wajahnya semakin melebar.Meskipun ciuman itu hanya sebuah ciuman ringan, tetapi ciuman ringan itu memperbaiki kekosongan hatinya dalam 6 tahun.Yuta bersumpah di dalam hatinya dia pasti akan mendapatkan hati wanita ini dengan segala cara.
"Clover,apakah kamu tidak merasakan detak jantungmu?" Yuta bertanya dan berjalan ke sisi Sherin. Sherin langsung memberikannya sebuah pandangan menghina dan menjawab "tentu saja aku merasakan detak jantungku!"
Yuta tersenyum dengan gembira.
__ADS_1
"hanya orang yang sudah mati yang tidak bisa merasakan detak jantungnya"
Pengikut di belakang mereka menutup mulutnya dan tertawa tanpa suara.Yuta memukul kepalanya dan berkata "siapa yang menyuruh kamu untuk mendengarnya?"