
Mohan mengubah sikapnya yang tadi terlihat banyak bercanda, seketika wajahnya sangat serius, dia mengangkatnya, berbalik badan dan berjalan ke arah Devan dan Dylan.
"kakak sepupu?" tidak terduga, Mohan mengenal Devan dan juga memanggilnya kakak sepupu, sepertinya dia mengikuti Yuta memanggilnya 'kakak sepupu'.
"bagaimana kamu bisa ada di sini?" nada bicara Devan terdengar agak aneh, mohan berdiri di sebelahnya, semua orang juga bisa melihat kalau mereka sedang berkencan.
"oh, itu,aku...aku datang ke sini untuk makan bersama dengan teman ku" kata Mohan, sambil berbalik untuk melihat Clover, "kamu baru saja bilang mau menyapa, siapa yang kamu kenal di antara mereka?"
"Nona Clover, tidak menyangka kita bertemu lagi" Mohan masih berbicara, Devan langsung memotong nya.
"ternyata kamu juga mengenal kakak sepupu...." ucap Mohan.
"tidak akrab, dia adalah kakak sepupunya Yuta" jawab Clover.implikasinya dia hanya mengenal Yuta, dan Devan adalah sepupunya, dia hanya sekedar menyapa.
Mohan berkedip, "oh, ternyata kamu sama seperti aku"
Clover membuka mulutnya.....dan akhirnya tidak menjelaskan lebih lanjut lagi.
Hanya....
"bagaimana bisa sama? aku sudah pernah tidur dengannya, dan apakah kamu pernah tidur bersamanya?" suara rendah itu sedikit konyol, perlahan lahan keluar dari mulut Devan.
Dua tiga kalimat itu, membuat suasananya menjadi hening sejenak, Clover menggertakkan giginya dan memelototi Devan.
Devan yang melihat Clover memelototinya, matanya membelalak, dan suara berat itu menatap Clover dan berkata, "bagaimana? kamu berani memberitahunya, kita belum pernah tidur bersama?"
Clover terheran, dia sudah tahu kalau pria ini tidak tahu malu, tetapi dia tidak tahu kalau *********** bisa sampai di tingkat ini.
Mohan menatap Clover dengan tidak percaya, "apa hubungan kalian berdua?"
"dulu, itu...itu...." perkataan Clover menjadi tertahan-tahan.Pada saat ini, dia tidak bisa menceritakan hubungannya dengan Devan. Apakah itu pacaran? namun, pada saat itu Devan sudah bertunangan. Apakah kekasih? tidak, Clover tidak mau mengakuinya,itu....
"ayah dari anaknya" Clover merasa hubungan ini tidak lah buruk, "namun, sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."
Kata-kata ini, dia hanya mengucapkan kepada Devan.
Devan tertawa....Tetapi senyumnya belum sampai di bawah matanya, dia melihat Mohan dan berkata, "Mohan, kamu begitu sempurna, tetapi kamu malah berkencan dengan seorang wanita yang sudah melahirkan seorang anak, pernahkah kamu berpikir keluarga kamu akan setuju?"
Devan menunjukkan akar masalahnya dengan cara yang sangat singkat, Clover mencibir dan menatap Mohan dengan penuh perasaan bersalah dan menarik Mohan mendekatinya.
"kakak sepupu, apakah kamu berbicara tentang Momo? tidak apa-apa, anak itu, aku sangat menyukainya, aku tidak ada masalah dengan itu...." Mohan menjeda sejenak, berpikir, dan lanjut bertanya lagi, "Jangan-jangan, Momo itu adalah anakmu?"
Mendengarnya, tatapan Devan menjadi dingin, memikirkan dirinya begitu menjaga cinta untuk nya, dia malah mempunyai anak dengan orang lain... Hatinya seperti orang yang mengamuk, sangat lah kacau....
Clover tiba-tiba bereaksi, "Mohan, aku minta maaf, aku lupa memberi tahu kamu,aku mempunyai dua anak, yang sulung adalah aku menjadi ibu pengganti kehamilan untuk penerus generasinya, kalau yang kecil...." Clover terdiam sebentar, "yang kecil, itu anakku dengan mantanku"
__ADS_1
Kali ini, ekspresi Mohan terlihat agak suram, setelah beberapa detik kemudian, Mohan kemudian berkata, "aku tidak peduli dengan masa lalu mu Clover, ayo kita pergi dulu?!"
Tetapi ketika sedang berbicara, tangan yang ada di bahu Clover, Tiba-tiba tergelincir.....
Clover melirik Devan dan berbalik berjalan menuju pintu, Mohan mengikutinya dari belakang.
Di dalam perjalanan, Mohan dan Clover sama sama diam tidak berbicara, Clover merasa sedikit malu, sedangkan Mohan sedang memikirkan apa yang baru saja terjadi.
Sampai di pintu rumah Clover, mobil berhenti dan Clover langsung melepaskan sabuk pengaman dan bersiap untuk turun.
Tiba-tiba ada kehangatan di lengannya,dia pun menoleh dan melihat Mohan yang sepertinya ada sesuatu yang ingin di katakan, lalu dia menarik kembali tangan yang hendak membuka pintu mobil itu.
"Clover, jika kamu serius dengan aku, aku tidak akan keberatan dengan apa yang terjadi denganmu di masa lalu, aku Mohan, tidak akan peduli dengan semua itu." ekspresinya sangat serius, tidak seperti sedang bercanda.
Namun, hal itu membuat Clover terkejut, sejujurnya,Clover tidak berharap bisa bertemu dengan Devan hari ini, dia berpikir bahwa setelah insiden tadi itu terjadi, Mohan akan mundur sendiri, lagi pula, dia masih sangat muda, keadaannya juga sangat baik, dan tidak ada alasan untuk menikahi seorang wanita yang sudah memiliki dua anak.
Tetapi...Mohan pada saat itu, dia mengatakan bahwa dia tidak peduli.
Jika di bilang hati tidak tersentuh, maka itu adalah bohong, tetapi...itu bukan cinta!
"itu, Mohan Terima kasih, bisa menerima masa laluku, tetapi...aku merasa kita harus lebih mendalami dan mengerti sesama lagi? lagi pula, kita belum benar-benar saling memahami." setelah mengatakan ini, Clover diam-diam menghela nafas, tidak peduli apa, ini adalah pertama kalinya dia mengambil langkah maju dalam beberapa tahun ini.
Awalnya Mohan terdiam, kemudian dia bereaksi dan mengangguk, "baik, baik, aku....aku tahu"
Tingkah laku dia sekarang ini membuat Clover terpikir dengan Siyu, pria yang juga pernah mengatakan cinta padanya.
Mohan melihat jam di pergelangannya, "jika itu tidak merepotkan kamu, tentu saja mau..."
Clover tersenyum, kemudian membuka pintu dan turun.
Clover terus menatap lurus ke depan rumah, tidak menoleh ke samping sama sekali, dia juga sebenarnya tahu bahwa yang duduk di mobil itu adalah Devan.
Meskipun Mohan juga merasa kalau Clover agak terpaksa, tetapi wajahnya masih sangat menyenangkan.
Saat memasuki rumah, Momo baru saja selesai mandi, dan mengenakan baju tidur kelinci berwarna pink-nya.Bibi Su sedang mengeringkan rambut Momo yang basah, Melihat keduanya yang masuk ke rumah,sedikit agak terkejut....
Bibi Su tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk dengan sopan kepada Mohan, dan melanjutkan mengeringkan rambut Momo.
Namun berbeda dengan Momo, dia tidak tenang, lalu tangan kecil itu mengambil pengering rambut dari tangan bibi Su dan mematikannya. rumah itu seketika menjadi sunyi.
Melihatnya, bergegas ke sisi Mohan, dan meletakkan tangannya di punggung, mengerutkan keningnya dengan erat, dan mengawasi Mohan dari atas sampai bawah.
Setelah beberapa saat, dia berkata, "kamu adalah pacar mamaku?"
"hei, Momo...panggil paman!" ucap Clover sambil menyibakkan rambut di sisi telinga ke belakang telinga,merasa agak tidak nyaman.
__ADS_1
Mohan menatap anak kecil di depannya, dan ada rasa sedikit kekecewaan. mengapa setelah melihat anak itu, di lihat dari sisi mana pun masih terlihat agak mirip dengan Devan yang tadi baru saja ketemu, tetapi....clover jelas-jelas mengatakan kalau itu bukan anak dari Devan, sepertinya itu juga anak dari Devan.
"apakah kamu Momo? namaku adalah Mohan, nama kita sama-sama Mo..." Mohan berkata sambil mengeluarkan boneka kecil dari sakunya dan memberikannya kepada Momo, "pertama kali bertemu, paman memberikan kamu boneka kecil, lain kali paman akan memberikan kamu boneka yang besar."
Clover memandangi boneka itu, itu adalah sebuah boneka kecil, ukurannya hanya sebesar telapak tangannya.Tangan Momo tidak tahun tersentuh di mana, tubuh boneka kecil itu bergerak dan memberikan lagu yang manis pada saat bersamaan. Dengan tubuh berputar, rok yang semula warna hitam mulai berubah warna, sekejap warna merah muda, sekejap lagi warna ungu, wajah ceria boneka kecil itu juga ikut berubah warna sesuai warna rok, sekejap puth, sekejap lagi warna kulit, dan bahkan warna mata juga ikut berubah.
Momo benar-benar terkagum,dan bibirnya yang kecil itu berkata dan menatap Mohan, "bagus sekali, ujian ku kali ini, kamu sudah bisa lulus" Kemudian sambil memegang bonek kecil itu, dia pergi ke kamarnya dan menutup pintunya.
Clover tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa, anak ini benar-benar sangat mudah di hibur, hanya karena sebuah boneka, bisa langsung memberikan ibunya kepada orang lain?
Mohan tersenyum tipis, "Momo, benar-benar sangat lucu"
Clover mengangguk, "kamu ingin minum apa, aku akan ambilkan"
.
"tok...tok....tok...." Mohan masih belum sempat menjawab, Tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar....
.
.
Bersambung....
.......
Mana like dan komennya????????
Terimakasih....
.
.
.
Interaksi pembaca
🙈😅
Ini, part-nya udah Mpu panjangin ya....Yang biasanya 2 part, Mpu jadiin 1 part, karena mungkin tidak akan bisa up lagi sampai Mpu punya kuota sendiri😁.....
.
__ADS_1
Maaf ya, Mau gimana lagi?? Mpu nya masih kere buat ngisi kouta, jadi hanya bisa mengandalkan wifi saja🥺😂