
Perusahaan yang pertama Clover kunjung adalah sebuah perusahaan model, berbeda dengan Simba yang tidak berkualitas, perusahaan ini sangat terkenal mau di dalam ataupun di luar negeri, model di bawah perusahaan ini sering menghadiri di acara-acara internasional.
"salam kenal, direktur Wang, saya adalah Clover dari CX, sebelum itu, perusahaan anda ada mengirimkan sebuah kontrak kerja sama kepada saya..." sambil berkata, Clover mengeluarkan kontrak itu dari dalam tasnya.
Direktur Wang itu berusia sekitar 40 tahun, tinggi badannya sekitar 180 cm dan bentuk tubuhnya dijaga hingga masih terlihat sangat bagus. Sebelum datang, Clover sudah membaca biodatanya, direktur ini juga merupakan seorang model sebelumnya.
Direktur Wang tidak mengambil kontrak yang di tangan Clover, dia menatap Clover dari bawah ke atas sebelum mendorong kontrak itu dan berkata, "tidak perlu dilihat, bukan kah kamu adalah... teman direktur Devan? hubungan kamu dan direktur Devan membuat kami sangat percaya kepada kamu"
Clover mengerutkan alisnya, dia mengangguk, maksud sebenarnya dari kata-kata direktur Wang membuat Clover merasa sedikit tidak nyaman.
"kalau begitu, kamu pulang saja, setelah kamu selesai membuat kontrak, cukup antar kontrak kerja samanya kepadaku untuk tanda tangan"
Setelah berkata, direktur Wang itu berdiri dan kembali ke depan mejanya, tidak memiliki maksud untuk menghiraukan Clover lagi.
Clover ingin berkata lagi, tetapi direktur Wang itu melambaikan tangannya. "sudah, direktur Devan sudah bilang, dan kami juga sudah mengerti. kamu pergi saja dengan tenang"
Maksud dari perkataannya adalah, dia sudah berjanji akan bekerja sama dengan Clover. Mengapa Clover masih harus berpura-pura susah di sini?
Sikap direktur Wang membuat harga diri Clover merasa diinjak.
Setelah berpikir, Clover mendorong kontrak kerja sama itu ke hadapan direktur Wang, "kalau yang direktur kenal adalah direktur Devan, direktur Wang bisa pergi mencari Simba saja, perusahaan yang dimiliki direktur Devan adalah Simba"
__ADS_1
Setelah itu, Clover mengeluarkan kontrak kerja sama lagi dari tasnya dan menyerahkan kontrak itu kepada direktur Wang, "selain itu, ini adalah sikap dan kemampuan dari perusahaan kami, direktur Wang tidak perlu memaksa untuk bekerja sama dengan kami hanya karena direktur Devan, dan anda boleh baca dulu kontrak kami dan hubungi kami jika anda merasa puas, kalau tidak puas pun, jangan dipaksakan, perusahaan CX bukan perusahaan yang bertahan hidup dengan rekomendasi hubungan"
Setelah berkata, Clover berputra balik badannya dan keluar dari ruangan.
Direktur Wang itu jelas merasa sedikit kaget dengan reaksi Clover, dia mengambil kontrak yang di berikan Clover dan dia langsung merasa kagum setelah membacanya.
Dua perusahaan yang Clover kunjungi setelah itu juga berkata hal yang sama seperti direktur Wang, dan Clover juga memberikan mereka balasan yang sama.
Meskipun masalah akan menjadi jauh lebih mudah jika ada bantuan dari Devan, tetapi, Clover tidak ingin membangun CX dengan cara seperti itu.
Jadi, setelah berkunjung ke beberapa perusahaan itu, suasana hati Clover menjadi sangat buruk.
Ponsel Clover berdering, Devan menelponnya, Clover pun mengangkat telponnya.
Clover hanya menjawab "ya, baiklah" dan langsung naik taksi menuju ke kantor Ningga Group.
"kamu terlihat sedikit marah, siapa yang membuat kamu tidak senang?"
Setelah sampai di ruangan, Clover duduk di atas sofa, Devan pun juga menyandar di sofa dan bertanya dengan lembut.
"orang itu mau bekerja sama dengan CX hanya karena kamu, Devan, kalau begitu, buat apa aku begitu susah? mending aku di rumah saja dan biarkan kamu yang menafkahi aku"
__ADS_1
Wajah cantik Clover menjadi merah karena kemarahannya.
Devan mengerutkan alisnya dan menyipitkan matanya, "aku bilangin kamu beberapa hal, nanti setelah itu putuskan sekali lagi mau marah atau tidak....."
Devan berdiri dan mengambil ponselnya yang berada di atas meja, dia menggerakkan jari panjangnya di atas layar ponsel sebelum meletakkan ponselnya di samping telinga Clover, "dengarkan!"
"direktur Devan...." suara direktur Wang
"hari ini, Nona Clover itu membawa sebuah kontrak kerja sama datang mencari saya, direktur Devan, sejujurnya, sikap dan niat dia sangat baik, harga yang dia buka juga sangat rendah, bisa dilihat pengalaman dia mengurus perusahaan itu juga sangat bagus, selain itu saya juga menelpon ke beberapa perusahaan yang satu bidang bersama kita, komentar meraka terhadap perusahaan nona Clover juga sangat tinggi, saya benar-benar sangat ingin bekerja sama dengan perusahaannya, tetapi, apakah bagian istri anda di sana benar-benar tidak apa-apa?"
Sudut bibir Clover sedikit terangkat, "apakah direktur wang itu benar-benar berkata seperti itu?" Clover sengaja menarik nada akhir katanya menjadi lebih panjang, bisa dilihat suasana hati Clover menjadi jauh lebih baikan.
"tiga orang itu semuanya ada menelpon ku, mereka sangat kaget dengan sikap dan niat kamu" sambil berkata, Devan berjalan melewati sofa lalu duduk di samping Clover, setelah itu, Devan menarik Clover ke dalam pelukannya dan memberikan sebuah ciuman di pipinya, "katakan padaku, mengapa kamu mau mengulang membuat kontrak kerja sama? mereka sudah setuju dengan harga sebelumnya, aku juga penasaran mengapa kamu malah mau menurunkan harga"
mendengar pernyataan Devan, ekspresi Clover menunjukkan kepuasaan, "apa kamu mengira aku hanya ingin balas dendam dengan Gabriel saja? kalau hanya ingin balas dendam, cukup kamu saja,aku benar-benar suka bekerja di bidang ini, aku ingin membangun perusahaan CX dengan baik, meskipun harga yang dibuka mereka itu memberikan keuntungan yang sangat besar padaku, tapi keuntungan itu bersifat sementara, aku menginginkan kerja sama untuk jangka waktu yang lama dan balas dendam pada Gabriel itu hanya sekalian!"
Devan mengelus wajah Clover dan berkata, "Clover cintaku benar-benar hebat!" Devan memujinya dengan tulus.
Meskipun cara berbisnis Devan sangat kejam, tetapi dia bertingkah sesuai masalah dan siapa yang dihadapi.
Asal orang itu tidak merugikan dia, dia juga tidak pernah sengaja mengganggu orang itu, Devan selalu hanya mencari uang yang dia bisa cari dan uang yang dia pantas cari, selain itu, Devan sangat jujur dan keras kepala, makanya Ningga Group bisa jaya sampai saat ini.
__ADS_1
Setelah menyerahkan perusahaan simba kepada Gabriel, Devan tidak pernah ikut campur tangan atas semua masalah Simba lagi, beberapa tahun ini, Simba tidak pernah menunjukkan kemajuan di tangan Gabriel, kalau bukan karena ada Devan di belakangnya, bisa saja Simba sudah bangkrut dari kemarin.
Sebelum itu, Devan tidak terlalu memperhatikan kondisi Gabriel mengurus Simba, dia juga tidak peduli apakah Simba bisa benar-benar mendapat keuntungan yang besar, hingga masalah Clover terjadi, Devan baru sengaja menyuruh Dylan untuk mencari tahu masalah perusahaan Simba. Setelah itu, Devan baru tahu Gabriel itu memang tidak baik, di dalam bidang bisnis, Gabriel tidak peduli dengan proses dan hanya peduli dengan hasil instan, ada banyak bisnis Simba didapatkan dengan cara tidak baik.