
Devan? untuk sesaat, dia merasa antara terkejut dan senang.
"apa yang kamu lakukan di sini?" suaranya dingin, dengan kecurigaan, membuat Clover tertegun.
Kemudian dia melihat ke belakang, membuka mulutnya, lalu berkata dengan sarkastik, "Tuan, apakah anda mengingat dan mengenali saya?"
"apa yang kamu lakukan di sini?" bukannya menjawab, Devan malah bertanya ulang.
"Devan, mengapa kamu ada di sini? bukan kah kamu bilang hari ini kamu sibuk?" itu suara ibu Devan, suara yang sangat istimewa, jadi mudah di ingat.
Clover tidak berdaya, kepanikan tiba-tiba menyerangnya.
"Nona Clover, ini putraku. Aku sudah pernah bilang padamu bahwa dia adalah presiden direktur dari Ningga group, dia adalah orang yang sangat luar biasa." ibu Devan berjalan mendekati Clover, lalu meraih lengan Devan dan mulai memperkenalkan Devan pada Clover.
Clover hanya menunduk, malah seperti sedang dalam acara lamaran....
"ma, kamu mengenal dia?" jelas, Devan agak terkejut kalau ibunya mengenal Clover.
__ADS_1
Ibu Devan mengangguk, "ya, kamu coba lihat riasan ibumu ini. Ini adalah hasil riasan Nona Clover, apakah mama terlihat lebih muda?" di ujung mata Clover, dia melihat ibu Devan mendongakkan kepalanya, dan memamerkan penampilannya ke Devan.
Itu terlihat seperti anak kecil.
Clover merasa kagum pada perbedaan kepribadian antara ibu dan putranya.
Devan hanya menjawab "hmmm"
"Halo, Tuan Devan Ningga...." Clover merasa tidak sopan kalau tidak menyapa, jadi akhirnya dia menyapa dulu.
Bayangan di kepalanya menjadi lebih tebal dan gelap. Clover bisa merasakan kalau Devan semakin mendekatinya, dan merasakan otot di kedua tangannya menjadi kaku.
Clover mengerutkan kening dan mengingat, seolah-olah mereka tidak mengatakan nama keluarganya adalah Ningga,..Dan untuk sesaat di berteriak di dalam hati, gawat, pria itu pasti semakin mencurigainya.
Dia pun mendongak, tepat pada saat itu Devan juga tengah menatap nya.Jantung Clover berdebar, dia merasa bingung, dan mencoba menjelaskan, "itu...Presiden Direktur Perusahaan Ningga Group? kalau bukan marga Ningga, apalagi?"
"Presdir Clover, bagaimana anda bisa di sini hari ini?" ketika Clover berusaha mencari alasan untuk melarikan diri, suara laki-laki datang terdengar dari belakang.
__ADS_1
Clover berbalik dan melihat seorang yang dia kenal. Dia sangat senang dan seketika merasa lega. "direktur Humpi mengapa Anda juga di sini?" direktur Humpi ini berusia sekitar 50-an, ketika Clover masih bertanggung jawab di bagian make-up, dia adalah atasannya.Kemudian, setelah Clover Melakukan bisnis sendiri, dia tidak hanya tidak marah, tetapi juga memperkenalkan banyak tamu padanya. Tahun ini, mereka juga sering bertemu sebagai kenalan lama.
"oh, aku teman lama orang tua dari Amy, putri tercinta mereka menikah hari ini. Bagaimana bisa aku tidak datang untuk memberi ucapan selamat pada mereka, kalau anda?" Tuan Humpi adalah teladan bagi Clover, tapi dia selalu memanggilnya dengan panggilan anda. Clover sudah mengatakan berkali-kali tidak perlu memanggilnya dengan begitu formal, tapi dia tetap menolak untuk mengubahnya. Dia mengatakan bahwa perilaku Clover patut di hormati.
"oh, aku hari ini ada di sini untuk mendandani Amy. kami....adalah teman lama"
Clover mengatakan secara tidak sengaja, tetapi yang di sana menyimaknya.
Devan menatap wanita di depannya dengan tatapan penuh curiga.Direktur Humpi, yang dia tahu, selalu sombong dan tidak pernah menganggap serius terhadap orang biasa.Hari ini, dia menggunakan 'anda' untuk wanita ini. Wanita ini pasti bukan orang biasa.....
.
Bersambung....
.
Terima kasih....
__ADS_1
Mohon dukungannya like dan komen...
😍😍😍