Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Siapa Yang Mengalami Insiden


__ADS_3

"Perusahaanmu kapan akan di buka secara resmi? apa sudah memilih tanggal?" Devan mengganti topik.


"iya, aku tidak memilih tanggal, aku tidak percaya dengan hal seperti itu, rencanaku ingin buka di sabtu ini, sisa 3 hari" berkata sampai disini, Clover mengangkat kepalanya dan menatap ke Devan, "mendengar kata-kata direktur Devan, apakah anda bermaksud mau menghadiri acara pembukaan?"


Devan menggosok alisnya dengan lembut, lalu menjawab, "akan aku usahakan" setelah itu Devan berputar balik badannya dan menutup pintu.


Clover tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, tetapi dia merasa ada sedikit harapan di dalam hatinya.


Waktu 3 hari pun tiba dengan cepat.


Karena harus pergi melihat dekorasi acara, Clover bangun lebih awal daripada Devan untuk pertama kali.


Clover sengaja menata riasan yang sangat indah untuk dirinya dan memakai pakaian gaya china yang telah disediakan Wuli tadi malam, kemudian Clover mengikat rambutnya dengan sederhana sebelum keluar dari rumah.


Karena Clover tidak bisa mengemudi, Devan mencarikan Clover seorang supir khusus untuk memudahkan Clover pulang pergi.


Tetapi Clover selalu berangkat dari rumah pada waktu yang telat, Devan mengundur waktu bekerja sang supir menjadi agak telat juga, karena waktu sudah hampir tiba, Clover menyuruh supir Devan untuk mengantar dirinya dulu, karena satu orang supir bertanggung jawab atas satu mobil, akhirnya Clover berangkat menggunakan mobil Devan.


Setelah Clover sampai di kantor, Wuli sudah menyiapkan hampir semua barang, tidak tahu dari mana Wuli mencari set meja, set gelas dan layar bergaya kuno, seluruh tempat terlihat sangat kuno dan antik.


Banyak orang yang melewati tempat itu berhenti dulu di sana hanya untuk mengambil foto.


semua masalah sedang berjalan dengan lancar dan sesuai rancangan, tetapi ketidaknyamanan di hati Clover tidak bisa menghilang.


"Direktur Clover, apakah direktur Devan akan menghadiri acara pembukaan hari ini juga?" Wuli mengira Clover yang mengerutkan alisnya terlalu gugup, lalu dia sengaja mengajaknya berbicara.


Clover mengangguk, semalam sebelum tidur Devan ada bilang mau memberikan Clover sebuah hadiah besar, seharusnya Devan akan datang hari ini.


Berpikir sampai sini, ekspresi cemas Clover menjadi agak lega. "iya, katanya dia akan datang"

__ADS_1


Selanjutnya adalah sesi tamu masuk ke dalam tempat acara, awalnya Clover tidak bermaksud akan mengundang terlalu banyak orang selain Yuta, beberapa perusahaan yang ada kerja sama dengan CX, dan beberapa penata rias utama, tetapi Wuli berkata ada lumayan banyak orang yang akan datang untuk memberikan selamat, jadi Clover juga tidak bisa menolaknya.


Para tamu juga sudah hampir semua telah hadir.


Tetapi Clover tidak melihat bayangan Devan, dia merasa sedikit tidak sabar, lalu mengeluarkan ponselnya, ketika Clover baru saja hendak menelpon Devan, malah ada Dylan yang menelpon dia, Clover langsung mengangkatnya dengan bahagia.


Selanjutnya, Wuli melihat wajah Clover menjadi pucat dan ponsel yang dipegang Clover juga seketika jatuh ke lantai.


Wuli membantu Clover mengambil ponselnya dan Clover sudah berlari ke jarak beberapa meter dari Wuli ketika Wuli akan memberikan ponsel Clover kepadanya.


Clover mengingat adegan terakhir seperti ini adalah ketika Simon mengalami insiden, meskipun akhirnya Simon baik-baik saja, tetapi suasana hati Clover sekarang juga sama seperti waktu itu, sangat cemas dan terasa panik.


Clover memang sudah merasa tidak nyaman dalam hatinya beberapa hari ini, dia merasa pasti ada sesuatu yang akan terjadi, tetapi dia tidak menyangka kalau yang akan mengalami insiden itu adalah Devan.


Pada saat Clover sampai di rumah sakit yang dikatakan oleh Dylan, yang terasa aneh adalah keadaan rumah sakit sangatlah sunyi, Clover mengira jika Devan mengalami suatu insiden pasti akan terjadi kerusuhan, tapi Clover tidak melihat satu orang pun yang berhubungan dengan Devan.


Kemudian Clover bertanya kepada seorang perawat, "apakah kamu tahu tuan Devan dirawat di mana?"


Orang kedua pun sama juga menggelengkan kepalanya....


Clover sudah hampir berlari ke ruang rawat darurat di lantai atas dan bawah rumah sakit ini, tetapi dia tidak melihat Dylan dan tidak ada yang tahu juga ketika Clover bertanya.


"Devan, kamu di mana?" Clover buru-buru pergi waktu tadi dan dia lupa tidak mengambil ponselnya, Clover merasa sangat cemas sampai dia berlutut di atas lantai.


Tetapi tidak ada seorang pun yang menjawabnya.


Clover tidak memiliki kebiasaan mengingat nomor ponsel, jadi sekarang dia hanya seperti seekor lalat yang tidak memiliki kepala.


"Nona, apakah anda salah mengingat nama rumah sakitnya? Tuan Devan yang kamu katakan adalah Direktur Ningga group kan? jika orang yang berstatus begitu tinggi mengalami insiden tidak mungkin suasana rumah sakit masih begitu sunyi" seorang dokter yang sudah agak tua berkata setelah melihat Clover terus berlarian ke atas dan ke bawah berkali-kali.

__ADS_1


Clover menoleh ke dokter itu, "orang itu menyebut nama rumah sakit ini, aku tidak salah dengar" Clover tidak mungkin salah mendengar akan masalah penting seperti ini.


Tetapi Clover tidak mengerti mengapa dia tidak bisa menemukan Devan di sini, lalu di seluruh rumah sakit ini tidak ada seorang pun yang dia kenal.


Clover keluar dari rumah sakit dan dia memanggil sebuah taksi, dia ingin kembali ke kantor dan mengambil ponselnya dulu.


Pada saat Clover hendak turun dari taksi, pengemudi taksi itu menahan dia, melihat pakaian Clover yang aneh, pengemudi itu berkata, "Nona, apakah kamu datang dengan sangat terburu-buru? apakah kamu tidak tahu, duduk di taksi itu harus bayar?"


Clover melepaskan tangan pengemudi itu dan berteriak, "calon suamiku mengalami insiden, apakah kamu bisa membiarkan aku mengambil ponselku dan menelpon dulu?....." berkata sampai sini, Clover menangis dengan sedih.


Pengemudi itu mengerutkan alisnya setelah mendengar kata-kata Clover, kemudian dia kembali ke mobil, lalu pergi setelah menginjak gas.


Jadi, pada saat Clover sampai di kantor, riasannya sudah menjadi berantakan, bajunya juga sudah tidak rapi dan bahkan ikatan rambutnya pun sudah terlepas, Clover terlihat sudah sangat kacau dan canggung.


Selain itu Clover masih terus menangis.


Karena mencemaskan Devan, Clover tidak bisa peduli dengan orang lain.Melihat Wuli berdiri di depan pintu, dia langsung berlari ke Wuli dan menariknya, "Wuli, di mana ponselku?"


Wuli tidak bereaksi setelah melihat penampilan Clover yang kacau, dia mengeluarkan ponsel Clover dari sakunya, lalu memberikan kepada Clover. "apakah anda pergi berebut pria atau dipukuli orang?"


Clover tidak sempat menjelaskan kepada Wuli, dia buru-buru mengambil ponselnya dan langsung menelpon Dylan.


Tetapi.....


"................." nada dering yang sangat familiar terdengar berdering di belakang Clover, Clover sudah pernah mendengar nada dering ponsel Dylan beberapa kali, nada deringnya sangat unik dan enak didengar.


.


.

__ADS_1


.


Mohon maaf baru bisa up 🙏


__ADS_2