Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Devan Di Rumah Sakit


__ADS_3

Dylan tiba-tiba datang mencari Clover ke kantornya.


Ketika Dylan datang, Clover sedang bernegosiasi dengan Wuli dan kontrak perusahaan lainnya, Dylan tiba-tiba masuk dan langsung menyapu semua berkas dokumen yang ada di meja sehingga berserakan di lantai.


"Nona Clover, apakah hatimu itu terbuat dari batu? apakah kamu tahu, hanya demi kamu dia berubah menjadi seperti apa? awalnya dia memang sering menderita insomnia, beberapa tahun terakhir ini karena merindukan dirimu, dia mengandalkan banyak obat setiap hari agar bisa tidur, karena itu perutnya akan berdarah setiap saat, di siang hari dia harus pergi bekerja, jika terus seperti ini, aku lihat dia hanya tinggal menunggu mati saja. Dan juga jika kamu tidak memiliki perasaan terhadap dia, mengapa kamu harus terus menerus muncul di hadapannya?"


Ketika dia selesai berbicara, dia mencibir, tenggorokannya bergulung, wajahnya masih terlihat kesal dan mengerikan, dia memalingkan mukanya,menatap ke luar jendela, dan seperti sedang memikirkan sesuatu, setelah beberapa saat dia menatap Clover, lalu mengambil secarik kertas dari dalam sakunya, melemparnya ke atas meja, dan berkata, "Nona Clover, jika kamu memiliki hati nurani, aku minta tolong padamu, tolong pergi jenguk dia!"


Selesai berbicara, dia tidak memberikan Clover kesempatan untuk menjawab, langsung berbalik dan pergi ...


Pintunya di banting dengan keras....


Clover masih belum sepenuhnya sadar dengan apa yang baru saja terjadi. Wuli menatap pintu yang terbanting dengan keras itu, beralih menatap Clover, tidak berbicara,hanya membungkuk untuk mengambil barang-barang yang berserakan di lantai dan mengembalikan nya ke posisi semula, sekejap melihat kertas di atas meja, berkata, "Direktur Clover, ini adalah nama alamat rumah sakit, apakah ada yang sedang di rawat di rumah sakit?"


Clover melirik, lalu melangkah maju dan mengambil kertas tersebut dari tangan Wuli.

__ADS_1


Seketika dia berlutut, memegang kepalanya, sangat menyakitkan.


"coba kamu katakan, harus kah aku pergi menjenguknya?" dia jelas tahu kalau Wuli tidak tahu dengan kondisi mereka, tetapi pada saat ini dia sangat membutuhkan seseorang untuk memberinya jawaban, terkadang dia benar-benar ingin hidup egois, terlepas dari hubungan antara dia dan Devan.


Namun, dia bisa tidak peduli dengan Gabriel, tetapi kalau dengan Devan?


Apakah Devan takut membawa dosa dan kesalahan itu seumur hidup?


Memikirkan hal ini, dia terjerat dan dilema, harus kah dia pergi untuk menjenguknya?


Namun, jika dia tidak pergi, dia tidak bisa tenang.


Awalnya dia mengira Wuli tidak akan mengatakan apa-apa, lagi pula dia adalah seorang lajang berusia tiga puluhan jadi berpikir kalau dia tidak akan bisa memberikan pendapat.


Tetapi tanpa di duga, Wuli membungkuk dan menarik nya berdiri dan berkata, "pergi dan lihat lah, jika orang masih hidup, tidak ada yang tidak bisa di selesaikan, takutnya sekali dia mati, betapa besar cinta yang kamu miliki, betapa usaha yang kamu berikan itu akan menjadi sia-sia!"

__ADS_1


Setelah berkata, Wuli menepuk pundak Clover, lalu berbalik badan dan keluar dari ruangannya.


Clover melihat Wuli yang pergi, tatapannya menjadi lebih dalam, dan berpikir bahwa Wuli ini orang yang mempunyai kisah dalam hidupnya...


Setelah bekerja, Clover akhirnya pergi ke rumah sakit, ini adalah rumah sakit china di luar negeri, Clover menghabiskan waktu lama di basemen sebelum memutuskan untuk masuk.


Kebetulan melihat seorang dokter yang keluar dari ruangan di mana Devan di rawat, dia menyapa dokter itu, "permisi, dokter, aku ingin bertanya, ini, bagaimana kondisi dia sekarang?"


Dokter menatapnya dan melihat ke kamar pasien lagi, alisnya berkerut, " anda siapa?"


"aku...aku adalah ibu dari anaknya...."


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2