Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Aku Hanya Ingin Tahu Siapa Ayah Kandungku?


__ADS_3

Meskipun Clover tidak terlalu menyayanginya, tetapi ibunya tetap adalah orang yang melahirkan dan mengasuh dirinya.Mendengar mereka berkata seperti itu, Clover menjadi emosi, "kamu siapa? mengapa kamu berkata seperi itu pada ibuku?"


"Devan, apa yang terjadi antara kamu dan dia? di mana Gabriel?" pria berumur sekitar 40 tahun berbicara lagi dan melihat ke tangan Clover dan Devan yang saling berpegangan.


Clover baru sadar. Mereka adalah kakek dan nenek Gabriel, Clover dan Devan malah berpegangan tangan di depan mereka, benar-benar sedikit kelewatan.


Clover ingin melepaskan pegangan tangan Devan, tetapi Devan malah memegangnya lebih erat.


"paman, mengenai hubungan antara aku dan dia, kamu boleh pergi tanya ayah!" Devan menekan kata ayah!


Ayah yang di maksud Devan adalah ayah Gabriel....


Clover merasa sedikit bingung, dia tidak mengerti kenapa Devan berkata seperti itu.


Bukan kah Devan bilang kita harus rendah hati dulu?


Tetapi sekarang Devan malah membuat semua masalah terlihat jelas, kalau begitu, bagaimana akting bersama Gabriel lagi nanti?


"kamu lihat dia bilang apa?" wanita tua itu memegang tangan pria tua itu.


Clover menoleh ke Devan dan dia menyadari ekspresi Devan kurang baik sejak masuk.


Devan menepuk lengannya dan berkata kepada pria tua, "kami datang hanya ingin bertanya beberapa pertanyaan. Setelah itu, kami akan langsung pergi"


"Devan, apakah ini adalah sikapmu terhadap orang tua?" pria tua itu menekan lantai dengan keras menggunakan tongkatnya.


Alis Clover mengerut, dia mau bicara untuk Devan. Tangan Devan yang memegang pinggang Clover mengerat dan sebuah senyuman terbentuk di wajah Devan ketika dia melihat wajah kecil Clover yang merah dan mengembang karena marah.


"ibu yang pelacur ternyata pasti melahirkan anak yang pelacur juga" wanita tua itu berkata lagi.


Clover menghirup sebuah nafas dan Devan tiba-tiba berbisik, "tanyakan dulu masalah yang ingin kamu tahu" ketika Clover akan membantah kata-kata wanita tua itu.


kemudian Clover berkata, "aku hanya ingin bertanya, apakah kalian mengenal ayah kandungku?"


Pria tua itu melihat ke Clover dengan ekspresi seperti sedang berpikir mau bagaimana menjawab pertanyaan Clover.


Akhirnya dia menghirup sebuah nafas, lalu menjawab, "aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang itu. kalian cepat pergi saja!"


Pria tua itu berputar balik badannya dan berjalan menjauhi mereka.


"Clover, mereka tidak bau berkata apa-apa. Tetapi rumah mewah dan tanah di sini semua adalah hadiah dari nenekmu untuk ibumu. Ketika ibumu meninggal, dia meninggalkan surat yanga menyatakan kalau tidak ada tanda tanganmu, tidak ada yang boleh menyentuh semua ini. Benar kan?" Devan berkata dengan suara besar.


Clover merasa bingung....

__ADS_1


Meninggalkan apa? rumah apa? tanah apa? mengapa Clover tidak mengerti kata-kata Devan?


Kalau ibunya Clover memiliki begitu banyak harta, Clover mana mungkin pergi melahirkan Simon demi mau mencari uang untuk mengobati penyakit ibunya?


Tetapi, Clover tahu Devan tidak akan hanya omong kosong. Jadi, Clover tidak berkata apa-apa.


Pria tua yang berputar balik badannya tanpa ragu tadi, menoleh ke Devan dan Clover dengan badan bergetar. Wanita tua yang berada di sisi pria tua itu langsung menjadi cemas.


"apakah yang dia katakan itu benar? rumah....rumah ini sejak kapan menjadi miliki dia?"


"benar. Ayah, kata-kata ini tidak boleh sembarang di katakan. Kamu perlihatkan tanda pemilik kepada mereka saja. Bagaimana mereka bisa sembarangan bicara?" pria yang berusia sekitar 40 tahun itu juga berkata.


"............"


Setelah beberapa saat, wajah mereka semua menunjukkan kecemasan.


"Devan, apakah kamu mau mengkhianati Gabriel?" pria tua itu berkata dengan dingin.


Devan membasahi bibirnya sendiri dengan wajah tidak berekspresi. Malah Clover yang merasa agak bersalah. Devan menjawab kepada pria tua itu, "kakek, apakah boleh izinkan kami masuk dan duduk?"


Devan sedang memberikan tawaran untuk pria tua itu.


Pria tua itu yang sudah hidup begitu lama tentu saja mengerti maksudnya, dia mengeluarkan sebuah batuk ringan, "kalian ikuti aku!"


Kemudian berputar balik badannya dan berbicara beberapa kata dengan orang di belakangnya.


Tetapi, sangat meragukan. barang-barang ini terlihat sudah sangat kuno.Dari segi gaya dan material, semua barang ini tidak terlihat seperti baru.


Pria tua itu memerintah orang untuk memberikan air kepada Clover dan Devan. Sikap pria tua itu jelas terlihat sudah menjadi lebih lembut daripada di luar tadi.


"nona, surat peninggalan ibumu sebelum meninggal di mana?" pria tua itu bertanya terus terang ketika dia belum sempat duduk.


Clover yang merasa tidak percaya diri secara reflek melihat ke Devan. Devan tersenyum kepada Clover dan memegang tangannya, ekspresi Devan tenggelam ketika dia bersuara, "kakek, tidak kah pertanyaan ini sedikit kelewatan?"


Menghadapai jawaban Devan yang terus terang, pria tua itu menunjuk Devan dengan jarinya, tetapi dia tidak bisa berkata apa-apa.


Devan menyipitkan matanya. setelah beberapa saat,dia baru bersuara dengan perlahan, "tentu saja, kalau kakek bisa memberi tahu Clover masalah yang dia ingin tahu...." sambil berkata Devan mengelus tangan Clover yang sedang dipegangnya, setelah itu dia melanjutkan, "masalah yang tidak pantas di ketahui oleh kita, kita akan tetap pura-pura tidak tahu"


Setelah berkata, Devan menatap ke pria tua itu dengan tatapan tajam.


Pria tua itu diam beberapa saat sebelum menjawab, "kamu mau tanya apa, tanyakan saja!"


Clover merasa senang, dia menatap Devan dengan wajah terima kasih, lalu bertanya, "aku mau tahu siapa ayah kandungku?"

__ADS_1


Pria tua itu melamun sejenak, lalu tertawa dengan dingin, "aku benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan kamu ini!"


Clover tidak mengerti, pria tua ini jelas mengenal ibu Clover dan bahkan hubungan mereka tidak biasa. selain itu, pria tua ini juga mengakui secara diam-diam ketika Devan bilang rumah ini adalah peninggalan ibunya. Kalau pria tua ini bisa membiarkan ibu segitu banyak harta, tidak mungkin mereka berdua tidak berhubungan.


"mengapa kamu bisa tidak tahu?" pria tua ini mengenal ibu, Conan Liam juga memberi Clover petunjuk untuk datang ke sini. Tidak mungkin pria ini tidak tahu?


Bahkan Devan juga bilang kalau rumah ini adalah milik ibu.


Pria tua itu melirik Clover dan akhirnya tatapannya jatuh ke Devan, "Devan, kalau kamu bisa mencari tahu tentang sebanyak hal ini, kamu tidak mungkin mencari tahu tentang masalah yang kamu ingin tahu kan?"


Setelah itu, pria tua itu melihat ke Clover,


Clover mengerutkan alisnya dan melihat ke Devan, "apa kamu tahu?"


Devan menggelengkan kepalanya, "kakek, silahkan terus terang katakan saja, aku mengaku, demi Clover, aku memang mencari tahu tentang beberapa hal, tetapi jelas, ada hal yang kita ingin tahu, tidak bisa begitu saja bisa di dapatkan kebenarannya"


Devan berkata dengan wajah senang, karena itu, ekspresi pria tua itu langsung tenggelam.


"aku hanya ingin tahu siapa ayah kandungku, apa itu sangat susah?!"


"siapa ayah kandungmu? dia benar-benar tidak bisa memberi tahu kamu..." suara wanita tua itu mengganggu pemikiran beberapa orang itu.


.


.


.


Bersambung.....


.


Mohon maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti🙏


.


.


.


Jangan lupa kasih dukungannya?!


Terimakasih....

__ADS_1


Lover you all


💖❤💖


__ADS_2