
Satu jam kemudian, ada seseorang yang datang membawa buku akuisisi ke perusahaan Clover.
Melihat beberapa kertas di depannya, Clover menggigit bibir bawahnya, langsung berdiri,pergi ke luar dan menelpon pada Yuta.
Panggilan Yuta tersambung dengan sangat cepat, "wow, kakak sepupuku itu benar-benar luar biasa, melihat seorang gadis cantik pun, dia masih bisa bersikap tanpa ampun juga!"
Clover memutar bola matanya "Yuta,apakah kakak sepupumu itu baik-baik saja dalam beberapa tahun terakhir ini?"
Beberapa tahun ini, Clover hanya berani secara diam-diam mendapatkan kabar Devan dari orang lain.
Dia tidak pernah bertanya kepada Yuta, dia takut akan membuatnya khawatir.
"dia...." Yuta berhenti dan diam untuk waktu yang lama sebelum dia perlahan berkata lagi, "karena kematian Sherin, dia menghabiskan seluruh energinya dan waktunya untuk bekerja,bekerja dan bekerja beberapa tahun terakhir ini. Perusahaan dia sekarang ini bahkan tidak ada bandingannya dengan sebelumnya. Namun, dia lebih ganas untuk melakukan sesuatu. Semua orang yang hanya mendengarkan namanya saja akan sangat panik dan takut..."
Ketika Clover mengira Yuta tidak akan mengatakan apa-apa lagi, ternyata Yuta berkata lagi, "Clover, aku dengar ibuku bilang kalau Gabriel masih tidur di kamar tamu, sepupuku itu belum pernah bersamanya walau sudah bertahun-tahun."
Detik berikutnya, ponsel Clover terjatuh ke lantai, di matanya jelas terkejut, sudah empat tahun lamanya!
Sherin sudah mati begitu lama, Devan kamu benar-benar bodoh, kapan kamu akan bisa melupakannya?
"oh, aku dengar juga, kakak sepupuku itu memang luar biasa. Demi kamu, hampir membuat dirinya menjadi seorang biksu. Padahal masih begitu muda, aku sangat mengaguminya," Yuta masih berbicara dari ujung telpon yang sudah tergeletak di lantai.
__ADS_1
Clover mengepal kan tangannya dengan erat, lalu dia membungkuk untuk mengambil ponselnya, hatinya terasa sesak dan sakit.
Apakah pilihannya benar-benar salah pada awalnya?
"sudah lah,masalah ini,kamu tidak usah pedulikan, biar aku yang mengurusnya!"
Yuta yang merasa Clover tidak berbicara sama sekali, tahu bahwa Clover pasti akan berpikir lagi, dan mulai mengalihkan perhatiannya.
"ya, baik lah.Dia tahu bahwa kamu adalah bos yang sebenarnya, dan seharusnya dia akan berbelas kasihan walau sedikit.." Setelah itu, Clover matikan telponnya.
Karena hal ini, Clover tidak memiliki semangat untuk bekerja lagi, dan karena merasa khawatir dengan Momo, Clover akhirnya pulang terlebih dulu.
Setelah tiba di rumah, bibi Su mengatakan kalau Momo sudah kembali normal hari ini, sudah tidak demam lagi, dan semangatnya juga terlihat bagus.
Kemudian Clover mencuci tangannya dan pergi ke kamar Momo...
Terlihat Momo masih tertidur, Clover duduk di sampingnya, lalu menyentuh dahinya, dan merasa sudah tidak panas lagi, Clover tiba-tiba tersenyum, "Momo, apakah kemarin malam kamu ingin bertemu dengan papamu? maka dengan sengaja kamu menjadi demam?" setelah bergumam, Clover mencubit gemas hidung Momo dengan lembut.
Kemudian, di bangkit, dan berjalan keluar.....
Hanya saja, ketika kaki depannya baru saja melangkah satu langkah,Momo yang di kira sudah tertidur, matanya telah terbuka, dia mendongak, mengerutkan keningnya, ternyata yang tadi malam itu adalah ayahnya?
__ADS_1
Kalau begitu....harus kah dia membantu ibunya?.....
.
Bersambung...
.
.
# tadinya author gak up hari ini karena dari kemarin merasa kurang sehat, tapi....
Do'anya saja semoga cepat sehat kembali🤲
.
Terimakasih.....
Mohon dukungannya
Like, komen, Vote, love hadiah, tipsnya juga boleh😃
__ADS_1
Love you all....