
"Devan, 14 tahun yang lalu,kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu akan menikahi Gabriel setelah dia dewasa. Anak ini sangat bahagia dan berharap, setelah bertahun-tahun dia selalu ada di dekatmu, dan kamu bilang tidak jadi menikahinya, apakah kamu pernah memikirkan perasaannya?" anak gadisnya sendiri di perlakukan seperti itu, sebagai seorang ayah,di dalam hati ayah Gabriel sangat marah.Walaupun Dia memikirkan status Devan, dia masih tidak bisa menahannya,sebagai seorang ayah, saat ini,dia harus membela anak gadisnya sendiri.
"Paman boleh mengatakan bahwa pihak perempuan yang membatalkan tunangan ini.Apa pun alasannya, bebas paman menulis apapun,dengan ini,masa depan Gabriel tidak akan terpengaruhi"
Devan seperti sudah memikirkan jawabannya,sehabis ayah Gabriel berpikir,dia segera menjawabnya.
"tetapi Gabriel sangat mencintai kamu!" sifat Devan membuat ayah Gabriel marah.Dia tidak peduli lagi dengan status Devan, langsung saja menjawab dengan teriakan.
"tetapi aku tidak mencintainya,apabila aku menikah dengannya, apakah ini tidak akan menyakitinya?" jawab Devan.
Ayah Gabriel pun terdiam sesaat.
"surat kuasa pemindahan saham yang di atas meja,mohon bantuan paman untuk memberikan kepada Gabriel,pembatalan tunangan,akan di umumkan oleh Gabriel sendiri di acara tahunan perusahaan" setelah berkata,Devan langsung pergi.
Ayah Gabriel menggenggam tangannya dengan kuat,dia sangat marah.
Lalu ayah Gabriel menyampaikan kepada Gabriel.
Di bandingkan dengan kemarahan ayah Gabriel, Gabriel seperti jauh lebih tenang,dia menundukkan kepala,tidak ada ekspresi di wajahnya,hanya terlihat pada jari yang memegang sisir putih, menunjukkan kemarahan di dalam hatinya.
"acara tahunan perusahaan....membatalkan tunangan? hehe, aku harus mengumumkan sendiri? tidak mungkin,aku tidak setuju!" ucap Gabriel.
Gabriel berpikir,apakah Devan benar-benar mencintai wanita itu? kenapa dia harus mendesak dirinya seperti itu?
Ayah Gabriel menundukkan kepala,dia memegang erat surat kepemilikan saham,sebenarnya,dia tidak pernah memikirkan, kalau Devan akan menggunakan saham sebagai pertukaran.
Devan sangat ikhlas memberi,membuat keyakinan di dalam hatinya sedikit tergoyang.
"apakah tidak bisa kembali seperti dulu,lebih fokus lah pada masa depan demi dirimu sendiri!" dengan intonasi kecil ayah Gabriel berkata.
Gabriel menolehkan kepala melihat ayahnya, lalu berkata "ayah,apa maksud-mu?"
Ayah Gabriel melempar surat kuasa pemindahan saham ke hadapan Gabriel. "ini lima persen.Kamu bisa bicarakan dengan Devan,apabila mendapatkan sepuluh atau lebih... di kemudian hari,tujuh turunan pun tidak perlu khawatir meski tidak ada dukungan dari Devan.apakah itu masih penting?"
Gabriel merasa tegang, dengan rasa tidak percaya dia menatap ayahnya,lalu dia memejamkan mata,dengan intonasi yang menyindir,dia berkata "ayah,kamu membeli kebahagiaan ku dengan uang?"
__ADS_1
"apa yang kamu inginkan? apa kamu sendiri mampu untuk menghentikan dia? beberapa tahun ini aku sangat mendukung pernikahan kamu dengan Devan,apakah itu masih belum cukup? aku yang tidak memikirkan mu? padahal kamu sendiri yang tidak bisa mengambil hati seorang pria, kamu bahkan tidak bisa mengalahkan seorang pengasuh anak, kamu bilang bahwa aku itu kejam? apabila aku kejam, 14 tahun yang lalu,aku...." ayah Gabriel berhenti berkata sejenak, melihat ibu Gabriel yang berada di belakangnya,mengayunkan ke atas dan pergi.
Melihat bayangan ayahnya yang menjauh, Gabriel mengerti suasana hati ayahnya sekarang,surat kepemilikan saham, lebih penting surat tersebut di bandingkan dengan dia sendiri menghentikan Devan untuk mengumumkan pembatalan tunangan ini,dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.
Sifat Devan,dia sangat mengerti,apabila ingin agar dia berubah pikiran,hanya jika terjadi sesuatu? seperti....dengan sudut bibir sedikit terangkat dia tersenyum.
Di sisi lain
Sherin tidak pernah tahu,ternyata sebagai karyawan Simba,juga harus menghadiri acara tahunan perusahaan Devan.
Teringat akan perkataan Devan ketika pergi saat itu, tanpa di kehendaki hati wanita itu menjadi tegang.
Setelah hari itu, Devan tidak pernah menemui dirinya lagi, mengirim pesan kepada Sherin, Sherin pada dasarnya juga hanya membalas dengan sepatah kata yang sama
"Sebelum kamu membereskan masalah kamu,tolong jangan menghubungi aku lagi!"
Jadi,Sherin juga tidak bisa menolak perkataan Devan hari itu ada berapa yang benar dan palsu.
Suasana hati yang tidak tenang dan cemas seperti ini,terus berkelanjutan sampai pagi hari di hari acara tahunan.
Karena jarak tahun baru sudah tidak bersisa beberapa hari lagi, jadi selain beberapa pelanggan penting, perusahaan pada dasarnya tidak menerima orderan lagi. Sherin orang baru seperti ini, di tangannya juga tidak ada pelanggan besar, jadi di hari ini, pada dasarnya dia tidak pergi ke kantor.Setelah makan pagi, Sherin yang baru saja mencuci bersih kain pel dan membawa ke teras untuk mengeringkan airnya pun mendengar suara ketukan di pintu.
"Yuta,kamu kok bisa datang ke sini?" tanya Sherin.Yuta yang melihat pintu terbuka dengan cepat langsung masuk ke dalam rumah, mengusap-usap kedua tangan,mengganti sepatu,saat melihat di tempat ganti sepatu ada sandal laki-laki,alisnya terangkat lalu menatap Sherin, dan berkata "kenapa bisa ada sandal laki-laki?"
Sherin tidak langsung menjelaskan,tapi mengikuti sorotan mata Yuta itu yang melihat sandal laki-laki di rak sepatu,seharusnya waktu itu Devan menyuruh orang untuk membeli nya.
Dengan takut takut dia merapat rapatkan bibir, "mungkin itu punya pemilik rumah" ucap Sherin gugup. Sherin sedikit kaku menyentuh telinga sebentar,membelokkan badan, menyalakan lampu ruang tamu.
Devan adalah pemilik rumah,Sherin itu tidak membohongi Yuta, Sherin pun menjelaskan di dalam hati.
Menuangkan segelas air untuk Yuta, dan memberikan ke pria itu, "Yuta,ada apa kamu datang ke sini?" selanjutnya menuangkan air untuk dirinya sendiri,mencicipi seteguk,lalu menoleh bertanya ke Yuta.
Kedua tangan Yuta memeluk gelas, bulak balik menggosok tangan, menyoroti keseluruhan rumah ini, mengalihkan topik "rumah ini lumayan bagus,uang kontrak nya tidak murah ya?"
"masih ok lah....''
__ADS_1
"kelihatannya gaji yang di berikan perusahaan Simba lumayan,"
Sherin tidak menjawab ucapan Yuta itu,Sherin melambai-lambai kan tangan "silahkan duduk,aku ingin pergi ke kamar mandi sebentar!"
Sherin baru saja pergi,handphone yang di letakkan di atas meja pun berdering.
Yuta awalnya ingin memanggil Sherin,saat melihat nama di atas layar,kata-kata yang sudah di ujung bibir pun di telan kembali "Ayah Simon"
Wajah Yuta pun menjadi gelap,dengan sengaja berkata "halo,siapa ya? Sherin sedang pergi ke kamar mandi"
Devan meletakkan dokumen di tangannya,menyenderkan punggungnya,mendengar suara laki-laki di sebrang telpon, mengerutkan alis, dengan seksama mendengar lagi,wajahnya juga menjadi gelap "Yuta?"
"oh... kakak sepupu ya? kamu ada apa menelpon? Sherin sedang pergi ke kamar mandi"
Devan mengecilkan mata, dengan suara berat sepatah demi sepatah memperingati "jangan berpikiran macam-macam terhadap Sherin,jelas tidak?"
Alis Yuta terangkat dan menatap ke arah kamar mandi,setelah sesaat agak berpikir mendalam,berkata "kak,kamu jangan salah paham,aku tidak berminat dengan yang lebih tua dariku,aku hanya menganggap Sherin sebagai teman,teman saja" Yuta sengaja fokus pada arti 'kakak perempuan' dua kata ini, dia memang tidak berminat pada kakak perempuan,dia hanya menginginkan wanita bernama Clover.
Devan menjawab dengan suara yang sangat dingin "begitu lebih baik!"
"kak,kamu ada perlu apa ya?"
"kamu beri tahu dia, aku sebentar lagi mengutus orang untuk mengantar pakaiannya untuk menghadiri Acara Tahunan Perusahaan malam ini!" setelah mengatakan,lalu menutup telponnya.
Saat ini,Sherin membuka pintu keluar dari dalam.
"kakak sepupuku menelpon kamu" Yuta berkata kepada Sherin sambil menggoyang goyang kan handphone di tangannya.
"dia bilang apa?" Sherin mengambil tisu,mengusap bekas air di tangannya,berpura-pura tidak peduli namun tetap bertanya.
"dia bilang,sebentar lagi akan mengutus orang untuk mengantarkan baju yang akan kamu pakai untuk Acara Tahunan Perusahaan malam ini"
Sherin terdiam sejenak, Devan mengantar baju,dia....mana berani memakainya, Sherin menundukkan kepala,Diam-diam minum.
"Clover... "
__ADS_1
"panggil Sherin saja deh!" Sherin menghentikan Yuta, ada beberapa kebiasaan lebih baik tidak ada yang punya.
Yuta menganggukkan kepala, dan bertanya kepada Sherin " Sherin,kamu menyukai kakak ku?"........