
"kamu....sangat panas?" Yuta mengambil gelas air yang berada samping, lalu meminumnya dengan sekali teguk. Clover melihat tangan Yuta yang sedikit merah, "tangan kamu..."
Yuta menggelengkan kepalanya.Tetapi Clover jelas melihat tangan Yuta bergetar.
"kamu...kenapa? tangan kamu itu terlihat bergetar" tanya Clover lagi.
Yuta meletakkan gelas air di atas meja dan duduk di sisi Clover sambil berkata dengan bercanda, "sepertinya aku itu sangat lucu ya.Anak yang kamu lahirkan itu bukan anakku tapi aku malah merasa sangat gugup..."
Nada bercanda Yuta malah menyentuh di hati Clover. Clover tidak bisa berpikir bagaimana dirinya jika tidak ada Yuta yang membantunya selama beberapa bulan ini. Clover juga tidak tahu apakah dirinya memiliki keberanian untuk bertahan sampai sekarang jika tidak ada Yuta. Kehidupan ini, Clover berhutang kepada Yuta terlalu banyak.
Pada saat ini, kontraksi baru saja berakhir dan Clover berkata, "Yuta,kalau nanti terjadi sesuatu, apakah harus selamatkan ibunya atau bayinya, kamu ingat harus selamatkan bayinya. Setelah aku pergi, aku minta tolong sama kamu jaga lah anakku.... di kehidupan selanjutnya, aku...." meskipun Yuta tidak memberi tahu Clover mengapa harus datang ke rumah sakit di daerah Ciput, tetapi Clover mengerti akan kondisi tubuhnya sendiri..
"apa pikiranmu rusak? apa yang sedang kamu katakan?" Clover belum selesai berbicara, Yuta sudah marah
Melihat mata Yuta yang mulai memerah, Clover langsung mengerti bahwa pria ini sangat menyayangi dirinya. Makanya dia merasa gugup sampai minum air pun dengan tangan yang bergetar.
Pria yang begitu luar biasa ini membuat dirinya menjadi begitu, karena Clover....
Clover merasakan kehangatan di dalam hatinya.Tetapi rasa bersalah nya juga semakin kuat. Tetapi walau begitu, Clover jelas mengerti kalau ini sama sekali tidak ada hubungan cinta.
__ADS_1
Setelah itu, mereka berdua tidak berbicara lagi, Yuta tidak ingin membuat Clover menghabiskan tenaganya, tetapi clover malah memikirkan yang lain.
Pada saat itu, kontraksi menjadi 2 menit sekali...
Setelah beberapa saat, Clover baru bicara dengan lembut, "Yuta, apakah aku bisa menyandar di bahu mu?"
Yuta tidak menjawabnya, hanya mengangguk dan memeluk Clover...
"jangan pikirkan tentang itu, pejamkan matamu dan istirahat sebentar!"
Clover yang ingin bicara akhirnya diam...
Setelah waktu yang sangat lama, Clover sepertinya mendengar ada yang sedang memanggil namanya. Dia membuka matanya dan menjawab, tetapi tidak bisa. Setelah itu, Clover sepertinya mendengar suara tangisan. suara tangisan yang terdengar sangat sedih, ternyata itu adalah suara Yuta. Clover ingin menertawakannya, pria yang biasanya keren ini menangis sampai begini...
Setelah itu, Clover merasa kesadarannya menghilang...
Jam 01 subuh, di luar ruangan persalinan
Yuta menyandarkan bahunya di pintu ruang operasi.Posisi ini sudah di pertahankan selama beberapa jam. Amy yang melihatnya merasa sesak, lalu dia menarik tangan Yuta dan berkata dengan lembut, "Yuta, Tifa adalah ahlinya dalam bidang ini. kamu harus percaya terhadap kak Clover juga, semuanya pasti akan baik-baik saja"
__ADS_1
Yuta hanya mengangguk dan tidak berbicara. Amy mengerutkan alisnya, dan memeluk Yuta dari belakang, Amy pun juga merasakan seluruh badan Yuta sedang bergetar.....
.
Bersambung....
.
.
Di lanjut gak yah????๐ค
Kasih dulu dukungannya dong! biar semangat....
Like, komen, love, vote, hadiah....
Terima kasih...
Love you all๐
__ADS_1