
"Clover, kamu benar-benar harus pergi?" paman bertanya. Meskipun paman paling muda di sini, tapi dia terlihat berwibawa, dia sangat di hormati di keluarga besar ini.
"paman, di sini memang sangat bagus, tetapi...." Clover menggigit bibir bawahnya, lalu mendongak, "tetapi, di luar sana, ada orang yang aku rindukan..."
Setelah paman mendengarnya, dia menganggukkan kepaknya dan mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut Clover. Kemudian, dia mengambil ponsel Clover dan mengetik beberapa nomor telpon dengan cepat ke dalam ponselnya, membuat kontak yang baru dan memasukkan nama 'Paman kecil' setelah itu baru di berikan Kembali kepada Clover.
"tidak peduli kelak kamu mengalami kesulitan apapun, atau kalau kamu ingin pulang ke rumah ini, hanya dengan satu telpon dari kamu saja, paman akan langsung mengutus orang untuk ada di samping kamu. Atau kalau tidak paman sendiri akan menjemput kamu kembali, di sini juga adalah rumahmu Clover..." di matanya terlihat kelembutan dan rasa sayang yang sangat dalam.
Jelas-jelas dia baru di sini selama satu hari, tetapi Clover sudah mempunyai perasaan terhadap tempat ini.
Clover pun mengangguk, "Terima kasih paman, aku akan....rindu pada kalian"
Saat dia menggandeng Momo keluar dari rumah itu, di bawah helikopter sudah berdiri puluhan orang, wajah mereka semua sangat jelas terlihat tidak rela, padahal mereka baru bertemu satu hari saja.
"nenek buyut, kakek buyut, aku akan sering pulang kemari untuk menjenguk kalian!" Momo maju dan mencium pipi mereka berdua. Air mata nenek Clover pun mengalir keluar, wajah kakek Clover yang kemarin terlihat begitu tegas, saat ini sudut bibirnya juga terlihat memancarkan sedikit senyuman.
Clover berpikir, mungkin ini yang di namakan hubungan darah lebih kental daripada air.
Jika ada orang yang baik dan sayang kepadamu, meskipun hanya sedikit saja, tetap akan sulit untuk melupakannya.
Saat hendak masuk ke dalam helikopter, Clover tiba-tiba teringat sesuatu, dia berbalik dan berjalan ke hadapan kedua orang tua itu, lalu memberikan liontin itu kepada neneknya sambil tersenyum, "kakek, nenek, jaga diri kalian dengan baik!"
__ADS_1
Ini adalah pertamanya kalinya bagi dia memanggil mereka dengan sebutan itu.
Setelah itu,dia pun berbalik berjalan menuju helikopter. Air matanya mengalir keluar, hatinya sedikit sakit, tetapi lebih banyak di isi penuh dengan rasa hangat.
Dia, Clover,mulai saat ini juga sudah memiliki keluarga, dia juga punya rumah, serta mempunyai seseorang yang bisa di andalkan....
Dia selamanya tidak akan pernah lupa kesepian yang dia rasakan saat ibunya meninggal, dia juga tidak akan pernah lupa rasa tidak berdaya saat dia mengandung Momo di kota seroja.
Kelak, dia tidak akan merasa seperti itu lagi, karena sekarang dia punya rumah untuk kembali pulang.
Jika dia sakit dan terluka pun, dia punya tempat yang di tuju, juga ada tempat untuk bermanja dan berbuat sesuka hatinya.
Helikopternya masih sama seperti waktu itu, mendarat di rumah keluarga Amy, masih di tempat yang sama juga.
"Clover..." terdengar suara Yuta, di belakangnya di ikuti bersama Amy.
Clover tersenyum, "kemarin aku tidak mengganggu pernikahan kalian bukan?"
Amy maju beberapa langkah ke depannya dan langsung memeluknya, lalu dia menghela nafas lega, "kak Clover, pernikahan tidak ada masalah, kami hanya merasa sangat takut terjadi apa-apa padamu..."
Clover hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, bagaimana mungkin mereka tidak merasa takut, aura yang di keluarkan kakeknya benar-benar membuat orang takut.
__ADS_1
Mereka sama sekali tidak bertanya secara mendetail apa yang sebenarnya terjadi kepadanya, mungkin karena setiap orang memiliki rahasianya tersendiri.
Clover tidak berkata apapun, begitu pun mereka yang juga memutuskan tidak bertanya, asalkan dia selamat semua akan baik-baik saja...
Hari-hari selanjutnya kembali tenang....
Sampai hari itu, hari di mana Clover menerima sebuah paket kiriman.......
.
.
Bersambung......
.
.
Mohon dukungannya like dan komen....
Terimakasih....
__ADS_1
Lover you all......