
Clover mendongak lalu memasukkan sepotong salmon ke dalam mulutnya, setelah itu dia baru melihat wanita yang ada di depannya, ternyata dia adalah wanita yang ditemuinya saat berada di resort sore ini.
Dia mengganti bajunya dengan gaun malam berwarna hitam ketat yang memperlihatkan pinggangnya, bahannya terbuat dari kulit.
Sesungguhnya biasanya jika ada wanita yang memakai pakaian yang seperti ini, dia akan terlihat vulgar, tetapi wanita ini malah terlihat keren.
Cantik....Clover memuji wanita itu di dalam hatinya.
Tetapi jika pandangan merendahkan di matanya itu bisa di hapuskan maka akan terlihat lebih cantik lagi.
"halo..." Clover tersenyum kepadanya, sama sekali tidak merasa kesal, biar bagaimana pun juga, jika dilihat secara objektif, dia adalah pihak ketiga, dengan dia mengikuti Devan muncul di acara seperti ini, dia memang terlihat sedikit tidak tahu malu, memang seharusnya di rendahkan oleh orang lain.
Tetapi, tolong ya! kamu bukan aku, kamu juga bukan Devan, kenapa kamu mengurusi urusan kami...
"kamu itu tidak pantas untuknya," wanita itu duduk di depannya dan berkata dengan terus terang.
Clover diam-diam merasa senang, dia malah merasa kalau dia menyukai sikapnya yang seperti ini.Setidaknya lebih menyenangkan di bandingkan dengan Gabriel yang di depan berkata apa, di belakangnya berkata yang lain lagi...
Dia masukkan satu potong salmon lagi ke dalam mulutnya, lalu baru mendongak dan bertatapan dengan wanita itu, tetapi dia malah berkata, "nama saya Clover, nona siapa nama anda?"
"Jana Yuyu"
__ADS_1
Sederhana dan terus terang....
Clover menganggukkan kepalanya, dia meletakkan peralatan makan yang ada di tangannya, lalu tersenyum "Nona Jana bilang, kalau aku tidak pantas untuknya, Nya di sini apakah menunjuk kepada Devanku?"
Begitu dia mengucapkan hal ini, Clover langsung merasa bulu kuduk yang ada di tangannya berdiri semua.
Devanku? dia tidak tahu jika pria itu mendengarnya, apa yang akan dia rasakan?
Dia berpikir, pasti Devan akan tersenyum lalu memeluk pinggangnya dan memanggilnya Cloverku?
Sudut bibirnya tanpa sadar membentuk senyuman.
Sebenarnya Jana tadi sudah menilai wanita ini cukup lama, kecuali dia sangat cantik, selain itu dia benar-benar tidak tahu apa yang istimewa dari wanita ini yang membuatnya pantas untuk Devan.
Selain itu, saat dia melihatnya berbicara seperti ini, dia semakin meremehkannya.
"Nona Clover, apakah anda tidak merasa sebagai seorang pelakor, anda malah bersikap sombong seperti ini adalah hal yang keterlaluan?"
Clover menganggukkan kepalanya dan mengambil gelas yang ada di atas meja lalu menyesap jus jeruknya sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali, "pelakor? iya, memang agak sedikit keterlaluan, saya juga sudah bilang tidak mau terlalu terang-terangan seperti ini, tetapi.....Devanku bilang kalau aku harus datang, gimana dong?"
Clover berkata Devanku sekali lagi, kali ini saat dia mengucapkannya, dia merasa jauh lebih mudah di ucapkan.
__ADS_1
Raut wajah Jana semakin muram. Tiba-tiba dia berdiri dan menunduk, matanya menatap Clover dengan tajam, "gairah akan mendingin, kecantikan akan memudar, Nona Clover merasa memiliki apa yang pantas untuk di banggakan?"
Clover mengulangi perkataannya tadi di dalam hatinya, 'gairah akan mendingin, kecantikan akan memudar....'
Benar, perkataan ini tidak salah, tetapi...Nona, yang Devan cintai justru bukan 'kecantikannya' kamu salah besar...
Begitu dia berpikir seperti ini, wajahnya terlihat semakin bangga, suasana hatinya menjadi sangat baik.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
__ADS_1
.
Mohon dukungannya like dan komen....