Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Mereka Adalah Kakek Dan Nenek Gabriel.


__ADS_3

Melihat ekspresi Devan yang santai dan percaya diri, Clover merasa agak lega. Clover merasa tidak ada yang perlu dirisaukan asal pria ini ada di sisinya.


Devan miliknya adalah pria yang sempurna dan pria sempurna ini adalah miliknya.


Berpikir sampai sini, Clover tersenyum.


Kemarahan sebelumnya juga ikut menghilang seketika!


Wanita itu mudah di tenangkan. Asal pria mau memberikan sedikit kehangatan,wanita yang sedingin apa pun bisa menjadi hangat.


"sampai, sampai!"


Anak itu menunjuk ke rumah di belakangnya.


setelah berjalan beberapa menit lagi, mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah yang memiliki gaya dekorasi Eropa.


pintunya sangat tinggi, jendela dan sudut dindingnya terbuat dari potongan batu. Semuanya terlihat mewah.... rumah ini sama sekali tidak kalah dengan rumah Devan yang mewah juga.


Rumah mewah itu di keliling kebun buatan manusia yang sangat besar....


Jika tidak datang untuk mencari seseorang, orang luar tidak akan pernah menyangka, di dalam desa yang sangat sederhana ini, terdapat rumah dan taman bunga yang seluas ini.

__ADS_1


Clover menekan tombol bel dan pintu rumah terbuka dengan cepat.


Yang membuka pintu adalah orang tua, tangannya memegang teko yang di gunakan untuk menyiram tanaman. Tekonya jatuh ke lantai ketika dia melihat wajah Clover, "tuan, nyonya...." dia berteriak dan berlari ke dalam. Bisa di lihat orang tua itu masih sehat dan kuat.


Devan tidak berbicara, dia memegang Clover dan memasuki rumah mewah itu.


Rumah mewah itu sangat besar, sampai bisa merasakan sedikit kesepian....


Sepasang suami istri yang sudah tua berjalan dari dalam.


Clover memegang tangan Devan.


"mereka adalah kakek dan nenek Gabriel" setelah berhenti sejenak, Devan menambah, "mereka bukan orang yang mudah untuk di ajak bicara"


"Devan, wanita ini siapa? apa yang kalian lakukan?" orang tua itu berkata dan melemparkan tongkatnya ke arah Clover dan Devan.


Devan secara refleks memegang Clover dan mundur ke samping, menghindari tongkat itu.


Orang tua itu berusia sekitar 70 tahun lebih, dia memakai baju tradisional yang di jahit dengan sangat rapi. Tangannya memegang tongkat dan terlihat sangat semangat. Wanita yang berdiri di sampingnya terlihat memiliki usia yang sama dengan suaminya. Dia memakai cheongsam panjang yang satu gaya dengan suaminya. Rambutnya yang putih di ikat menjadi sebuah pita. Kalau bukan karena bangunan di sekeliling Clover yang sedang mengingatkan nya, Clover benar-benar mengira dia sedang berada di zaman dahulu.


"kakek, apakah kamu merasa wanita ini familiar?" Devan bertanya.

__ADS_1


Orang tua itu melihat ke Clover,dan setelah beberapa saat, Clover menyadari tangan orang tua itu bergetar.


"kamu.....apa hubunganmu dengannya?"


Clover merasa sedikit kaget, orang tua itu bahkan mengenal ibu Clover, dia memegang tangan Devan, lalu menghirup nafas "dia, adalah ibuku"


"ayah, dia benar-benar mirip dengan kakak ipar" seorang pria berusia sekitar 40 tahun berjalan ke luar dan melihat ke Clover dan Devan.


"di mana ibumu?" anehnya, ekspresi orang tua itu tidak berubah banyak setelah mendengar Clover itu siapa.


"dia sudah meninggal" Clover menjawab dengan tenang, lalu menetapkan tatapannya kepada orang tua itu.


"sudah meninggal?"


"memang sudah saatnya dia mati" wanita tua itu tiba-tiba berkata dengan ringan.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2