
Ketika Clover terbangun kembali, dia berada di dalam mobil.
Merasakan sedikit benturan, membuat tubuhnya terkejut.
Dia mengucek matanya yang mengantuk, tangannya terangkat dan ingin duduk, tapi tempat yang di sentuh tersebut, terasa hangat.
Sebelum dia sempat bereaksi, terdengar suara lembut berbisik di telinganya, "sudah bangun?"
"kakak ipar, kakakku menyiksamu lagi tadi malam?" suara Tifa? Clover terkejut, langsung duduk tegak, memutar kepalanya dan melihat Devan sedang memegang ponsel, sedang vidio call dengan Tifa.
Dia menggigit bibir bawahnya, menundukkan kepalanya dan wajahnya memerah.
Kali ini, benar-benar tidak boleh mengeluh terhadap Devan, karena tadi malam yang menyiksa dia adalah Devannya sendiri. Memikirkan hal ini wajahnya bahkan lebih memerah lagi.
"kita ini mau ke mana?" dia mengganti topik pembicaraan, sambil berbicara, menundukkan kepalanya melihat badannya.
Pakaian olah raga Abu-abu yang terlihat tidak asing, tiba-tiba teringat bahwa Devan juga pernah memakai pakaian yang sama, matanya mencerahkan dan sudut bibirnya pun naik.
"sudah hampir tiba di kota seroja"
Clover mengerutkan alis, melihat ke jendela, melihat pemandangan di luar, gaya arsitektur kota seroja dan kota Ciput benar-benar berbeda, dan di sini tempat lahir dia, jadi, begitu dia melirik, dia juga tahu bahwa Devan tidak berbohong padanya, dia terkejut, lalu menoleh untuk menatap Devan, "kenapa bisa ke kota Seroja?"
__ADS_1
Devan memandangnya, ingin berkata tapi berhenti, akhirnya, Devan menyesuaikan posisi duduk, kemudian menjawab, "bukan kah kamu ingin mencari Gary?"
"bukan kah Gary berada di luar negeri?" Clover balik bertanya karena sedikit bingung.
Devan menggelengkan kepalanya, "tiga tahun yang lalu, pada hari kamu melahirkan, dia tiba-tiba memiliki kesadaran, kemudian keluarga Gary menjemputnya kembali dan membawa ke kota Seroja, katanya udara di sini baik, cocok untuk istirahat dan memulihkan diri."
Alis Clover mengerat, hari dia melahirkan, Gary memiliki kesadaran?
Hari itu, hidupnya dekat dengan kematian, jadi Gary juga merasakannya?
Seperti, terakhir kali Gary jatuh dari tebing, dia pun merasakan hal yang sama?
Memikirkan hal ini, harapan dan kegembiraan sedikit bertambah di hatinya.
Tapi....
"bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"
Devan menutup telpon Tifa,menatap Clover, dan tidak ingin memberitahu kepadanya, bahwa di hari Clover melahirkan Momo, hari dia dekat dengan kematian, rumah sakit menelponnya, memberitahu keadaan Gary, namun Devan tidak menganggapnya serius, pada saat itu, Devan menyerahkan telponnya kepada Gabriel.
Sekarang berpikir tentang hal ini, jika Clover memiliki perasaan terhadap Gary, dia lebih perhatian terhadap info rumah sakit, maka selama empat tahun tidak akan seperti ini.
__ADS_1
"kemarin aku meminta Dylan untuk melakukan hal ini, dia yang menemukan bahwa Gary sudah ada di kota Seroja pada tiga tahun yang lalu" Devan menjawab dengan singkat.
Clover mengangguk, lalu bertanya, "lalu, bagaimana aku bisa sampai ke kota Seroja?"
Dia jelas ingat bahwa dirinya berada di tempat tidur.....
Devan menyipitkan matanya, tangan besar yang sedang memegang Clover pun berhenti sejenak, dan berbisik dengan pelan di telinga Clover, "performamu kemarin baik, hari ini, aku enggan untuk membangunkanmu, jadi aku yang menggendongmu"
Clover menelan ludah dan berpura-pura tidak mengerti, lalu mengganti topik pembicaraan, "itu, berapa lama lagi kita sampai?"
Clover sudah berpikir banyak sekali cara mencari hubungannya dengan Gary, tetapi masih belum pernah mencoba satu cara yang ini.....
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti🙏