Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Perubahan Devan.


__ADS_3

Sembilan bulan kemudian, di perusahaan Ningga Group...


"masalah sepele seperti ini pun tidak mampu di urusi lagi?" Devan menyapu semua barang di atas meja sehingga berserakan di lantai.


Melihat lantai yang sangat berantakan, Dylan merapatkan bibirnya, menghela nafas dengan berat.Setengah tahun ini, adegan seperti ini hampir di pentaskan setiap hari, setelah Sherin meninggal, tingkah laku Devan berubah menjadi tidak stabil,(sangat lah kacau), lebih kejam dan dingin di bandingkan dulu.


Sedangkan bisnisnya naik tingkat lebih tinggi...


Tapi malah menyengsarakan mereka yang bekerja dengannya, proyek 300-an miliyar ini, pihak sana menunjuk dia untuk hadir. Setelah menyampaikan padanya,dia malah bilang hal ini menjadi hal sepele.


Dylan memungut dokumen yang terdampar di lantai, meletakkan kembali di atas meja, lalu menepuk bahu Devan beberapa kali, berpikir-pikir, akhirnya dia pun bersuara, "itu..tante dan om akan pulang besok, untuk menghadiri acara pernikahan kalian..."


Sedangkan Devan sama sekali tidak meresponnya...


BANDARA


Felice menarik koper,ibunya Devan merangkul lengan ayahnya Devan.Saat melihat Devan dan Gabriel, ibunya Devan hampir saja berlari, meraih Devan ke dalam pelukannya.


"ayo, putraku masih saja begitu ganteng"

__ADS_1


"iya, di dalam matamu hanya ada putramu" suara seorang wanita,terdengar dari belakang Felice.


Semua orang menoleh, langsung terlihat Tifa yang berdiri di belakang Felice itu. "Tifa, kamu... bukan kah kamu bilang akan tetap di luar negeri? kenapa..."


Tifa sekilas memelototi ibunya,melangkah maju, menghadap Devan dan memutar bola matanya, "aku pulang bukan karena demi ikut acara pernikahanmu, tapi aku pulang hanya untuk bekerja!"


Gabriel melihat wanita di depannya, menarik lengan baju Devan, wajahnya penuh dengan kelembutan, kemudian menyapa, "Tante, om, apa kabar...?" saat pandangannya terhenti menatap Felice, jelas terlihat dia tampak kebingungan, tapi tetap menyapa dengan sopan, "Hai,nona Felice, sudah lama tak bertemu..."


Mendengar Gabriel begitu menyapa Felice, ibunya Devan terlihat jelas mengerutkan kening.


Gabriel melihat Tifa lagi, "Devan, ini...apakah kamu tidak bermaksud ingin memperkenalkan nya padaku?"


Kemudian Devan mengelus kepala Tifa, setelah suatu kejadian di masa lalu, gadis kecil ini selalu bertengkar dengannya, selama beberapa tahun ini, dia tidak memanggilnya kaka lagi padanya. Devan tidak menjawab pertanyaan Gabriel, lalu dia berkata kepada adiknya itu, "Tifa,Dylan ada di luar."


Dia menelan ludah, tidak menghiraukan Devan, tapi malah berjalan mengelilingi Gabriel satu putaran, pandangannya berhenti di wajahnya beberapa detik, kemudian dia membalikkan badan,menatap Felice, lalu berkata, "tante, bukan kah kamu bilang seseorang mencari gadis yang sangat biasa? jika melihat penampilannya yang seperti ini, tampaknya tidak begitu biasa"


Perkataannya yang bermakna ganda,membuat semua orang yang berada di tempat itu pada memikirkan sesuatu...


Tante?

__ADS_1


Gabriel mendongak, menatap Felice, baru lah menyadari penampilannya itu, memang sedikit mirip dengan ibunya Devan.


Dia memutar kepalanya menatap Devan, "Devan, dia...tante?"


Devan mengeluarkan suara yang kecil hingga sulit terdengar, "ehm.." tidak terlihat ekspresi apapun.


Menyampingkan badan,menyapa dengan ibunya dan juga ayahnya, "Ayah,ibu...mobilnya sudah tunggu di luar" selesai berkata, dia berjalan keluar....


"tante,sebelumnya, Devan tidak mengatakan kepadaku bahwa kamu adalah... maaf,maaf"


Felice tersenyum ramah pada Gabriel,tidak mendekat juga tidak menjauhinya....


Bersambung....


.


.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen...

__ADS_1


Terimakasih...


Love you all


__ADS_2