
Clover memutar balik badannya dan melihat seorang pria. Dia terdiam sejenak, lalu berkata, "Mohan?"
Teringat tentang Clover menggunakan Mohan untuk membuat Devan marah, Clover sedikit malu.
"Mohan, sejak kapan kamu kembali dari luar negeri? apa kamu juga tinggal di sini?"
"aku melihat bayangan belakangmu sangat mirip dengan Clover. Aku kira aku salah lihat, ternyata tidak.....Ayahku tinggal di sini, aku pulang ke sini hanya beberapa hari untuk syuting film. Jadi aku datang menjenguk ayahku dulu."
Clover mengangguk. Dia pernah mendengar dari Yuta bahwa orang tua Mohan tidak memiliki hubungan yang akur. jadi, kedua orang tuanya tinggal di tempat yang berbeda.
"oh, ternyata begitu..." Clover senyum dengan sopan.
Senyuman Clover sangat mempesona bagi Mohan.Pria itu melamun sejenak baru bereaksi.
"kamu mau pergi ke mana?"
"itu, aku mau pergi ke daerah Wol untuk mengurus sedikit masalah nanti sore"
"daerah Wol? kebetulan aku syuting film di daerah sana juga. Kalau kamu tidak apa-apa, aku juga bawa mobil, kita pergi bersama?" Mohan mengeluarkan ponselnya dan layar di ponselnya pas sedang berada di GPS. Tempat tujuan yang diatur Mohan benar-benar adalah daerah Wol.
Clover menggigit bibir bawahnya, dia ingin menolak Mohan dengan alasan dia sudah membeli tiket kereta.Tetapi Clover bukan orang yang pandai menolak kebaikan orang, dia juga merasa agak bersalah kepada Mohan karena masalah kemarin. Tidak tahu apa karena Yuta sudah menjelaskan kepada Mohan, pria itu tidak mencari Clover lagi setelah masalah hari itu. Tetapi Clover tetap merasa bersalah dan susah untuk menolak tawarannya.
"aku juga sekalian saja. Kamu tidak perlu merasa sungkan." seolah-olah melihat keraguan Clover, Mohan menambah, "aku sudah mendengar dari Yuta tentang masalah kamu dan sepupunya, sebenarnya aku sudah tahu malam itu, kalian berdua saling mencintai. Jadi, jangan sungkan.aku menjadikan kamu sebagai teman sekarang"
Mohan sudah berkata sampai begitu, kalau Clover menolaknya lagi, dia akan terlihat sedikit pelit, akhirnya Clover mengangguk.
"kalau begitu kita ke basemen, kita cari satu tempat untuk makan sebentar dan langsung berangkat ke daerah Wol. bagaimana?" melihat ekspresi wajah Clover sudah agak melega, Mohan segera menunjuk ke elevator, memberi petunjuk ke Clover untuk membuat keputusan selanjutnya.
Berpikir tentang daerah Wol memang agak jauh dari sini, dan pria ini juga merupakan teman Yuta. Akhirnya Clover mengangguk lagi "benar-benar merepotkan kamu"
Setelah itu mereka berdua berputar balik badannya di kebun perumahan dan berjalan ke elevator yang berada di bagian kiri.
Jadi, dari awal sampai akhir, Clover tidak melihat seorang pria yang sedang menunggu dia di luar gerbang perumahan.
__ADS_1
Devan memang sudah mengajak Clover untuk makan siang bersama sebelumnya, melihat Clover yang tidak kunjung keluar, Devan siap-siap mau masuk ke dalam mobil. Tatapannya kebetulan melihat mobil yang keluar dari basemen dan wanita yang duduk di dalam mobil itu adalah Clover.
Tidak tahu apa yang di katakan oleh pria yang tengah mengemudi itu, Clover menutupi mulutnya dan tertawa dengan bahagia.
Dylan yang sedang vidio coll dengan Tifa di dalam mobil juga kebetulan melihat mobil yang berlawanan arah dengan mereka. tentu saja dia juga melihat Clover yang duduk di tempat penumpang.
Dylan tidak peduli lagi dengan Tifa yang masih berbicara dengannya, dia membuka pintu mobil dan akan memberi tahu Devan. Tapi Dylan menyadari ekspresi Devan sangat menakutkan. Tentu saja Devan juga pasti melihatnya.
Dylan menunjuk ke mobil yang bergerak semakin jauh dari mereka, "bagaimana? apa kita mau mengikuti mereka?"
Devan tidak menjawab, masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan sangat kuat....
Clover tidak mengangkat telponnya dan tidak membalas pesan tekan ya. Devan tahu mungkin kata-katanya telah melukai hati Clover, tetapi tujuan Devan hanya lah ingin Clover lebih bahagia.
Setelah menceritakan dengan Dylan, Dylan menyalahkan Devan, dan berkata kalau Devan terlalu berterus terang. Jadi, Devan tidak peduli dengan kerjaan kantornya yang masih banyak belum di tangani dan langsung datang ke sini untuk memberikan Clover sebuah kejutan.
Tetapi, Clover malah duduk di mobil pria lain dan tertawa dengan bahagia....
"sepertinya pria tadi adalah orang yang kemarin yang bernama Mohan, orang yang Clover pernah berkencan bersama di luar negeri. Pria itu berpenampilan bagus dan bahkan lumayan populer di luar negeri...." melihat Devan melirik nya, Dylan yang belum sempat berbicara habis langsung berubah kata-katanya, "tentu saja tidak bisa berbanding dengan direktur Devan kita..."
Setelah itu mobil mereka terus mengikuti di belakang mobil Mohan.Mereka melihat Clover dan Mohan memasuki toko mie dengan wajah senang. kemudian mereka memesan satu mangkok mie masing-masing, setelah makan mereka kembali ke mobil lagi.
"tidak menyangka kamu juga pernah pergi ke daerah Seroja kemarin"
"karena mendengar Yuta bercerita beberapa kali, aku pergi ke sana untuk melihat-lihat. Pemandangan di sana benar-benar sangat cantik." Clover menyadari meskipun wajahnya terlihat biasa, Mohan menyimpan banyak hal.
"iya, di sana sangat cantik Tapi sayangnya tidak memiliki daya tarik kota besar."
"gadis zaman sekarang, terutama para gadis cantik semuanya mengejar kehidupan di kota besar, jarang-jarang ada gadis seperti kamu yang mencintai kampungnya, sangat jarang...." pujian Mohan tidak terus terang tetapi Clover bisa merasakannya.
Clover melamun sejenak, lalu tertawa dengan ringan, "aku merasa tinggal di daerah Seroja juga pilihan yang baik. Kota besar memang baik, tetap tidak memiliki keramaian dan rasa keakraban yang di miliki kota kecil"
Mohan tertawa, "di jalan pulang kali ini, aku mengenal seorang gadis. Dia mengatakan hal yang sama dengan kamu"
__ADS_1
Clover menutup mulutnya dan tertawa, "benarkah? gadis kecil zaman sekarang yang masih mengejar kehidupan di kota kecil benar-benar sudah sangat jarang"
Mohan mengangguk, seolah teringat seseorang, sudut bibirnya terangkat. Dia memutar alat pengemudinya ke bagian kanan dan memasuki gerbang sebuah tol......
"mereka sepertinya mau pergi ke daerah Wol. apa kita masih mau mengikutinya?" melihat mobil Mohan memasuki gerbang jalan tol, Dylan menoleh ke Devan. Devan tidak menjawab dan Dylan langsung mengangguk, terus mengikuti di belakang mobil Mohan.
Karena jarak antara kedua mobil sangat dekat, mereka bisa melihat Clover dan Mohan terus berbicara di dalam mobil. Bahkan percakapan mereka terlihat sangat bahagia, Devan merasa dadanya agak sesak. Dari masuk mobil sampai sekarang, alisnya selalu mengerut........
"sebentar lagi baru bisa sampai. kalau tidak, kamu bisa tidur sebentar saja?" melihat Clover yang sepertinya sedikit tidak semangat, Mohan memberikan saran.
Clover merasa kaget dengan ketelitian pria ini, dia mengucek matanya, lalu tersenyum, "baiklah...."
Setelah itu, Mohan mengulurkan tangannya ke tempat duduk belakang dan mengambil sebuah jaket yang tipis, dia memberikan jaket itu kepada Clover, "tutup saja.Berada di luar, kamu harus ingat menjaga kesehatan dirimu dengan baik"
.
.
.
Bersambung.....
.
.
Mohon maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti 🙏
.
Jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komennya....
Terimakasih...
__ADS_1
Lover you all.....
😍😍😍