Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Keputusan Simon Yang Mengejutkan


__ADS_3

Simon yang walupun cerdas,saat ini hanya lah seorang anak kecil yang kangen kepada ibunya...


"Simon,apa kamu tidak menyukai mama menjadi ibumu?"


Simon menatap ke Sherin, lalu dia menundukkan kepalanya, tangan kecilnya itu memegang tangan Sherin, "mama,aku bukan tidak menyukaimu, aku....aku hanya ingin tahu siapakah ibuku? aku hanya ingin melihat dia?"


Anak ini tentu saja cerdas, satu kata Sherin sudah bisa membuat dia sadar apa maksudnya.


Terdengar suara pintu terbuka,Sherin menoleh ke arah pintu dan melihat Devan yang berjalan masuk ke dalam. Setelah melihat ke Sherin, tatapan Devan menuju ke Simon, "ayo, kita pulang!"


"anak ini masih kecil, wajar kalau dia merasa kangen akan sosok ibunya.Kalau kamu bisa membantu untuk mencarinya, akan lebih bagus" Sherin menghabiskan seluruh tenaga untuk sanggup berkata beberapa kata ini.


Tatapan Devan menjadi gelap, dia hanya menjawab satu kata "ya". Setelah itu,Devan menggendong Simon dari tempat tidur dan menarik dia untuk berjalan ke arah luar.


"Simon tidak makan malam tadi. Nanti kamu pulang, minta pembantu untuk memasakkan dia mie atau pangsit.Setelah dia makan, biarkan dia main sebentar baru suruh dia tidur!" Sherin berkata kepada Devan.

__ADS_1


Simon menoleh ke Sherin, dan melihat perhatian untuknya di mata Sherin.Dia merasa terharu dan akhirnya dia berputar balik badannya berlari ke Sherin dan memeluknya, "mama, apakah kamu merasa sedih karena aku ingin mencari ibuku?"


Sherin balas memeluk Simon dan berkata, "tidak.Mama akan tetap sayang kamu, tidak peduli kamu anak siapa..."


Sherin tidak pernah berpikir, anak sekecil ini bisa se-perhatian ini. Sherin merasa terharu dan juga merasa bersalah pada waktu yang bersamaan.Dia seharusnya memberi tahu Simon identitas dirinya yang asli.


Tetapi,kata-kata ibunya sebelum meninggal membuat Sherin merasakan sesuatu.Sebelum mencari tahu tentang alasan mengapa ibunya berkata seperti itu, Sherin tidak ingin mengabaikan kata-kata tersebut.


"mama, aku sudah membuat keputusan.Aku tidak akan mencari ibuku lagi, boleh kah aku menjadikan mama sebagai ibuku saja?" Simon terpikir akan kata-kata ayahnya memang ada benarnya. Buat apa dia mencari wanita yang tidak menginginkan dirinya setelah dia melahirkannya?


"kalau begitu,apakah malam ini aku boleh tidur di sini bersamamu?" Simon memasangkan wajah yang sangat berharap. Sherin sama sekali tidak bisa menolaknya.


Kemudian Simon menoleh ke Devan dan menatapnya dengan raut wajah seperti ingin minta bantuan, "bagaimana?"


"aku juga ikut tidur di sini!"

__ADS_1


Setelah itu, Devan langsung menarik Simon dan berjalan ke dalam rumah lagi.


Setelah mengurus Simon, Sherin terus menemaninya sampai dia tertidur.Pada saat itu, sudah jam 10 lebih. Sherin merasa ngantuk dan kepalanya sedikit berat.Dia melepaskan rambutnya yang terikat, rambut panjangnya jatuh tergerai di bahunya.


"kalau mengantuk, cepat mandi dan tidur lah!" seseorang bersuara. Sherin merasa tubuhnya menjadi kaku.Dia hampir melupakan Devan yang juga berada di sini.


Devan berdiri di depan pintu kamar....


Sherin melihat Devan, setengah berbaring di tempat tidurnya.


Devan sudah memakai baju tidur dan rambutnya sedikit basah.Terlihat jelas, pria ini sudah mandi.


Mata Sherin terpejam seolah-olah dia sudah tertidur.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2