
Yuta yang sedang melayani para tamu,tiba-tiba merasakan ada panas dan hangat di pahanya, dia pun menundukkan kepalanya, seketika dia kaget,
"kapan kamu datang,Momo?" saat dia berbicara, dia mengangkat Momo tinggi-tinggi di lengannya.
"papa Yuta, kamu sangat terlihat tampan hari ini" Momo memuji Yuta sambil mencium Yuta.
"Tuan Muda Yuta,ini siapa?"
Beberapa tamu melihat Yuta yang sangat menyukai anak kecil yang berada di lengannya, mulai mencari topik pembicaraan dan mencoba untuk mendekati mereka.
Yuta menatap Momo, dan dia tidak tahu bagaimana cara memperkenalkannya supaya lebih tepat.
"dia ayah angkat ku" Momo malah menjawab duluan dan merespons untuknya.
Ayah angkat? ya benar,ayah angkat.
"anak ini masih sangat kecil, tetapi bisa begitu cepat menjawab, kelak masa depannya akan tak terbatas, ya?"
"benar, tepat sekali, wajahnya juga sangat cantik. Tuan Muda Yuta, anda sungguh di berkati dan beruntung!"
Yuta hanya mengangguk dan tersenyum saja, di tempat ramai dan besar seperti ini tidak terlalu munafik, dia umumnya tidak ingin berbicara terlalu banyak. Dia merasa terlalu lelah.
"paman..." tidak tahu sejak kapan Simon sudah berdiri di dekat mereka.
Yuta berbalik dan menatap Simon. sangat jelas terlihat kalau dia kaget. Dia tanpa sadar menatap Momo yang berada di tangannya, tiba-tiba dia terpikir sesuatu.
"oh, Simon.Sejak kapan kamu datang ke sini? nenek tadi masih mencari kamu di sini" Yuta menyambutnya dengan hangat.
Simon mengangguk, tetapi tiba-tiba menunjuk ke Momo yang berada di tangan Yuta itu, "paman, siapa dia?"
Yuta tentu terkejut. Simon tidak pernah bermain dengan anak anak lain. Hal itu bukan rahasia lagi selama beberapa tahun ini.
__ADS_1
"kamu, tanya siapa dia?" Yuta mengulangi, "sejak kapan kamu mulai tertarik dengan anak lain?" Yuta bertanya dengan nada serius.
Simon sendiri juga merasa sangat aneh. Dia selalu membenci anak-anak, meski itu seusianya, lebih muda atau pun lebih tua. dan dia juga sama sekali tidak tertarik untuk bermain dengan mereka.
Namun, hari ini, gadis kecil ini, menarik perhatiannya.
"dia....putri angkat paman" setelah Yuta mengatakan ini, dia sedikit merasa bersalah. Lalu menurunkan Momo ke bawah. "Momo, kamu pergi bermain dulu saja ya, papa Yuta masih ada urusan di sini"
Anak secerdas Momo, dia tahu kalau Yuta sengaja menyuruhnya pergi.
Begitu kakinya sampai di lantai, dia langsung berlari dengan kencang meninggalkan tempat itu.
...
"kak Clover, sepupunya Yuta juga ada di sini hari ini. Apa kamu merindukannya?" ucap Amy.
Sepupu? Devan? Clover menarik nafas dan berusaha mengendalikan jantungnya yang berdetak kencang.
Dia tidak bisa berbohong pada Amy, dia hanya menjawabnya dengan tersenyum dengan mengangguk.
"tidak heran kamu terlihat sangat cantik hari ini"
Cantik? Clover pun membalikkan badannya, menoleh dan melihat penampilan dirinya melalui cermin.
Rambut panjang sebahu, fitur wajahnya luar biasa, riasan ringan, gaun renda terusan warna krem dan memperlihatkan bahunya yang mulus.
Ini adalah pakaiannya yang biasa.
"cantik? aku...ini yang biasanya aku pakai...." Clover berkata sambil merapikan rambut di sekitar telinga ke belakang telinganya.
"kak Clover, walau kamu mengenakan karung sekali pun, tetap saja akan selalu terlihat cantik dan bisa menaklukkan setiap laki-laki. apakah masih perlu mendapatkan pengakuan?" sebuah suara yang sangat familiar tiba-tiba terdengar, dan dua wanita itu menoleh ke arah pintu secara bersamaan.
__ADS_1
Jas abu-abu, kemeja putih, dasi merah, gaya berpakaian yang sangat vulgar, tetapi juga tidak bisa menyembunyikan ketampanannya.
"suamiku, kamu sangat tampan!" Amy menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan memuji Yuta tanpa ragu.
Yuta maju dan mencium kening Amy, "Terima kasih atas pujiannya istriku" ucap Yuta.
Dalam empat tahun terkahir, Amy telah menyentuh hati Yuta dengan sikapnya yang baik.
Terakhir kali pada saat mereka bepergian, Amy jatuh dari kuda untuk menyelamatkan Yuta.Amy langsung pingsan di tempat, dan pada akhirnya membuat Yuta sadar dan bisa melihat dengan jelas, ternyata dia memiliki perasan terhadap wanita ini secara tidak sadar.
"Yuta, kebetulan kamu datang. Ini adalah dividen untuk bulan ini, karena kamu ada di sini, aku akan menyerahkan bonus ini langsung kepada kamu. jadi aku tidak perlu mentransfernya" Clover mengeluarkan sebuah cek dari tasnya dan menyerahkannya kepada Yuta
"hei, apakah kamu harus melakukan itu? aku tidak pernah kekurangan uang, aku ke sini untuk memberitahu kamu, hari ini sepupuku membawa Simon ke sini, sudah empat tahun berlalu, apakah kamu tidak punya rencana sama sekali?"
Clover tertegun, rencana?
.
Bersambung...
.
.
Lanjutkan???
Kasih dulu like dan komennya yang banyak...
Terimakasih,
Love you all..
__ADS_1