
Sherin melihat gadis bontet dan Debora yang berada di depan kantor. Meskipun pandangan Sherin terhadap gadis bontet ada sedikit berubah karena masalah kemarin, Sherin tetap menyukainya.Kalau untuk Debora, Sherin sangat jarang berinteraksi dengannya kecuali masalah menata rias untuk Gabriel kemarin. Tetapi yang jelas, wanita ini sepertinya membenci Sherin.
"kali ini, kalian akan pergi ke tempat penyuntingan film dan menata riasan beberapa artis terkenal di sana. ingat,harus patuhi aturan dan turuti keinginan pelanggan!" peringatan dari manager Lupus.
Karena ini adalah yang pertama kali bekerja sama dengan perusahaan Clover, Manager Lupus merasa gugup dan terus mengulangi kata-katanya.
Akhirnya tatapan Manager Lupus tertuju pada Sherin, "Sherin, kamu yang lebih kenal dengan Direktur Clover.Jika terjadi sesuatu, kamu yang harus arahkan mereka!" setelah berkata seperti itu,Manager Lupus berjalan ke sisi Debora.
Perasaan tidak nyaman di dalam hati Sherin menjadi lebih kuat ketika dia melihat manager Lupus mencubit pinggang Debora.
Setelah beberapa saat,sebuah mobil yang akan mereka kendarai telah tiba dan mereka pun berangkat ke daerah pelangi.Waktu yang di perlukan untuk sampai di daerah pelangi dari daerah Ciput adalah sekitar 4 jam lamanya. Setelah sampai,mereka bertiga pun berkunjung ke tempat penyuntingan film.
"jadwal penyuntingan film di sini agak mendesak sehingga kalian harus bekerja lebih keras.Saya akan membawa kalian pergi makan siang setelah kalian selesai bekerja" Orang yang mengantar mereka ke tempat acara penyuntingan film ini berkata dengan sopan.
Kemudian mereka bertiga diatur untuk menata riasan tiga orang pada waktu yang sama. Sherin menata riasan seorang artis, namanya adalah Elsa. Sherin pernah melihat Elsa di dalam sebuah drama.Meskipun Elsa masih muda,teknik akting nya sangat luar biasa. Sherin sangat merasa gugup karena ini merupakan yang pertama kali dia bertemu dengan artis pada kehidupan nyata.
"halo" Sherin menyapa artis yang bernama Elsa itu sambil membuka kotak alat rias yang dia bawa.
__ADS_1
"pakai saja alat rias aku!" Elsa berkata dengan sangat lembut dan menyerahkan sebuah tas kecil miliknya kepada Sherin. Peran Elsa pada film ini adalah seorang guru yang mengajar di sebuah desa. Sherin berpikir,Riasan yang cocok untuknya adalah riasan yang sederhana dan alami.Ini tidak terlalu sulit bagi Sherin sehingga dia menyelesaikan menata riasan nya dalam waktu yang sangat singkat. Elsa menatap bayangan dirinya di cermin dan dia tersenyum dengan puas.Kontur wajah Elsa yang jelas terlihat lebih lembut setelah menata riasan.
"teknik riasan kamu sangat bagus" Elsa meletakkan cermin riasan di atas meja dan memuji Sherin dengan murah hati.
"Terima kasih" Sherin merasa sangat gembira karena ada orang yang memuji teknik riasan nya.Dia juga merasa kagum dengan Elsa yang memiliki personalitas yang baik.
"Sherin,kamu beruntung banget.Dua artis yang aku dan Debora untuk menata riasan nya sangat memilih.kami jadi merasa emosi karenanya." Pada saat makan siang,gadis bontet terus mengeluh tentang artis yang dia menata riasan untuknya.
Wajah Debora cemberut,dia melirik ke Sherin dan berkata dengan ketus. "apa kah kamu menyuruh Direktur Clover yang kamu kenal itu untuk mengatur semua ini? kalau tidak mengapa bisa kamu yang menata riasan Elsa?"
Gerakan Sherin yang sedang mengambil lauk pun berhenti, dia benar-benar tidak ingin berdebat mempermasalahkan hal ini,dan dia tidak ingin bermusuhan dengan siapa pun.Jadi, Sherin hanya mengangkat kepalanya dan melirik sekilas ke Debora. "Nona Debora, tolong jangan asal berbicara!" setelah mengatakan itu, Sherin menghabiskan makanannya dengan cepat dan meninggalkan tempat.
"dia orang yang baik? kamu itu terlalu polos." Debora memandang gadis bontet dengan sinis dan berjalan ke arah yang berlawanan dengan kepergian Sherin.
Lokasi syuting berada di daerah pedesaan.Rumah yang sederhana dan jalanan yang tidak memiliki aspal. Elsa sedang menyunting adegan di mana dia sedang di ganggu oleh pemain utama wanita.Pemain utama wanita menampar ke wajah Elsa sampai Sherin yang berdiri begitu jauh dari nya bisa mendengarkan suaranya.Alis Sherin terangkat, bukan kah adegan menampar di lakukan dengan rekayasa dari sudut pengambilan gambar saja? mengapa pemain utama wanita itu benar-benar menampar nya,bahkan sangat keras? para staf di lokasi juga mulai membahas tentang hal ini.
"penata riasan Elsa di mana?" Sherin tiba-tiba ada yang memanggilnya dan dia segera mendekat.Pria yang duduk di depan mesin pengawas menunjukkan jarinya ke Elsa dan berkata "tambahkan sedikit lagi riasan pada wajah Elsa!"
__ADS_1
Elsa memegang pipinya dan berjalan menuju ke arah Sherin.Bekas lima hari di pipinya membuat Sherin merasa kasihan kepada Elsa.Apakah pemain utama wanita itu terlalu fokus pada adegan dramanya? sampai dia bisa menampar Elsa dengan sangat kuat.
"apakah kamu baik-baik saja?" Sherin bertanya kepada Elsa. Elsa hanya mengangguk,tetapi Sherin melihat air mata di mata Elsa. Sherin merasa kesan, semua pekerjaan memiliki kesusahannya.
"Elsa,mengapa kamu tidak menghindar dari tamparan wanita itu?" seseorang yang tampak seperti asisten datang dan membawa handuk "ayo,cepat oleskan handuk dingin ini ke pipi kamu.kalau pipi kamu menjadi bengkak, kamu juga tidak bisa menyunting iklan kosmetik yang akan di laksanakan dalam tiga hari"
Kalimat utama yang di ucapkan sang asisten itu sangat menyentuh.Tetapi kalimat terakhirnya menghancurkan semuanya. Sherin merasa kesal dan dia pun melihat ke Elsa, dia hanya terus menundukkan kepalanya dan meletakkan handuk dingin itu ke wajahnya.
"kak,bisa kah kamu membantu aku untuk menolak iklan itu? aku merasa tidak enak badan beberapa hari ini." Elsa berkata dengan lembut.Ekspresi orang yang di panggil kakak oleh Elsa itu menjadi berat. "Elsa, itu adalah iklan Ningga Group.kamu yakin mau menolaknya?"
***Ningga Group adalah Group perusahaan Devan***
Mendengar kata Ningga Group, Sherin langsung teringat dengan Devan.
"dia sudah bertunangan dengan Gabriel.aku tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi walaupun aku mencari kesempatan untuk bertemu dengannya" keluh orang yang di panggil kakak oleh Elsa itu.
Sudah bertunangan? sudah pasti orang yang tengah mereka bicarakan adalah Devan. Sherin tiba-tiba teringat dengan kata-kata Simon.Apakah Elsa termasuk salah satu wanita yang Devan membelikannya banyak barang?
__ADS_1
"Elsa,Gabriel belum tentu menikah dengan Devan.Teman aku yang bekerja di konsultan kecantikan berkata Gabriel sering pergi ke sana.Teman aku berkata Gabriel masih perawan sampai sekarang meskipun dia sudah bersama Devan selama bertahun-tahun.jelas,pasti Devan tidak menyukainya.Kalau tidak, anak mereka pun sudah dilahirkan dan pasti sudah bisa lari!"