
Sama seperti biasanya, setelah makan, Devan pergi ke ruang bacanya dan Gabriel pergi ke kamarnya sendiri. Benar, kamarnya sendiri.
Orang-orang akan tertawa jika mereka tahu Gabriel masih tidur di kamar tamu ketika dia sudah menikah selama tiga tahu lebih dengan Devan. Bahkan Gabriel tidak pernah menyentuh tempat tidur kamar Devan.
Pada awalnya, Gabriel pernah mencoba untuk pergi ke kamar Devan pada tengah malam, tetapi kamar Devan di kunci dari dalam. Setelah itu Gabriel membicarakan ini dengan Devan, dan Devan menggunakan alasan tidurnya yang tidak baik dan takut mengganggu Gabriel sehingga menolak dengan halus....
Berpikir sampai sini, Gabriel merasa sedikit kasihan dengan dirinya, apa yang dia dapat setelah memberikan semuanya kepada Devan, sikap yang dingin dan tidak hangat dari Devan?
Tiba-tiba Gabriel teringat bekas lipstik yang berada di kerah baju Devan tadi....
Apakah itu bekas lipstik Clover?
Karena itu, Gabriel merasa sakit hati yang luar biasa.....
"sudah tidur?" Devan yang duduk di depan meja bacanya sedang melihat ponselnya dengan senyuman.
"Tuan Devan, aku kangen kamu" Clover membalasnya dengan cepat.
Devan mengangkat alisnya, "aku akan pergi ke sana sekarang"
"aku bilang kangen kamu.Tidak menyuruh kamu untuk datang"
"apakah suasana hati kamu sudah membaik?"
"iya....sudah baikan.Aku mau tidur dulu. Kamu juga tidur lebih awal, selamat malam!"
"selamat malam!"
Setelah itu, Clover tidak membalas pesan teks Devan lagi.
__ADS_1
........
Hari kedua, Devan menyuruh Clover pergi ke kantornya pada saat Clover baru bangun.
Setibanya di kantor, Clover membuka pintu dan melihat seorang pria yang sedang duduk berhadapan dengan Devan.
Conan yang duduk di atas sofa segera berdiri setelah melihat kedatangan Clover.
Devan menyuruh asistennya memberikan air untuk mereka berdua dan meninggalkan ruangan.
"Clover....." suara yang familiar itu membuat semua ingatan 10 tahun lalu kembali ke pikiran Clover.
Walaupun Clover sudah menyiapkan mentalnya, dia tetap tidak bisa menahan dan bergetar.Clover menundukkan kepalanya dan menyembunyikan air mata yang akan mengalir, "direktur Liam, apakah anda ada masalah dengan saya?"
Conan menatap Clover sangat lama, setelah itu dia baru bersuara, "Clover, papa memiliki alasan yang tidak bisa di katakan pada waktu itu"
"Kalau tidak ada masalah lain, saya mau pergi dulu" Clover berputar balik badannya.
"ibumu mengancam papa dengan nyawanya dan memaksa papa untuk pergi" Clover mendengar kesedihan di dalam nada bicara pria itu.
Clover berputar balik badannya dan melihat Conan memegang dahinya dengan ekspresi sakit hati.
Ibunya memaksa Conan pergi? tebakan Clover tidak salah. Hati Clover semakin dingin.
"mengapa ibu ingin begitu?"
Clover bertanya untuk memastikan walaupun dia sudah terpikir jawabannya.
Conan berdiri dan memegang lengan Clover, "Clover, masalah itu sudah berlalu. boleh kah kita lupakan masa lalu saja? di masa depan, aku tetap adalah papamu....."
__ADS_1
"alasan ibu memaksa kamu pergi apa?" Clover memotong kata-katanya. Keras kepala Clover membuat Conan mundur beberapa langkah ke belakang. Tatapan itu benar-benar mirip dengan ibunya.
"apakah karena pria itu?" Clover bertanya dengan dingin.
Conan menyuruh dia untuk duduk.
Clover tidak membantah kali ini, lalu duduk di atas sofa, tenggorokannya terasa sangat kering sehingga dia terus minum beberapa gelas air, baru lah dia merasa agak baikan.
"Clover, seumur hidup ibumu menderita, jangan salahkan dia!"
Clover mengira Conan akan memberikan pembelaan untuk dirinya sendiri, tetapi dia tidak menyangka kata pertama yang di ucapkan Conan adalah untuk membela ibunya yang telah meninggal.
Seberapa besar cinta pria ini terhadap ibunya? sampai dia membela ibunya hingga saat ini.....
"kalau begitu harus salahkan siapa? hidupku hancur gara-gara dia. Kalau tidak salahkan dia, harus salahkan siapa?" Clover menutupi wajahnya sendiri, karena marah, badannya terus bergetar.
"kalau begitu, kamu beri tahu aku, apakah ayah kandungku adalah ayah Gabriel?" Clover tiba-tiba mengangkat kepalanya, lalu bertanya kepada Conan.
Conan menggelengkan kepalanya, "aku juga pernah mengira kalau dia adalah ayah kandungmu, tetapi kita semua salah. Ayah Gabriel bukan ayah kandungmu...."
.
.
.
Bersambung.....
Mohon maaf bila masih banyak typo 🙏
__ADS_1