
Devan melirik ke Clover, dia menyeringai tidak menjawab.
Setelah waktu cukup lama, dia perlahan-lahan berkata, "angkat lah kepalamu!"
Kali ini, gantian Clover yang tidak bergerak, hingga perasaan ini sudah menutupi tubuhnya. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan menatap ke Devan. Kedua tangannya yang bergantung di kedua sisi,tanpa sadar dia mengepalkan tangan.
Mengedipkan mata, dia menarik nafasnya, kemudian dia bulir air mata jatuh.
"dia yang mencari masalah dengan saya, bukan saya sengaja menyinggung dia.Tuan, lepaskan saya...."
Sambil berkata, Clover mengulurkan tangannya ingin menarik baju Devan, tetapi tangannya belum menyentuh baju Devan, Devan sudah melangkah mundur beberapa langkah ke belakang, dengan tatapan dingin dia menatap Clover dan berkata, "aku hanya ingin bertanya, 9 tahun yang lalu, bulan April kamu ada di mana? sedang apa? jangan berharap,kamu bisa berbohong...aku akan menyuruh orang untuk melacaknya!"
9 tahun yang lalu,bulan April? Simon sekarang berusia 9 tahun, 9 tahun yang lalu, Simon lahir di bulan itu, Clover mengerutkan kening, dengan sengaja menggaruk kepalanya yang tidak gatal. setelah beberapa saat, dia menjawab "tahun itu, aku masih semester satu, bulan April, mungkin aku masih sekolah..."
Saat ini, dia sangat berterima kasih kepada Yuta yang telah membantu dia membuat identitas baru.
"semester satu? di Universitas mana?"
"universitas Wol" Clover menjawab dengan cepat.Dia merasa takut akan hari di mana dia akan ditanya seperti ini, jadi dia sudah menghafal semua data-data identitas baru dirinya.
__ADS_1
"pernah melahirkan seorang anak?"
"pernah!" dia menjawab dengan tegas seperti tadi, habis berkata, kemudian dia memegang perutnya,menunjuk durian kering yang ada di atas meja, "Tuan, boleh kah aku memakannya? aku sangat lapar karena semalam belum makan malam" dia berkata dengan jujur. Tetapi, dengan keinginan makan untuk menutupi rasa panik ketahuan, di tambah, Sherin tidak suka makan durian....
Devan menatap Clover, kemudian menganggukkan kepala.
Lalu Clover dengan rasa terima kasih menganggukkan kepala, sekaligus menghabiskan durian tersebut.Memasukkan ke dalam mulut, memakannya dengan nikmat.
kamar yang tidak terlalu besar,dalam waktu sekejap di penuhi oleh bau durian.
Saat ini, handphonenya yang ada di dalam tas berbunyi....
"mama, kapan kamu akan pulang? aku sakit,kalau kamu tidak pulang, kamu tidak akan bisa melihat aku untuk yang terakhir kalinya!" dengan suara yang lembut dan sedikit manja,suara Momo terdengar tidak berdaya di ujung telponnya.
Clover memegang kening, "Momo, mama kasih tahu kamu, kurangi nonton drama Korea lagi!" di dalam handphone, tidak menjawab,terdengar suara gemerisik, setelah beberapa saat.
"Nona Clover, cepat lah pulang, Suhu tubuh Momo sudah mencapai 40 derajat, dia takut kamu akan khawatir, dia tidak ingin aku yang menelpon kamu, melihat dia yang seperti ini, tubuhnya gemetar, sudah minta obat demam, tetapi tidak berfungsi, kamu cepat pulang dan bawa dia ke rumah sakit!" suara bibi Su, terdengar sangat cemas.
Walaupun cara bicara Momo selalu seperti memprovokasi karena pengaruh TV, tetapi sangat menghangatkan hati, tahu bahwa mamanya sedang sibuk bekerja, saat dia berusia dua tahun saja, dia minta untuk masuk ke taman Kanak-kanak, di sekolah ada kegiatan apa saja dia tidak pernah memberitahunya.
__ADS_1
Pernah sekali, anak orang lain di gandeng oleh kedua orang tuanya bermain permainan. Hanya dia sendiri, sendirian bermain lompat-lompatan.
Saat guru-nya mengirim vidio, Clover sangat merasa bersalah pada Momo, memeluknya dan menangis dengan sangat sedih, tetapi malah anak ini yang menghiburnya. Mengatakan bahwa dia terlalu emosional..
Semakin dewasa pemikiran anak itu, semakin merasa banyak berhutang padanya, Clover semakin merasa sakit hati.
Tetapi, beberapa tahun ini, meskipun CX kosmetik bisa di bilang menjadi lebih baik, tetapi persaingan sangat besar, tekanan yang di rasakan tidak kecil.Membuka perusahaan ini, Yuta memberikan kepercayaan dan dukungan keuangan.Dia tidak ingin mengecewakan Yuta, apabila dia melakukan sesuatu, dia harus berusaha untuk melakukan yang terbaik.
"baik, aku akan segera pulang..." setelah mematikan telpon, Clover berdiri, dengan cemas dia berjalan keluar, tetapi tangannya di tarik oleh orang yang di belakangnya.
.
Bersambung...
Mohon dukungannya like dan komen...
Love you all.
Terimakasih....
__ADS_1