
...BAB ini, Bonusss.........
Clover menggeserkan lengannya dan tersenyum, "sembarangan bicara. Bukannya kamu belum pernah tidur nyenyak juga sebelumnya? itu bukan salahku...." nada suaranya berisi sakit hati.
Clover awalnya sudah mau bangun, tapi akhirnya dia memeluk Devan lagi dan berkata dengan suara kecil, "lain kali akau pasti akan berusaha untuk menemani kamu tidur"
Mereka berbaring bersama lagi.
Hingga ponsel Devan berdering, dia bangun dari tempat tidur dan mengangkat telpon "ada maslah apa?"
Sepertinya orang yang menelponnya adalah Dylan.
Clover melihat ekspresi Devan menjadi sedikit berat.
Detik selanjutnya, Devan berdiri lalu memakai bajunya.
"apa yang terjadi?" Clover bertanya.
"masalah kantor" setelah beberapa saat, Devan melihat ke Clover, "kamu juga bangun dan keramas.Aku akan menyuruh orang untuk mengantar sarapan untuk kamu. sekitar jam 11 kamu tunggu aku di bawah kantor. Aku akan membawa kamu pergi melihat gaun kemudian kita akan makan siang bersama."
"tidak perlu, untuk mencari gaun aku pergi sendiri saja, kamu sangat sibuk." sebenarnya, tidak perlu Devan menjelaskan Clover juga mengerti.
Clover mengurus perusahaan CX yang tidak seberapa besar saja sering sibuk sampai tidak sempat makan.Devan mengurus Ningga Group yang jauh lebih besar dari perusahaan CX tentu saja jauh lebih sibuk. Gara-gara dia, Devan semalam juga pasti tidak sempat mengurus masalah kerja.
__ADS_1
Devan mencubit pipi Clover, "masalahmu akan selalu jadi yang terpenting bagiku"
Semua sarapan yang tertata berada di depan Clover adalah makanan yang Clover suka. Clover memberitahu Devan tentang makanan kesukaannya beberapa tahun yang lalu, sampai sekarang pria ini masih ingat.
Clover merasa dirinya pasti melakukan terlalu banyak hal baik di kehidupan lalunya, sehingga di kehidupan ini dia bisa memiliki pria seperti Devan.
............................
Awal musim semi daerah Ciput tidak hangat, rasa dingin masih bisa di rasakan.
Tetapi hati Clover terasa hangat, ini adalah pertama kali Clover merasa angin di kota begitu lembut.
Dia menundukkan kepalanya dan melihat daun yang tertiup oleh angin. Pada saat itu, kecantikan Clover membuat semua orang tidak bisa menahan dan melihat kepadanya.
4 tahun ini, ada berbagai jenis wanita yang mengelilingi di sisinya, tapi tidak ada satu pun wanita yang bisa membuat dia tertarik.
Tetapi wanita yang berada di depannya sekarang membuat Devan tidak bisa berpaling darinya. tidak peduli itu sebelum atau sesudah menata riasan.
Detik itu, Devan tiba-tiba tidak ingin akting bersamanya lagi, Devan ingin berkata kepada seluruh dunia dengan bangga bahwa Clover adalah wanita miliknya.
"Clover?"
Mendengar suara seorang pria memanggilnya, Clover menghentikan langkahnya. Setelah itu, Clover mencium wangi badan yang sangat familiar, setelah orang itu memeluknya.
__ADS_1
Clover mengangkat kepalanya dan tersenyum, "kamu sudah datang?"
Senyuman wanita ini sangat menarik mata, Devan tidak bisa menahan diri, lalu mencium dahinya.
Clover merasa kehangatan di wajahnya dan mendorong Devan, "kita sedang di jalan"
Pria ini benar-benar tidak peduli suasana dan kondisi.
Devan melingkari pinggang Clover dengan senyuman yang penuh kasih sayang, "ayo naik mobil," Clover baru sadar ternyata mobil Devan berada di jarak yang tidak jauh darinya.
"kamu suka makan apa? nanti siang aku temani makan?" setelah berada di mobil Clover bertanya.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya ya!!!!
Terimakasih....
__ADS_1
😍😍😍😍😍