Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Penampilan sebenarnya


__ADS_3

Setelah itu, dia berjalan ke gerbang masuk desa.Cahaya dari matahari terbenam terpancar di punggungnya yang besar dan tinggi.


Lingkungan di sekitarnya yang tidak begitu unik tetap tidak bisa mengganggu Devan yang terlihat sangat mempesona.


"kamu mau kemana?" Sherin bertanya kepada Devan sewaktu Devan melangkah akan pergi.Sherin berpikir,sepertinya Devan tidak bermaksud untuk bersamanya.Devan menghentikan langkahnya dan tersenyum.Dia menoleh ke belakang dan bertanya kepada Sherin "apakah kamu tidak peduli jika orang lain melihat kita bersama?"


"oh,,tidak....aku peduli" hati Sherin merasa tersentuh.Berdasarkan personalitas pria ini, dia tidak akan peduli dengan pendapat orang lain.Tetapi pria ini memilih untuk menuruti keinginannya.


"kamu ikut lah dengan mereka ke hotel dulu! aku akan menelpon kamu nanti." Devan berkata sambil terus berjalan menuju gerbang.


Ketika Sherin sudah sampai di area penyuntingan, sudah tidak ada seorang pun yang berada di sana.yang tersisa hanya sebuah mobil hitam yang terparkir.Aneh, mengapa tidak ada yang menelpon Sherin?


Sherin berjalan menuju mobil hitam itu, pintu mobil terbuka dan ada seseorang yang turun dari dalam mobil sebelum Sherin sampai di sisi mobil.....


"Yuta?" pakaian formal yang di kenakan Yuta hari ini membuat keseluruhannya terlihat menjadi lebih dewasa dan tenang. Karena masih mengingat tentang masalah di gerbang restoran kemarin, Sherin menatap Yuta dengan ekspresi yang tidak senang.


"Nona Sherin, silahkan naik lah!" Sherin langsung melangkah dua langkah ke belakang dan menolaknya "saya tidak ingin merepotkan Direktur Yuta"


Sherin kemudian berputar balik badannya dan menyadari bahwa sekelilingnya adalah area terpencil.Bisa jadi Sherin tidak bisa meninggalkan tempat ini,jika dia tidak menerima tawaran dari Yuta.Jelas, sengaja Yuta yang mengatur semua ini.


"aku akan menghadiri sebuah acara penghargaan pada malam ini, tetapi aku tidak memiliki pasangan wanita.Apakah Nona Sherin bisa menemani saya?" Yuta berjalan ke depan Sherin. Alis Sherin mengerut. apakah benar,Yuta mengajak orang seperti dia untuk menjadi pasangan wanitanya? apakah Yuta sudah gila? dia tidak takut orang-orang menertawakan dirinya?


Sherin berputar balik badannya dan melirik ke Yuta "Direktur Yuta, apakah anda tidak salah bicara?"


Yuta menggelengkan kepalanya dan memberikan sebuah senyuman yang aneh kepada Sherin.Senyuman itu membuat Sherin menjadi gugup.Bagaimana pun, dia tetap merasa agak bersalah kepada pria di hadapannya ini.

__ADS_1


"mengapa harus mengajak saya ketika ada begitu banyak artis terkenal? saya yakin mereka tidak akan menolak ajakan direktur Yuta." senyuman di wajah Yuta semakin melebar ketika dia mendengar penjelasan dari Sherin. Sherin menjadi gugup karena senyuman aneh yang di berikan Yuta, kemudian dia menghindar dari tatapan Yuta.


Sherin juga tiba-tiba mengerti.Mendadak meminta mereka untuk menata riasan hanyalah sebuah alasan, karena tujuan sebenarnya adalah Yuta ingin meminta Sherin untuk menemaninya menghadiri acara penghargaan itu.Tiba-tiba, Yuta mendekat ke telinga Sherin dan berbisik "Clover, apakah kamu masih ingin berpura-pura? sampai kapan?"


Mendengar kata-kata Yuta, Sherin tentu saja merasa kaget dan mundur beberapa langkah ke belakang.Dia melihat pria di hadapannya dengan tatapan tidak percaya dan berusaha untuk menyembunyikan rasa kaget di dalam matanya. "direktur Yuta,saya tidak mengerti apa yang sedang anda katakan"


Bahkan Devan tidak berhasil mencari tahu tentang masa lalu Sherin, bagaimana Yuta bisa?


Yuta mengelilingi Sherin dan tertawa lagi.Suasana hatinya terlihat sangat bagus.Kemudian dia menarik Sherin ke dalam pelukannya dan berkata "aku tidak pernah berpikir bahwa kamu adalah Clover.Hari itu, setelah kamu pergi bersama Devan, aku langsung menyuruh orang untuk mencari informasi tentang kamu dan orang itu bilang semua informasi kalau kamu sebelum 18 tahun adalah informasi palsu.Setelah itu, aku menyuruh orang lagi untuk menyelidiki informasi tentang kamu lebih dalam lagi. Clover,apakah kamu masih ingat tahi lalat yang berada di telinga kamu itu?"


Pikiran Sherin menjadi kacau. "tahi lalat? sebuah tahi lalat tidak akan cukup untuk bisa membuktikan apa-apa."ucap Sherin dengan gugup.


Yuta melepaskan pelukannya dan melihat ke mata Sherin dengan dalam "pada saat pertama kali kita bertemu, kamu langsung memanggil namaku 'Yuta' dengan nada suara yang sangat gembira" Yuta memperhatikan wajah Sherin dan melanjutkan kata-katanya "kamu menata riasan untuk dirimu sendiri,dan sengaja membuat dirimu terlihat jelek. Clover,mengapa kamu bisa begitu pintar?"


Sherin menyingkirkan tangan Yuta dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"Clover,meskipun aku tidak mengerti mengapa kamu mau melakukan hal seperti ini.Tetapi,percaya lah kepadaku. aku tidak akan memberi tahu orang lain tentang hal ini selama kamu tidak setuju."


Janji yang di berikan Yuta membuat Sherin merasa agak lega. dia menggigit bibir bawahnya sendiri. Kemudian berkata "maaf, ya. aku memiliki alasanku sendiri. Aku tidak bermaksud untuk sengaja tidak mengenali kamu!"


Yuta mengulurkan tangannya dan mengelus kepala Sherin. Pada saat SMA,Yuta juga sering mengelus kepala Sherin seperti ini.


Awalnya,Yuta juga tidak bisa pasti karena penampilan Sherin benar-benar sangat berbeda dengan penampilan Clover. Yuta tidak bisa menjelaskan rasa gembiranya ketika dia tahu bahwa wanita di depannya ini benar-benar adalah Clover.


"aku tidak peduli kamu berubah menjadi siapa. Clover,aku hanya peduli siapa kamu." ucap Yuta. Sherin menatap ke Yuta, dia juga merasa gugup.

__ADS_1


Dulu Sherin hanya mengira kalau dirinya dan Yuta adalah teman baik. sekarang,dia merasa aneh karena dia sudah tahu perasaan Yuta terhadap dirinya.


Yuta yang terlalu gembira, sehingga dia tidak menyadari rasa ketidak nyamanan Sherin.


"bisa kah kamu temani aku untuk menghadiri acara penghargaan malam ini?"


Sherin mengira Yuta akan melupakan dan melepaskannya setelah mengetahui semuanya.Tetapi, Yuta tetap masih keras kepala.


"Yuta,Devan bilang kalau kamu sudah akan menikah, bagaimana orang-orang akan melihat aku jika aku menjadi pasangan wanita kamu di acara penghargaan itu?"


Yuta tersenyum dan berbisik, "bagaimana kalau pasangan wanitaku adalah wanita yang semua orang tidak akan memiliki kesempatan untuk mengenalinya?"


Sherin mengerutkan alisnya dan melihat ke Yuta dengan wajah tidak mengerti.


"aku ingin kamu menemani aku dengan penampilan Clover!" jawab Yuta.


Yuta sudah memiliki keinginan ini sejak dia membuka perusahaan dengan nama Clover.


Pada saat itu, Yuta berharap pada suatu hari dia bisa memegang tangan Clover dan berjalan di atas karpet merah bersamanya.


Yuta hampir sudah mau menyerah karena Clover benar-benar menghilang terlalu lama. Tetapi Sherin malah tiba-tiba muncul di hadapannya tanpa memberikan peringatan apapun.


Melihat Sherin yang masih tidak mengerti juga,Yuta berkata lagi "hapus riasan kamu dan temani aku untuk menghadiri acara itu. setelah acara selesai, menata riasan kamu kembali.jadi, tidak akan ada yang tahu siapa kamu!"


"benar-benar harus seperti itu?" jelas, Yuta tidak akan menyerah sebelum Sherin sampai setuju dengannya.

__ADS_1


"Clover,kamu juga harus memberikan aku sesuatu agar aku bisa menjaga perjanjian kita, tidak akan memberi tahu siapa pun tentang identitas asli kamu" Yuta mengelilingi Sherin dan berhenti di belakang punggungnya kemudian berbisik "kamu adalah orang yang melahirkan Simon kan?"


__ADS_2