
"Kamu, tolong jelaskan perkataan mu tadi dengan jelas" suara tanpa perasaan keluar dari mulut Devan.
Clover menggigit bibir bawahnya, menoleh dan menatap Devan, "aku bisa memberi tahu kamu dengan jelas, tetapi kamu harus membawaku pulang dulu!"
Setelah berkata, dia tidak peduli apakah Devan akan setuju atau tidak..
Di sini, pintu mobil bagian depan di tarik terbuka dan kemudian Clover duduk di samping Dylan.
"tolong pergi ke...." dia menyebutkan alamat rumahnya.
Dylan tidak berdaya, lalu melihat ke Devan, melihat ekspresinya juga sangat buruk.
Mau tidak mau diam-diam dia berdoa untuk wanita di sebelahnya.
Devan selama ini bukan pria yang akan menunjukkan kasih sayang dan bersikap lembut kepada wanita, dan menjadi semakin buruk setelah Sherin meninggal.
Jika malam ini wanita ini tidak menjelaskannya dengan detail, maka takutnya dia tidak akan punya akhir yang baik.
Karena Dylan tidak familiar dengan jalan ini, jadi dia menggunakan GPS.
Perjalanan ini memakan waktu lebih dari satu jam lebih beberapa menit, jalanan ini sangat lah sepi dan pelosok.
Dari awal Clover naik ke dalam mobil, kedua tangannya terus mengepal, dan air matanya juga tidak berhenti mengalir.
__ADS_1
Dua pria yang berada di dalam mobil hanya menganggap Clover itu adalah seorang perempuan yang gampang menangis...
...
Meskipun Devan tepat di belakangnya, tetapi Clover tidak bisa melakukan apa-apa, juga tidak bisa mengatakan apa-apa.
Dylan sengaja mempercepat kecepatan, dan sampai lah di depan rumah Clover setelah menempuh empat puluh lima menit. Dari jarak jauh, mereka bisa melihat bibi Su menggendong Momo berdiri di samping jalan.
"boleh saya minta tolong kepada Anda, bawa saya dan anak saya ke rumah sakit! tolong..." dia memohon ke Dylan dan memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.
Dylan berbalik dan menatap Devan.
"apa kamu tidak mempunyai suami?" Devan membuka matanya dan bersuara dengan nada dingin.
Pada saat ini, mobil berhenti di depan bibi Su.
Kemudian Clover membuka pintu mobil, memastikan pintunya tidak tertutup, dan dengan cepat mengambil Momo dari tangan bibi Su, masuk kembali ke dalam mobil...
Momo agak bingung, "bibi Su, jangan mendesak mama, dia akan cemas!" Momo memejamkan matanya,bibirnya kering akibat demamnya yang tinggi, dan seluruh tubuhnya gemetar, tetapi dia masih bisa membantu menenangkan ibunya.
Hidung Clover tersedak, dan matanya juga memerah.
Dylan melihat ke belakang melalui kaca spion, Devan memejamkan matanya dan tidak berbicara sepatah kata pun. Dia hanya bisa menoleh dan melihat wanita di sebelahnya.
__ADS_1
Sikap Devan dalam beberapa tahun terakhir, telah berubah menjadi sangat dingin, terutama kepada wanita, dia tidak pernah memperlakukannya dengan lemah lembut.
Rumah sakit yang tidak jauh dari rumah Clover, mengemudi mobil, hanya memerlukan waktu beberapa menit.
Ketika sampai di depan gerbang rumah sakit, mobil juga belum berhenti dengan stabil, Clover langsung menggendong Momo turun dari mobil.
Tetapi sebelum dia masuk ke dalam rumah sakit,dia merasa tangannya di tarik seseorang.
"perjelas masalah sebelumnya!" suara Devan, Clover tidak tahu kapan Devan turun dari mobil...
tinggi Clover adalah 165 cm, dan itu tidak pendek. Tetapi di hadapan Devan yang tingginya 180 cm, Clover terlihat mungil.
Dia mendongak dan menatap Devan, terus menunduk lagi dan melihat anaknya yang ada di bahunya. Clover tahu bahwa selain orang-orang yang di sayangi Devan, maka dia akan bersikap seperti binatang berdarah dingin terhadapnya.
Jelas-jelas Devan sudah tahu kalau anaknya ini sedang demam tinggi, tetapi dia masih bisa menggenggam nya dan tidak mau melepasnya....
.
Bersambung....
Mohon dukungannya like dan komen....
Terimakasih.....
__ADS_1
Love you all...