Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Ketenangan Tiga Tahun Akan Hancur (Clover)


__ADS_3

"aku tahu mama bukan anak kecil, tetapi mama sering berpikir tentang laki-laki jahat itu. Berpikir terus tentangnya sampai mama nabrak tiang pun tidak sadar." Momo mengingatkannya. Alis Clover mengerut dan gerakan membuka pintu pun terhenti.


"Momo, dia itu adalah papa kamu!" Clover tidak pernah menjelekkan Devan di depan Momo sekali pun. sejak Momo sudah agak besar, Clover selalu menjelaskan kepadanya. bahwasanya Momo tidak memiliki papa karena alasan tertentu.Tetapi kalau papanya tahu keberadaannya, papanya pasti akan sangat menyayangi dia. Clover berpikir, masalah orang dewasa tidak ada hubungannya dengan anak kecil. Tetapi Momo sepertinya memiliki kesan yang tidak baik terhadap Devan, "kamu jangan sering nonton TV lagi!"


Setelah berkata seperti itu, Clover merasa sedikit bersalah dan tidak berdaya. Beberapa waktu ini, Clover tidak memiliki banyak waktu untuk menemani Momo walau sekedar untuk bermain, meskipun bibi Su sangat mahir dalam menjaga anak, tetapi dia bukan orang yang sangat suka bicara. Jadi, cara dan gaya berbicara Momo semuanya berasal dari TV.


"mama, apakah kamu bodoh? kamu hampir mati demi melahirkan aku. Dia baik? kalau dia memang baik, di mana dia waktu itu? kalau bukan karena ada papa Yuta, mungkin nyawa kecilku sudah mati karenanya, pada saat aku masih berada di dalam perutmu!" Momo memandang wajah Clover dengan tidak senang. "lagi pula, beberapa tahun ini,walau kamu juga kangen dia sampai setengah mati, tetapi papa Yuta bilang orang itu sudah menikah. kamu seperti...."


Clover merasa dirinya sudah hampir gila.Kata-kata seperti ini mana bisa di ucapkan oleh anak kecil berumur tiga tahun lebih....

__ADS_1


Tetapi,kata-kata Momo tidak lah salah. Memang benar, kondisi Clover saat melahirkan benar-benar dalam keadaan sangat bahaya. Sebelum melahirkan,Clover sempat pingsan. Kalau bukan karena tekad dirinya yang kuat, Clover mungkin benar-benar bisa mati waktu itu. Dalam hal ini Clover sangat berterima kasih kepada Yuta.


Tetapi walau begitu, Clover tidak menyalahkan Devan. Karena Devan tidak mengetahui semua ini.


"Momo, mama sudah akan marah kalau kamu berbicara seperti itu lagi sama mama!" kemampuan berbicara yang luar bisa Momo sudah terlihat pada saat dia berumur satu tahun lebih. Momo sering mengikuti cara bicara orang orang di televisi dan membuat Clover tidak tahu harus menangis atau tertawa. Tapi, juga karena ada Momo lah, kehidupan Clover menjadi lebih berwarna.


"lupakan saja! buat apa marah-marah?" Momo memanjat ke atas kursi, mengambil sepotong roti dan mulai memasukkan ke dalam mulutnya yang mungil itu.


"malam ini sepertinya mama harus lembur. Kamu harus ingat, tidur lebih awal!" Clover berpesan dengan memberikan Momo sebuah senyuman yang tidak berdaya, kemudian pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


....


"Direktur Clover, pelanggan malam ini sudah ada janji dengan anda setengah bulan lalu. Tetapi dia tiba-tiba mengundurkan waktunya, dia bilang waktunya terlalu mepet dan juga tidak bisa datang ke perusahaan. Dia meminta anda datang ke lokasi untuk menata riasannya."


Clover baru sampai di perusahaan, sekretarisnya, Wuli langsung mendekatinya. kemudian Clover mengangguk, ini adalah hal yang sering dia hadapi sehingga dia tidak memiliki reaksi yang terlalu besar.


Tetapi Clover tidak pernah berpikir bahwa ketenangan selama tiga tahun akan di hancurkan pada malam ini.


........

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like dan komen...


__ADS_2