
Gabriel dengan ekspresi ketakutan, dan terus semakin ketakutan, dengan tidak percaya ia menatap Gary, "kamu...bagaimana kamu bisa mengetahui hal ini?"
Gary menolehkan kepala, lalu memperingati "Gabriel,yang aku tahu bukan ini saja, apa yang kamu lakukan dengan ayah, semuanya aku tahu, tetapi kita adalah satu keluarga, aku tidak akan mengatakan satu kata pun,tetapi kamu tetap harus meninggalkan Devan!"
Gabriel menggelengkan kepala,tidak, ia tidak akan berpisah dengan Devan, ia hidup karena Devan,apabila ia meninggalkan Devan, tidak artinya lagi ia untuk hidup.
"Gary,jangan pernah kamu mengatakan satu kata pun, aku tidak akan membiarkan kamu mengatakannya" sambil berkata, Gabriel berdiri dan berjalan ke arah rumah.
__ADS_1
Gary menarik lengan Gabriel, menariknya dengan kuat, "Gabriel, kamu sedang bermain dengan api, apakah kamu tahu? kakak tidak ingin kamu menghancurkan dirimu sendiri, jika kalian sekarang berpisah, walaupun dia tidak mencintaimu, setidaknya dia harusnya merasa bersalah!"
Setelah berkata,ia melepaskan Gabriel,bertatapan dengannya, "kalau kamu seperti ini terus,aku akan memberi tahu Devan sedikit. Ini akan cukup untuk membuat kalian berpisah" Gary berkata sambil membalikkan badan,dengan tegas dia langsung pergi.
Gabriel menatap bayangan Gary, tidak berhenti menelan ludah, tidak, ia tidak akan membiarkan Gary merusak rencananya, tidak akan...Terpikir akan hal ini, ia bergegas lari ke depan,dan dari belakang ia mendorong Gary ke arah kanan yang di bawahnya adalah sebuah tebing.
Sangat jelas,Gary sama sekali tidak mengetahuinya,sehingga tubuhnya terpental jauh ke belakang, terbentur dengan tiang pembatas jurang,kemudian jatuh ke bawahnya.
"chiiiiitt"
Suara gesekan antara ban mobil dan aspal, dengan cahaya yang silau, berhenti tidak jauh dari tempat Gabriel berada.
__ADS_1
Supir yang duduk di dalam mobil dengan raut wajah sangat terkejut dan ketakutan, berusaha mencerna apa yang baru saja ia lihat, ada seorang wanita mendorong seorang pria ke bawah tebing,di sini, sebuah villa di tengah gunung, di bawah tebing, walaupun tidak memiliki ketinggian sepuluh ribu kaki,bagaimana pun juga tidak lah kurang dari ketinggian seribu kaki, orang tersebut jatuh ke dalamnya, takutnya.....
Gabriel melihat Gary jatuh ke tebing, ia menyadari masalah ini sudah sangat berat, kedua tangannya menutup mulut, satu langkah demi satu langkah mundur ke belakang.Tumit belakangnya menyentuh pot bunga yang di sampingnya, seluruh tubuhnya melemas dan terduduk di atas lantai, dengan tangannya yang terluka, karena terlalu kuat, lukanya mengeluarkan cairan berwarna merah.Tetapi saat ini Gabriel tidak merasakannya,juga tidak memikirkannya, kemudian dia teringat sesuatu, lalu berbalik badan, dan ia berlari pulang seperti orang gila.
Ibu Gabriel duduk di ruang tamu, terlihat seperti tidak ada roh di dalam tubuhnya.Ia berlari ke luar, ia berdiri di depan Gabriel,menyambutnya dan kemudian menarik tangannya, "Gabriel,ibu tadi...tadi tidak sengaja, maafkan ibu ya?"
Di dalam pikiran Gabriel sekarang,penuh dengan gambaran Gary yang jatuh ke tebing,ia mendorong tangan ibunya, membalikkan badan,lari ke dalam kamar,menutup pintu kamar dan menguncinya,lalu bersandar di pintu dan merosot terduduk di atas lantai, memeluk kedua lututnya,seluruh tubuhnya bergetar hebat.
Setelah beberapa saat, terdengar suara ambulan di luar rumah, dan bersamaan dengan mobil polisi.
Wajah Gabriel menjadi sangat pucat....
__ADS_1