Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Haruskah Sekejam Itu?


__ADS_3

 


Setelah Clover masuk, dia menuju ke ruang ganti terlebih dahulu dan bersiap untuk berganti ke seragam kerja, namun, sebelum jaketnya terlepas...


 


"klarifikasi soal kemarin!" suara tanpa peringatan tiba-tiba terdengar di telinga. Clover tentu saja kaget, kemudian dia menoleh dan melihat Devan yang berdiri di depan pintu ruang ganti dengan tangannya yang berada di saku celananya. Clover menepuk dadanya, dan berkata, "kamu....kamu mengagetkan aku!"


"jangan mengalihkan topik pembicaraan, katakan lah, 9 tahun yang lalu, kapan kamu punya anak..."


Clover mendongak dan berkedip ke Devan, kemudian berkata dengan ekspresi licik, "Tuan, aku tidak mengerti apa yang anda bicarakan..."


Itu sangat jelas sedang memberi tahu Devan, bahwa dia telah berbohong sebelumnya.


Pada saat ini, Dylan dengan cepat datang dari luar dan menyerahkan ponselnya ke Devan.


"ini adalah informasi yang di kirim dari sana, data wanita ini"


Devan mengambil ponselnya dan melirik nya, alisnya berkerut, "apa benar, tidak ada kesalahan dalam informasinya?"


Dylan dengan serius mengangguk. "kekuasaan dia sangat terkenal di perusahaan ini, tidak ada kesalahan!"


Devan mengembalikan ponselnya ke Dylan, di sini, lengan panjangnya membentang di leher Clover, dan berkata dengan dingin, "kamu berani bermain dengan ku, sepertinya kamu memang pemberani"

__ADS_1


Clover hanya bisa merasa bahwa cara bernafas nya semakin sulit, apakah Devan sudah menjadi gila....


Apakah dia benar-benar akan membunuhnya? Clover menarik tangan Devan dengan keras, tenaga Devan sangat kuat dan tangannya juga tidak bergerak sedikit pun.


Tidak lama kemudian, dia merasa penglihatannya mulai gelap. Ya Tuhan, Devan, kamu sudah hampir membunuhku, putrimu akan menjadi yatim piatu...


Tepat ketika dia berpikir kalau dia pasti akan mati, Devan mendorongnya dan melepaskannya, dan Clover pun terjatuh.


"uhuk....uhuk...." jika bukan karena Clover sudah mengenal sikap Devan, pada saat itu juga, dia sungguh-sungguh merasa kalau Devan itu adalah setan. Hanya karena berbohong saja, harus kah sekejam itu?


"Sepertinya kamu sudah tidak menginginkan perusahaan ini lagi ya?" Devan berkata dengan sangat datar, tetapi suaranya yang dingin itu, memperingati Clover bahwa dia tidak sedang bercanda...


"aku juga karena putriku demam tinggi, aku tidak punya cara lain lagi.Bukan kah sang Buddha berkata, menyelamatkan seseorang....?"


Satu kalimat Devan ini membuat Clover langsung merasa terjatuh ke dalam neraka.


Dia terpaksa berdiri dengan rasa sakit, dan maju, dia melangkah menarik lengan Devan dan mengerutkan kening, "bagaimana kamu bisa melakukan ini? ya, aku seharusnya tidak berbohong kepada mu kemarin, tetapi aku hanya memiliki jalan pilihan itu, jika aku tidak begitu, akan kah kamu menolongku naik ke dalam mobilmu?"


Sinar matahari dari luar, memancar masuk melalui kaca jendela, memantul ke wajahnya yang putih itu, terlihat ada kemarahan di dalam matanya.


Dengan penampilan kerutan yang sama, di lihat dari dekat, ada perasaan seperi pernah melihatnya....Dalam sekejap, Devan menjadi kehilangan roh di dalam tubuhnya.


Merasa bahwa Devan sedang menatap dirinya, Clover merasa bersalah dan mengalihkan wajahnya, melepaskan lengan Devan dan melangkah mundur beberapa langkah, "kemarin malam,aku seharusnya tidak berbohong pada mu, ini memang salahku, aku minta maaf, kamu tolong sabar, jangan perhitungan denganku, perusahaan ku ini hanya perusahaan kecil, tidak memiliki langganan yang besar, jika kamu mengambil alih, maka juga tidak akan ada gunanya..."

__ADS_1


Tetapi sebelum dia selesai pembicaraannya, pria di depannya tiba-tiba berbalik badan dan pergi...


Clover menelan ludahnya dan mendongak menatap punggung Devan.


Pada saat ini, dia ingin tertawa tetapi tidak bisa.


Devan, kelembutan mu benar-benar hanya untuk Sherin...


'Clover' nya sangat cantik, tidak bisa kah kamu melihatnya? tapi hanya karena dia bohong padamu, harus kah kamu begitu kejam terhadapnya?


Clover menggigit bibir bawahnya, menghela nafas, lalu mengejarnya. Dylan yang berdiri di luar melihat Clover kemari, dia langsung menghampiri nya, "Nona Clover, kamu seharusnya tidak perlu membohonginya!"


Clover hanya mengangguk pada Dylan tanpa bicara...


Dylan menangani masalah dengan sangat efisien........


.


Bersambung...


Mohon dukungnya like and komen......"


Terimakasih..

__ADS_1


Love you all....


__ADS_2