
"tunggu" Devan menoleh ke belakang dan Dylan memberikan sebuah dokumen padanya.
"kamu tanda tangan di atas dulu!"
Alis Clover mengerut, "tanda tangan, untuk apa?"
Devan berbisik kepada Clover, "malam ini kita mau nginap di sini, untuk membuka kamar perlu tanda tangan"
Clover menjawab, 'oh'....lalu tanda tangan dokumen itu tanpa berpikir banyak.
"jangan jalan terlalu jauh, tunggu agak sore nanti aku telpon kamu..."
Clover menjawab "iya"
Clover baru saja pergi, Devan langsung mengeluarkan KTP Clover dari dalam sakunya, lalu memberikan kepada Dylan, "pergilah urus, agak cepat urusnya!"
Mengikuti keramaian, Clover berjalan ke arah dalam gunung. Selain resort, daerah sini juga merupakan tempat wisata.
Tetapi tiket masuknya agak mahal, dan orang yang datang tidak terlalu banyak.
Setelah berjalan beberapa saat, Clover merasa capek, lalu dia duduk di atas sebuah batu besar. Kata-kata Devan tidak salah, stamina tubuhnya benar benar tidak begitu bagus.
Clover merasa capek sampai sesak ketika dia baru berjalan beberapa puluh menit.
Clover baru saja duduk dan ingin istirahat sebentar, tetapi tidak sangka dari tempat Clover, bisa melihat sedang ada sebuah adegan dewasa dari pasangan yang tidak cocok untuk dilihat oleh anak-anak.
Clover berdiri dengan malu dan malah terpeleset jatuh di sebuah pelukan yang hangat.
Wangi yang sangat familiar itu membuat tangan Clover yang mau mendorong orang itu berhenti seketika.
Orang itu berbicara di samping telinganya, "kamu sedang berpikir apa sampai wajah kamu begitu merah?"
__ADS_1
Clover ******* bibirnya, dia bahkan tidak ingin memberitahu dirinya sendiri melihat apa, lalu menarik Devan untuk pergi dengan sangat terburu-buru.
"aku...aku barusan melihat dua orang sedang.....sedang berciuman" Clover menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara kecil. Ini adalah pertama kali Clover melihat adegan seperti itu dalam kehidupan nyata.
Tentu saja Clover merasa sedikit penasaran ....
Devan merangkul pinggang Clover dan tertawa, "ayo, aku bawa kamu keliling ke depan sana, setelah itu kita pergi makan...."
"kamu sudah selesai mengurus masalah kamu?"
"iya, akan ada yang mengurus sisanya." melihat langkah kaki Clover yang jelas menjadi lebih lambat, Devan berdiri di tempat, "stamina kamu ini terlalu buruk!"
Clover mengangguk, "iya, aku merasa aku itu sudah tua"
Melihat pria di depannya tidak menjawab, Clover tertawa sambil berkata, "padahal kamu lebih tua dari aku beberapa tahun, tapi mengapa aku merasakan stamina kamu jauh lebih bagus dari aku?"
"kamu coba lari beberapa km setiap pagi dalam 365 hari dan kamu akan merasakan stamina yang bagus tidak berhubungan dengan usia."
Melihat penampilan Clover seperti itu, Devan tidak bisa menahan untuk tertawa.
Clover menatap Devan. Devan terlihat sangat tampan ketika dia tertawa, alisnya terangkat dan sudut bibirnya yang tipis itu juga terangkat. Penampilan seperti itu membuat semua orang tidak bisa berhenti menatapnya.
Clover melihat ke sekitar dan menyadari tidak ada orang...
Clover tiba-tiba melingkari leher Devan dan menjinjitkan kakinya sebelum mencium bibir Devan.
Setelah itu, Devan menahan pinggang Clover ketika Clover hendak mundur, "Nona Clover, kamu sedang menyalakan api"
Clover ******* bibirnya dan dia merasa sedikit malu, "aku....aku hanya ingin mencium saja. Tuan Devan, enak dilihat"
Selanjutnya, Clover mendengar pria di depannya itu menghirup sebuah nafas dan menghelanya. kemudian pria itu memeluknya, "lain kali, jangan sembarang bertingkah di luar..."
__ADS_1
Sembarang bertingkah? Clover mengedipkan matanya, dia hanya ingin mencium Devan...Mana ada sembarang bertingkah?
Selanjutnya, Clover merasakan perubahan yang terjadi di tubuh Devan. matanya langsung membesar dan menyadari semuanya.
Clover menutupi mulutnya dan tertawa.
Devan menggigit bibir bawahnya dan alisnya mengerut. Jelas, dia sedang menahan sesuatu, penampilan itu membuat Clover menahan air liurya. Dia merasa Devan yang seperti itu malah memiliki daya tarik yang semakin besar.
"tidak boleh menatapku dengan tatapan seperti ini, hati-hati, aku bisa menghabisi kamu di sini"
Devan berubah saja berkata dan Clover langsung melihat ke sekitar, kemudian Devan berkata dengan serius, "tempat ini di penuhi dengan batu, kalau berbaring di atas akan membuat kita sangat panik"
Setelah itu, wajah Clover langsung memerah.
Pelukan Devan kepada Clover menjadi semakin serat, dan dia mengelus kepala Clover, "mengapa aku bisa mendapat seorang wanita yanga sangat berharga seperti kamu?"
Setelah itu, mereka berdua tidak ada yang berbicara. Hanya terus memeluk satu sama lain.
Sampai.....
"uhuk....uhuk...." sebuah suara batuk yang lembut terdengar....
.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa tekan like, komen dan vote nya juga.....
__ADS_1