
"kamu suka makan apa? nanti siang aku temani kamu makan?" setelah berada di dalam mobil, Clover bertanya.
Devan mulai menyalakan mobil tetapi tetap tidak menggerakkannya. Dia hanya terus menatap Clover sambil terus menggigit bibirnya.
"aku tanya kamu suka makan apa?" Clover bertanya sekali lagi dengan wajahnya yang memerah.
Devan mengangkat alisnya "aku suka.....makan kamu"
"aku...aku tanya kamu suka makan lauk apa? kamu....." Clover benar-benar tidak tahu harus bagaiman menghadapi Devan yang seperti ini.
"aku akan membawa kamu pergi mencari gaun dulu, setelah itu kita baru makan siang"
Alis Clover mengerut, "Devan....apa kamu tidak terlalu capek?" Clover merasa terharu dengan perhatian Devan. Tetapi Devan sangat sibuk, jadi Clover merasa sedikit tidak tega.
"kalau kamu merasa terharu, malam ini biarkan aku makan makanan kesukaanku itu sudah cukup!"
"traktir kamu makan?"
Devan hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.
Devan membawa Clover ke sebuah toko pakaian pribadi.
Orang-orang di sana jelas mengenal Devan.
Melihat Devan berpegangan tangan dengan Clover, mereka merasa sangat kaget.
Orang-orang populer di daerah Ciput hanya itu itu saja, mereka semua tahu kalau Devan sudah menikah dengan Gabriel.
Tentu saja, beberapa pendapat mereka hanya terpikir di dalam hati, tidak berani mengatakannya.
"Tuan Devan, apakah anda perlu sesuatu?" seseorang yang terlihat seperti pemilik toko menyapa Devan.
__ADS_1
"ukur ukuran tubuhnya, dan pilih salah satu gaun untuknya!"
"boleh.Tuan Devan apa ada permintaan?"
"jangan terlalu vulgar, sebisa mungkin.....biasa saja" Devan berkata.
Clover menggeserkan rambutnya ke belakang telinganya dan mengeluarkan batuk ringan, pria ini memang....
Pemilik toko itu jelas tidak begitu mengerti maksud Devan.
"salam kenal. Tolong berikan saya gaun yang agak biasa untuk di pakai di acara pesta" Clover menjelaskan.
Pemilik toko itu menatap Clover dengan tatapan berterima kasih "baik!"
Devan mengerutkan alisnya dan pemilik toko itu bergegas pergi.
"apa kamu tidak bisa bersikap lebih ramah?" setelah pemilik toko itu pergi, Clover berbisik kepada Devan.
"tentu saja. Apa kamu tidak melihat, semua orang takut kepada kamu?" Clover berkata dengan jujur, selain teman dekatnya, semua orang yang melihat Devan tidak berani bersikap santai.
Devan berdiri dan melingkari pinggang Clover, kemudian berjalan ke tempat istirahat, "benar kah? berarti kamu bukan orang?"
"........." mengerti maksudnya, Clover mencubit pinggang Devan, tetapi pria itu malah memegang tangan Clover dengan wajah tidak berekspresi.
Setelah mengukur ukuran tubuhnya, Clover sembarang memilih sebuah gaun.
"setelah selesai mengganti ukuran gaun ini, antar ke alamat yang aku kirim ke kamu nanti"
Setelah itu, mereka berdua keluar dari toko itu.
Devan pergi membawa Clover untuk makan makanan pedas, ternyata Devan sudah bisa makan pedas.
__ADS_1
Setelah waktu yang lama, Clover baru tahu dalam 4 tahun ini, Devan sering pergi makan makanan pedas sendiri, hanya demi ingin merasakan makanan yang Clover suka.
Melewati jendela, Clover melihat jalan yang mereka tuju agak asing.
"sepertinya ini bukan jalan pergi ke hotel?"
Melihat reaksi Clover, Devan memparkir mobil dan melihat ke Clover dan berkata, "jangan cemas, kamu akan tahu nanti"
Clover mengangkat alisnya, "Devan,kamu mau buat apa lagi?"
"kamu sudah menjadi milikku,takut apa lagi?" Devan memberikan sebuah senyuman yang berisi godaan.
.
.
.
Bersambung....
.
Mohon maaf bila bahasa dan tulisannya kurang di mengerti🙏
Dan,
Mohon dukungannya like dan komen....
Terimakasih....
Lover you all
__ADS_1
💖❤💖