Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Memuji Kemampuan


__ADS_3

Saat ini kebetulan dia melihat Devan berjalan ke arahnya.


Clover mengisyaratkan sesuatu kepada Jana dengan menggunakan dagunya, mengingatkannya kalau Devan sudah datang.


Seperti yang sudah di duga, dia melihat wanita di depannya ini menahan dirinya.


"apa yang sedang kalian bicarakan?" setelah Devan tiba di sana, dia secara alami jalan ke samping Clover, matanya menatap Clover dengan lembut sambil bertanya kepadanya.


"aku...." Jana ingin mengucapakan sesuatu.


Clover malah berkata lebih dulu, "tidak apa-apa, Nona Jana hanya sedang memuji kemampuanku cukup hebat karena bisa mendapatkan pria hebat sepertimu" setelah itu Clover sengaja memberikan jus jeruk yang tadi sudah di minumnya kepada Devan, "mau minum tidak, ini baru di peras,,,sangat segar"


Devan pun tersenyum dan secara alami mengambilnya, lalu meminumnya seteguk, dia mengerutkan alisnya, "kamu jangan minum terlalu banyak, ini sangat dingin"


"kamu juga, bukannya waktu itu lambung kamu terluka?" sambil berbicara, Clover mengambil gelas yang ada di tangan Devan.


"anggur merah juga sangat keras, mulai saat ini kamu tidak boleh minum terlalu banyak" nada bicaranya terdengar manja dan penuh perhatian.


Devan menganggukkan kepalanya dan mengelus kepala Clover, "ya baiklah, aku akan mendengarkanmu, nanti aku akan minum sedikit saja"


Mereka berdua memperlihatkan kemesraan mereka seperti tidak ada siapa pun di sana, sedangkan Devan dari semenjak dia datang ke sana, dia bahkan tidak meliriknya sama sekali, membuat Jana akhirnya tidak bisa mempertahankan senyuman yang dari tadi di paksakan nya.

__ADS_1


"direktur Devan, mengenai sebidang tanah yang ada di kota Nan, aku dengar dengar kamu menginginkannya?"


Saat Devan mendengar suaranya, baru lah dia menoleh dan menatap Jana, dia mengerutkan alisnya dan mengangguk, "iya, perusahaan ku harus mendapatkan tanah itu"


Jana merapatkan bibirnya dan menunduk, seperti sedang memikirkan sesuatu, tidak lama kemudian dia mendongak dan menatap Devan, "apa anda tertarik dengan harga awalnya?"


Setelah itu dia melihat ke arah Clover, maksudnya adalah, kali ini kamu merasa bodoh bukan? mereka sekarang sedang membicarakan masalah pekerjaan, kamu tidak tahu bagaimana caranya ikut dalam pembicaraan bukan? (dalam hati Jana)


Clover mengetahui maksud pandangan Jana kepadanya, seketika dia merasa kalau wanita ini sangat lucu.


Devan adalah seorang pengusaha, berhubungan dengan wanita ini adalah hal yang biasa, membicarakan masalah pekerjaan adalah hal yang lebih biasa lagi.


Jika dia harus marah setiap kali Devan berbicara dengan wanita lain, maka Devan tidak pantas menerima pengorbanannya yang begitu banyak untuknya.


Setelah itu, dia berdiri dan menarik lengan Devan, "karena kalian sedang membicarakan masalah pekerjaan, maka bicaranya sambil duduk saja"


Setelah Devan duduk, pertama-tama Clover melihat Jana, lalu akhirnya dia menatap Devan, "Devan, aku akan pergi untuk mencari makanan yang enak, kalian ngobrol saja dulu, nanti agak malem aku kemari lagi untuk mencari kamu"


Selesai berbicara, dia langsung berbalik dan pergi tanpa ragu sama sekali.


Jana tanpa sadar sedikit membuka mulutnya, sikap wanita ini membuat dia merasa kaget.

__ADS_1


Dia mengira kalau Clover akan bersikap kekanak-kanakan dengan ngambek atau cemburu kepada Devan....


........


Clover merasa hari ini, di resort ini, pasti sudah mengeluarkan uang yang sangat banyak, berbagai jenis makanan laut ini benar-benar sangat segar....


.


.


.


Bersambung....


Maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti🙏


Mohon dukungannya like dan komentar...


Terimakasih...


Love you all

__ADS_1


💖❤💖


__ADS_2