
Kemudian Sherin bangun,berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dulu.
.....
Setelah itu, Sherin berjalan ke sisi tempat tidur.Melihat Devan yang berbaring di tempat tidurnya dan matanya pun juga sudah terpejam, dia berkata dengan tidak nyaman, "apakah kamu mau pergi tidur di satu kamar lagi? ini adalah kamarku"
Devan membuka matanya, dan melihat ke Sherin. melihat rambut panjangnya, Devan tersenyum kepada Sherin. Lalu berkata, "aku tidak membawa obat"
Jadi, Sherin harus menemani dia tidur? pria ini benar-benar tidak tahu malu.Dia bisa mengatakan hal seperti ini dengan wajah santai.
Sherin menghela sebuah nafas yang panjang dan berkata dengan senyuman, "Devan,kamu benar-benar tidak tahu batas"
"benarkah?" devan tiba-tiba berdiri dan berjalan ke depan Sherin. Dia mengulurkan tangannya dan mengurung Sherin di antara sebelah tangannya dan lemari baju. "tidak tahu batas? maukah aku mengajarimu apa yang di sebut tidak tahu batas?"
Tidak tahu sengaja atau tidak, setelah berkata, tali yang mengikat di pinggang Devan tiba-tiba terjatuh.Tubuh yang terlihat sempurna tiba-tiba muncul di depan Sherin.
Sherin menghirup sebuah nafas, dia merasa pipinya memanas dan tangannya mulai berkeringat. Sherin menggigit bibir bawahnya dan berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Tatapan Devan terhadapnya menjadi semakin berat.
Devan meletakkan kepalanya di bahu Sherin dan bersuara dengan bergetar. "Sherin,apakah kamu mau?"
__ADS_1
Seperti kerasukan,Sherin hampir menganggukkan kepalanya.Setelah tersadar, Sherin segera menggelengkan kepalanya dan berpura-pura bodoh, "aku tidak mengerti apa yang kamu katakan"
Devan menundukkan kepalanya,lalu menatap ke Sherin, kemudian menciumnya.
Sherin mengulurkan tangannya dan mendorong Devan. Tetapi tangannya malah menyentuh dada Devan yang telanjang itu, wajah Sherin menjadi semakin merah.
Pada saat Sherin merasa sesak nafas, baru lah Devan melepaskannya. Tentu saja, Devan sendiri juga sedang bernafas dengan sesak. Dengan cepat Sherin mendorongnya ketika Devan sedang tidak fokus.Kemudian Sherin berputar balik badan membelakangi Devan.
Devan berdiri mematung dan hanya melihat tubuh bagian belakang Sherin, tenggorokannya bergerak dengan cepat,matanya menjadi warna merah.Tetapi Devan ingin menunggu Sherin, Devan ingin menunggu sampai Sherin sendiri yang mengijinkannya.
"kita hanya boleh tidur sperti biasa.Kamu jangan berpikir tentang yang lain, dengar tidak?" sebelum tidur, Sherin berkata lagi.
"hei,tanganmu sedang apa?"
"kamu bilang,jangan berpikir tentang yang lain.Tetapi,kamu tidak bilang jangan melakukan hal lain?" tangan Devan mulai melingkar di pinggang Sherin.
Setelah beberapa saat,Sherin mendengar suara deru nafas pria itu menjadi tenang.
Sherin merasa kehangatan di dalam hatinya, pria ini lebih memilih untuk menghormati Sherin.
Setelah itu, suasana kamar menjadi hening, yang terdengar hanya suara deru nafas Devan yang sudah terlelap itu. Sherin merasa sangat bahagia bisa membuat Devan tertidur tanpa makan obat.
__ADS_1
Sherin berputar balik badannya dan melihat ke pria yang berada di depannya.Ini adalah pertama kali Sherin melihat Devan dari jarak yang begitu dekat. Di lihat dari sudut apapun, Devan benar-benar memiliki penampilan yang sangat tampan dan sempurna.
Setelah melihat beberapa saat, sherin mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Devan dengan lembut.Ketika jarinya menyentuh ke bibir Devan, Sherin memberikannya sebuah kecupan.Setelah itu, tangan yang berada di pinggang Sherin tiba-tiba bergerak dan menarik Sherin lebih dekat dengannya.
"ah..." Sherin kaget.
"kamu....kamu belum tidur?" Sherin merasa sangat malu.
Devan mencubit wajah Sherin dengan lembut, "Sherin,aku adalah pria normal. Jika kamu berani berbuat hal-hal lain lagi,aku tidak bisa berjanji untuk bisa menahan"
Setelah itu, Devan mencium dahi Sherin, "cepat tidur!"
Sherin merasa lega dan berputar balik badannya.Jantungnya berdetak dengan kencang....
Terimakasih....
Mohon dukungannya like dan komen...
udah 3 part ya,,,Maaf kalau tulisan dan bahasanya kurang di mengerti🙏
Love you all.....
__ADS_1