
Ayah Gabriel memberi dia tatapan yang jelas, "aku tidak perlu mengajarimu bagaimana caranya kan?"
"tetapi kalau sepupu..."
"kalau hal kecil ini saja kamu tidak bisa selesaikan, bagaimana kamu bisa menjadi istri Devan nanti? pria berprestasi sepeti Devan pasti akan di kelilingi banyak wanita. Apakah harus papa yang selalu mendorong di belakangmu?" Putranya baru saja koma dan istrinya juga baru saja meninggal, suasana hati ayah Gabriel sangat tidak baik sehingga dia tidak memiliki kesabaran yang banyak terhadap Gabriel.
Gabriel mengangguk kepalanya dan tidak berani meneruskan topik ini. Dia menundukkan kepalanya dan mulai menyeka air matanya. "pa, aku adalah orang yang membuat ibu dan kakak seperti ini.Papa tenang saja, aku pasti akan membalas dendam buat mereka."
Ayah Gabriel melemparkan kotak kosong yang berada di atas meja ke lantai, dan menatap ke Gabriel dengan tatapan yang aneh, "jangan mendorong tanggung jawab kamu ke orang lain! Kalau kamu memeng pintar, ikat Devan baik-baik.Kalau kamu tidak memiliki kepintaran tersebut, maka aku tidak akan bisa menjamin masa depanmu."
Melihat tatapan ayahnya yang kejam itu, Gabriel menjadi takut. Detik itu, Gabriel merasa dia tidak mengenal pria yang berada di depannya.Ayahnya yang baik hati tiba-tiba berubah.
Setelah menyelesaikan masalah ibunya Gabriel, Devan mendapat informasi bahwa di luar negeri ada cara pengobatan penyakit seperti Gary. Ada pengalaman yang pasiennya sukses di obati dan menjadi sembuh.
Setelah berdiskusi dengan ayah Gabriel dan juga Gabriel, Gary di antar ke luar negeri untuk berobat.Gabriel sebenarnya takut kalau Gary akan benar-benar sembuh, tetapi dia tidak memiliki alasan untuk menolak usulan.Agar tidak membuat ayahnya dan Devan meragukannya, dia berpura-pura merasa sangat bahagia dan menyetujui Gary di antar ke luar negeri.
"Devan, Terima kasih" melihat Gary sudah ada yang menjemput, Gabriel menyandar di pelukan Devan dan berkata dengan lembut.
Devan hanya menjawab 'iya' dengan suara kecil dan dia menahan Gabriel agar dia bisa berdiri dengan tegak. "Gabriel, sekarang masalah keluargamu sudah hampir selesai, aku juga berharap masalah kita bisa di selesaikan dengan cepat"
Devan baru siap berbicara. Gabriel seperti teringat sesuatu dan wajahnya langsung berubah seketika.Dia berusaha tetap bertahan senyumannya dan berkata, "ya.Aku akan menepati janjiku. Boleh kah kamu tunggu beberapa hari lagi? aku takut papaku tidak akan sanggup menerima ini"
__ADS_1
Mendengar perkataan Gabriel ini, ekspresi Devan menjadi lebih berat. Dia melirik Gabriel dan berkata, "baiklah!"
Mendengar Devan menjawabnya, badan kaku Gabriel akhirnya menjadi lega.
Devan berputar balik badannya dan berjalan ke arah pintu dengan cepat....
Sherin baru siap menata rias, dia merasa ponselnya bergetar, Devan menelponnya
"lagi apa?"
"sedang bekerja pak bos" jawab Sherin seperti menyindir.
"malam ini,temani pak bos makan malam!"
"kenapa? tidak mau menurut kata bos?"
"Wanita yang jelek, tua dan juga membosankan menemani bos makan malam, apakah itu tidak akan memalukan?"
Teringat kata-kata Simon, ketika dia ingin mencari kan pacar untuk Sherin,
Sherin menjadi emosi.
__ADS_1
"....." Devan duduk di dalam mobil sambil memegang dahinya,
Wanita ini memang kekanakan!
"Sherin,aku kangen kamu"
Sherin,aku kangen kamu... Kata ini terus berputar di otak Sherin.
"kangen aku? tetapi wanita yang kamu cium itu bukan aku.Aku tidak percaya!"
"itu hanya kasih sayang seorang kakak terhadap seorang adik. Aku berjanji,itu yang terakhir kali."
......
#Aku minta maaf sebelumnya karena semalam tidak jadi upš,,
Bukan bermaksud membohongi, sebenarnya sudah niat menulis kalau tidak ada halangan,,,tetapi c' dd bayi rewel jadi nulis gak beres-beres....
Terimakasih....
mohon dukungannya ya, like dan komen?!
__ADS_1
Love you allāŗ