Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Ceroboh


__ADS_3

 


Devan berkata dengan agak cemas, namun Sherin mengerti bahwa orang seperti Devan bisa berkata\-kata seperti ini, berarti benar\-benar tulus dari lubuk hatinya.


 


Berpikir sampai di sini, pandangannya merendah.


Dagu Devan bersandar di bahu Sherin, tenggorokannya menggulung dengan cepat, dan suara bernada rendah seperti magnetik perlahan-lahan mengalir ke telinga Sherin, " jadi, Sherin,jangan pernah menjauhi ku!"


Sherin tampak agak terkejut,setelah beberapa menit kemudian, Sherin tiba-tiba mengangkat tangannya dan perlahan melingkar di pinggang Devan.


"Devan,akan kah kamu menyesali keputusan kamu hari ini?"


"pasti!" Devan berkata lagi "di kehidupan selanjutnya"


Setelah Devan selesai berkata, dia pun menimpa tubuh Sherin, kemudian mengangkat sudut bibirnya dan berkedip dengan sebelah mata.

__ADS_1


Suara yang seperti magnetik itu berkata pada telinga Sherin lagi, "bisa bertemu dengan kamu, itu adalah keberuntungan untukku"


Hembusan nafas Devan sangat terasa,tubuh Sherin bergetar, tatapannya ke bawah, dan berkata, "Devan,kamu cepat lah bangun,kamu itu sangat berat."


Tangan besar Devan itu menyentuh wajah Sherin yang halus, perlahan-lahan turun, seketika terdengar suara menelan dari tenggorokannya dan juga tubuhnya dengan jelas merespon dengan tindakan tersebut.


Sherin secara alami juga merasakannya, dia membuka mulut dan menutup dengan kedua tangannya.


Devan mengerutkan alisnya dengan bingung,dia melihat ke arah di mana jarinya terletak, dan akhirnya dia mengerti, kemudian mendongak, merapatkan bibirnya, namun pada akhirnya dia tidak bisa menahan lagi lalu tertawa lepas.Dia kemudian membungkukkan badannya, dan mencium Sherin.


Meskipun tadinya Sherin tidak tahu apa-apa,tetapi pada saat ini dia tampaknya sudah mengerti, dia bergegas menarik tangannya kembali, wajahnya memerah dan berpikir dalam hati 'Ya Tuhan, ada kah orang yang bodoh dan ceroboh seperti dia, dan tadi masih bertanya kepadanya tanpa merasa malu'


"papa,bukan kah kamu pernah mengatakan kalau mama jelek? mengapa kamu masih betah menyandar di badan mama?" tiba-tiba terdengar sebuah suara lembut dari pintu.


Sherin menoleh ke sisi di mana Simon berdiri dengan santai dan sambil tersenyum.


Sherin dengan sekuat tenaga mendorong Devan, "Tuan Devan, bukan kah aku ini jelek dan membosankan, anda sebaiknya segera bangun,supaya tidak mengotori tubuh anda!" Sherin berkata dengan nada menyindir.

__ADS_1


Dasar! berani mengatakan dirinya jelek? sepertinya dia tidak memperhatikan ketampanan putranya yang sekarang dan siapa yang mewariskannya.


Melihat Devan tidak merespon, Sherin dengan cepat menendang kakinya,dan mungkin karena Devan tidak tahu kalau Sherin akan menendang kakinya, jadi dia kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke lantai.


Melihat Devan yang menyedihkan itu, semuanya menertawakan dia.


Mbok Lili yang berdiri di depan pintu dapur itu, mendengar tawaan yang datang dari luar dan hatinya menjadi lebih hangat.


Tadi malam,dia di ajak oleh Devan kemari,katanya untuk merayakan tahun baru bersama-sama.Mbok Lili langsung mengerti bahwa perasaan Devan kepada Sherin itu sangat tulus.


Ketiga orang itu keluar, ekspresi Devan memburuk, tapi kedua orang itu terus menertawakannya....


Ketika makan sampai setengah,


Simon tiba-tiba meletakkan sumpitnya, dan bertanya kepada Devan dengan tatapan yang sangat serius, "papa, kamu jawab aku dengan jujur! aku lihat,tadi kamu menyandar di badan mama, apa yang ingin kamu lakukan?"


.....

__ADS_1


__ADS_2