Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Kasih Sayang Devan Tidak Terbatas (Kejutan)


__ADS_3

Tetapi, Clover bukan sengaja ingin membohongi mereka.


Clover takut mereka akan menjadi tidak memiliki selera untuk makan setelah berkata tentang identitas Devan ditambah wajahnya yang sangat tampan.


Pada saat itu, Clover akhirnya mengerti, ini bukan sebuah reuni, tetapi sebuah pameran tentang suami dan kekayaan.


Karena sudah lama tidak bertemu, Clover tidak begitu mengerti tantang mereka, jadi Clover merasa dirinya akan terlihat sombong dan pamer jika mengatakan identitas Devan pada saat ini, jadi, Clover memilih menggunakan kata bohong yang berniat baik agar mereka bisa terima.


Clover merasa bersikap rendah hati pada saat seperti ini tidak salah.


Clover ingin bersikap rendah hati tetapi mereka tidak...


"oh, bisnis kecil? hahaha, Clover apa kamu masih ingat si gendut kecil yang duduk di belakangmu?" wanita yang agak gemuk itu bertanya.


Clover mengerutkan alisnya dan menyipitkan matanya, sepertinya benar ada orang seperti itu, kemudian Clover mengangguk, "iya, yang ayahnya kepala sekolah itu?" sebenarnya Clover ingin berkata yang sering mengganggu dirinya itu?


"iya,itu. apa kamu tahu? di reuni tahun lalu, dia bilang jika ada teman yang bisa memberikan nomor kontak kamu, dia akan memberikan orang tersebut 20 juta rupiah." pada saat itu, mereka membahas tentang ini pada waktu yang cukup lama di group obrolan.


Karena Clover pindahnya sangat buru-buru, dia tidak sempat meninggalkan pesan kepada teman-temannya, jadi setelah heboh beberapa saat,topik mengenai Clover pun tenggelam.


Clover mengambil sepotong daging ikan dan makan dengan perlahan, "buat apa dia mencari aku?"


"dia sudah menyukai kamu bertahun-tahun, kamu benar-benar tidak peka, kamu mengira laki-laki di kelas kita dan kelas sebelah selalu berdiri di depan pintu setiap hari karena mereka bosan? itu karena mereka ingin melihat kamu..." wanita yang satu meja dengan Clover pada saat sekolah dulu berkata, tetapi Clover tidak bisa berhenti menelan air liurnya.


Mengapa dia tidak tahu laki-laki itu menyukainya? padahal laki-laki itu sering mengganggu dia? lalu, laki-laki yang di kelas sebelah? siapa itu?


Clover menghirup sebuah nafas ringan, lalu tertawa, "semua itu sudah berlalu, untuk apa membahasnya lagi?"

__ADS_1


"benar, suaminya berada di sini. masa kamu membahas tentang itu?" meskipun Mimi tidak bisa melihat ekspresi wajah Devan, tetapi dia berpikir tidak ada pria yang ingin mendengar hal seperti itu.


"aku juga hanya sekedar membahas saja, Clover, si gendut kecil itu sudah tidak gendut lagi sekarang, dia sangat tampan dan perusahaannya sudah akan di buka juga, kalau tahun itu...."


"kamu itu kenapa? sudah suruh jangan membahasnya lagi, kamu terus berbicara?" Mimi jelas terlihat sudah tidak bisa tahan sehingga dia langsung mendorong siku lengan wanita agak gemuk itu.


"Mimi, kamu cemas kenapa? Clover saja hanya tersenyum dari tadi, untuk apa kamu begitu emosi? apa kamu merasa dendam karena si gemuk kecil itu tidak menyukai dirimu?" wanita gemuk itu berkata sambil tertawa.


Alis Clover semakin mengerut, kemudian dia menoleh ke Devan yang tidak memiliki reaksi, tidak tahu sejak kapan, Devan memakai earphone dan sepertinya dia sedang mendengarkan sebuah musik atau apa, Clover menghela sebuah nafas yang lega, untungnya Devan tidak dengar.....


Clover tersenyum "sudah, kita jangan bahas itu lagi, sudah lewat semua...."


Setelah itu, mereka membahas tentang masa-masa sekolah yang mengesankan bagi Clover, Clover baru mengerti kalau dia bukan tidak memiliki teman yang sangat akrab, tetapi semua orang tidak bisa bertahan menemani gadis yang begitu cantik dan sangat populer seperti Clover, setelah menyadari itu, Clover tidak tahu harus menangis atau tertawa.


Setelah itu,mereka membahas lagi banyak masalah pada saat sekolah, Clover tertawa sampai air matanya hendak mengalir.


Setelah itu, mereka saling berbagi kontak, mereka menambah Wechat pribadi Clover dan Mimi pun menambah Clover ke dalam group obrolan mereka. Kemudian mereka menyuruh si gendut kecil itu memberikan mereka 20 juta rupiah dalam group obrolan.


Satu jam pun berlalu.


Wanita gemuk yang berkata dia tidak pernah melihat jenis seafood sebanyak itu, tetapi dia makan sangat banyak, bahkan dia menghabiskan banyak piring dan menyuruh orang untuk menambah lagi, melihat makanan di meja sidah hampir habis, wanita agak gemuk itu menyuruh pelayan kemari untuk membayar.


Clover menundukkan kepalanya dan mencubit tangan Devan yang berada di bawah meja.


Devan melepaskan earphonenya dan pas mendengar pelayar berkata, "permisi, total biaya adalah 150.999.000, anda ingin memakai kartu atau...."


150 juta lebih, Clover menghirup sebuah nafas, ini seperti sedang makan emas, tetapi, setelah mengikuti Devan, Clover menambah wawasan tentangnya, dari perspektif cara Devan menggunakan uang, sejujurnya Devan sudah mengontrol pada saat pesan makanan tadi, meskipun Clover tidak mendukung cara menggunakan uang seperti ini, tetapi Clover lebih memilih menghormati Devan setelah memahami dia?

__ADS_1


Wanita yang agak gemuk itu masih tertawa pada detik sebelumnya, detik selanjutnya wajahnya berubah tenggelam dan mulutnya terbuka.


Clover merasa sedikit malu,jelas Devan melakukan itu dengan sengaja.


Clover menutupi mulutnya dengan kedua tangannya dan langsung mendorong Devan.


Devan baru mengangkat kepalanya pada saat itu dan menoleh ke Clover "sudah selesai makannya?"


Sudut bibir Devan terangkat dan tatapannya berisi kelembutan, Clover yang setiap hari melihat saja terpesona, apalagi beberapa wanita itu....


Mereka mana bisa menyangka pria yang duduk di samping Clover adalah dewa tampan yang seperti ini.


Selain itu, melihat aura mulia dan kelas tinggi Devan, mereka jelas mengerti pria ini bukan satu dunia dengan mereka.


Setelah melihat wajah Devan, pelayan itu terkejut dan langsung mundur dua langkah sebelum lari ke bagian dalam restoran.


Setelah beberapa saat, seorang pria berusia 40 tahun lebih sibuk berlari keluar, " direktur Devan, sejak kapan anda datang ke sini? mengapa tidak memberi tahu kami agar kami bisa pergi menjemput anda"


Semua orang menjadi bingung termasuk Clover.


Apa yang terjadi, sepertinya pria itu sangat mengenal Devan.


Devan menyipitkan matanya,menoleh ke Clover dan berkata dengan santai, "kemarin, kamu bilang, seafood di restoran ini adalah seafood paling segar yang pernah kamu makan di daerah Seroja, setelah pulang, aku menyuruh Dylan untuk membeli restoran ini atas nama kamu, aku ingin jadikan restoran ini sebagai hadiah untukmu pada saat perusahaan kamu buka kemarin, tetapi karena kejadian itu, aku malah lupa"


Clover menarik lengan baju Devan dan merasa tidak berani asal bicara lagi, pria ini membeli restoran yang begitu besar hanya karena satu kata Clover yang asal bicara.


Dan ekspresi wajah 3 teman Clover yang duduk di sana sudah tidak bisa dijelaskan, hanya menggunakan kata kaget dan bermulut O'......

__ADS_1


__ADS_2