Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Kabar Sherin Yang Menghilang Di Kereta


__ADS_3

Rumah yang pernah di tinggali Sherin.


Sekelilingnya terlihat berantakan, barang-barang yang hancur ada di mana-mana. Pakaian,buku,kursi yang terbalik dan lain-lain....


Tidak ada tempat untuk berdiri.


Dan pria yang biasanya anggun, saat ini malah sama sekali tidak menjaga penampilannya, duduk di lantai sebelah sofa dan melamun.


Di depannya, ada sebuah handphone yang terbanting hancur.


"rekaman CCTV rumah sakit semalam,sudah di dapatkan. Dia memang pergi ke rumah sakit, dan mungkin juga sudah mendengar semua percakapan kamu dengan ayah Gabriel, jadi mungkin juga dia lebih memutuskan untuk pergi"


Seluruh rumah sunyi menakutkan, Dylan tidak tahu apakah dia harus meneruskan perkataannya.


"kita sudah memeriksa seluruh rekaman CCTV di stasiun pemberhentian untuk orang masuk dan keluar. Tidak menemukan Nona Sherin turun dari dalam kereta, dan kebetulan di dalam kereta itu juga tidak terpasang rekaman CCTV...."

__ADS_1


Setelah berkata,Dylan menarik nafas dalam-dalam, dia tidak bisa menjelaskan bagaimana yang terjadi setelah kesalahan.


Terlihat jelas,rekaman menunjukan bahwa Sherin memang menaiki kereta itu, tapi malah tidak ada seorang pun yang melihat dia turun dari kereta.Dan bapak tua yang duduk di sebelahnya pun juga berbicara dengannya.


Namun,tidak nampak dia turun dari kereta


Devan menurunkan kelopak matanya, matanya bertambah merah.


Tidak heran lagi,kenapa semalam dia begitu ramah padanya, tidak heran, dia juga ingin berhubungan intim dengannya...?


Saat bangun di pagi hari, di sisi ranjang sudah tidak terdapat bayangan serta jejaknya lagi.Devan mengira, Sherin pergi untuk membeli sarapan.Devan menunggu sangat lama di dalam rumah, berpikir untuk menunggunya pulang, dan akan mendiskusikan masalah Gabriel bersamanya.


Tapi,malah tiba-tiba menerima telpon dari pak Hasan. Mengatakan padanya, Sherin sudah mau pergi, dan berada di stasiun kereta api.


Dia bagai menggila langsung mengemudi mobil menuju stasiun kereta,tapi ujung-ujungnya juga tidak bisa menemukannya.

__ADS_1


Sherin mengirim pesan teks kepada Devan, dia berkata, "Devan Terima kasih,kamu telah memberikan kenangan yang indah untuk ku, biarkan waktu kembali ke masa di mana kita tidak saling kenal.Dunia mu, tidak akan ada Sherin lagi..."


Tidak saling kenal? hehe...dia mengatakannya dengan begitu mudah.


Di rumah sakit..


"pa,kamu bilang Sherin menghilang di dalam kereta, penyebabnya tidak jelas? hehe..." bagus sekali,tidak peduli apakah dia menghilang atau pergi,selama dia menjauh dari Devan, itu tidak apa-apa. Gabriel tersenyum hingga air matanya keluar.Cintanya begitu hina sehingga dia harus menggunakan cara seperti ini untuk mempertahankan seorang pria?


"memangnya kenapa kalau dia pergi? selama dia masih hidup,dia akan kembali lagi.." kedua tangan ayah Gabriel meraih punggungnya,berjalan mondar-mandir dengan pelan, bibirnya terus bergumam, tapi dia berpikir,wanita itu benar-benar di luar dugaannya, bahkan bisa memilih untuk pergi.


Gabriel tentu terkejut, "ayah,apa maksudmu?" Gabriel selalu merasa ayahnya seperti sedang melakukan sesuatu secara diam-diam, tapi ayah Gabriel tidak menyebutkan, dia juga tidak memiliki keberanian untuk menanyakan nya.


"kamu lihat,kamu seperti ini adalah karena dia, tapi tetap saja tidak bisa menyaingi orang yang hanya pergi" ayah Gabriel dengan angkuh menatap Gabriel, matanya mengandung senyuman licik.


Gabriel menggertakkan giginya dengan ganas, Devan ini,membuat dirinya seperti ini, semalaman dia hanya melihatnya sekilas, lalu langsung pergi....

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2