
Devan berdiri berjarak beberapa meter dari mereka,dia menekan bibirnya dan melihat ke orang-orang tersebut dengan ekspresi wajah yang sangat tidak senang.
"bonus akhir bulan di kurangi semuanya. kalau ada yang mau protes,langsung angkat kaki dari perusahaan ini!"
Devan berjalan ke arah Sekretaris dan menoleh ke orang-orang tersebut sambil berkata dengan dingin.Jika bukan karena mereka sudah bekerja keras bersama Devan selama beberapa tahun, devan pasti sudah memecat mereka.
Orang-orang yang membicarakannya tersebut merasa sangat takut.Ini adalah pertama kali menggosipkan Devan, tetapi langsung ketangkap basah di tempat.
"aku kan sudah bilang, di sini bukan tempat yang kalian boleh bertindak sesuka hati" ketua sekretaris menunjuk ke beberapa orang tersebut.
"Devan,kamu...kamu sudah datang?" mendengar suara langkah kaki, Gabriel mengangkat kepalanya dan melihat Devan yang berjalan ke arahnya dengan wajah dingin.
Alis Devan mengerut ketika dia melihat Gabriel berjongkok di lantai. Devan mengulurkan tangannya dan menarik Gabriel "mengapa tidak menelpon ku sebelum kamu datang ke sini?"
Devan meletakkan jarinya di atas gagang pintu, dan setelah itu, pintu ruangannya terbuka.Devan baru saja masuk ke dalam, Gabriel langsung memeluknya dari belakang.Melihat Devan akan melepaskan tangannya yang berada di pinggang Devan, Gabriel memeluknya semakin erat dan berkata dengan lembut, "Devan,biarkan aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya...Mungkin aku sudah tidak memiliki kesempatan untuk memelukmu lagi lain kali"
Devan merasa agak kaget, dia tidak pernah mencintai Gabriel, tapi sekian lama bertahun-tahun, Devan selalu menganggap Gabriel sebagai adiknya.Hatinya merasa sedih ketika dia melihat wajah Gabriel yang terlihat penuh dengan air mata.
"Gabriel,kamu akan mendapat pria yang lebih baik.Jika kamu tidak ingin menghadiri acara wawancara wartawan pada sore nanti, aku akan menyuruh orang lainnya berbicara untukmu"
Devan memegang bahu Gabriel dengan lembut. Tetapi,perasaannya sudah berubah. Gabriel mengerti beberapa masalah sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi.
Gabriel menundukkan kepalanya dan terus menangis.Mendapat pria yang lebih baik? pria mana yang bisa sebanding dengan Devan?
Tidak, Gabriel tidak akan membiarkan mereka berdua bersama...
__ADS_1
Tiba-tiba, Gabriel mengangkat kepalanya dan mengangguk kepada Devan, "baik lah,kamu atur saja semuanya.Kalau begitu, kamu nanti sore suruh orang lain berbicara untukku saja!" setelah itu,Gabriel memutar balik badannya dan berjalan keluar dengan tatapan yang kosong.
Devan ingin mengulurkan tangannya dan menarik Gabriel, tapi Gabriel terlebih dulu menoleh ke Devan dan memberinya sebuah senyuman ringan. Gabriel menghindari tangan Devan dan terus berjalan keluar dari ruangannya.
Setelah Gabriel pergi,Dylan memasuki ruangan Devan, "Devan, aku merasa Gabriel agak aneh ketika dia berjalan keluar."
Devan melihat ke Dylan beberapa saat, dan tiba-tiba tatapannya tenggelam. Dia meletakkan pena yang ada di tangannya dan berlari keluar.
Setelah itu, ada suara teriakan dan susana kantor menjadi sangat berantakan. Dylan yang mengikuti di belakang Devan juga merasa kaget melihat kejadian itu. Dylan menoleh ke Devan dan menyadari dahi Devan ada keringat yang mengalir....
Di sisi lain,
Karena Devan berkata bahwa dia akan pulang makam malam hari ini,Sherin sengaja pergi ke pasar yang sangat jauh untuk membeli seafood. Tetapi Devan tak kunjung muncul ketika Sherin menunggu sampai lauk sudah menjadi dingin.
Begitu TV menyala...
"Berita terbaru, tunangan direktur Ningga Group, Nona Gabriel mengalami insiden kecelakaan di depan gedung Ningga Group. Ada yang menjelaskan kecelakaan ini terjadi karena kondisi mental Nona Gabriel yang kurang baik.Nona Gabriel sudah di antar ke rumah sakit sekarang...."
Sherin langsung berdiri dan remote yang di tangannya jatuh ke dalam gelas air yang berada di atas meja....
Depan pintu ruang operasi rumah sakit
Ayah Gabriel berjalan sana sini di depan pintu ruang operasi dengan tatapan tenggelam. Devan pun juga berdiri di sana dan tidak bergerak sama sekali.
Di satu sudut,ada seorang wanita yang memiliki rambut panjang sebahu, wanita itu memakai topi dan masker.Wanita itu juga tidak bergerak,memperhatikan mereka, kemudian menundukkan kepalanya, tidak ada yang bisa melihat wajahnya.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, ekspresi wajah setiap orang yang berada di sana menjadi tidak bagus.
Akhirnya....
Bersambung....
NB
Mohon dukungannya like dan komen...
Tapi maaf,jangan berkomentar ceritanya bertele-tele atau berbelit-belit...
Karena ini kan cerbung, bukan cerpen yang langsung selesai.
Kalau cerbung di jadiin cerpen, nanti gak seru dong banyak episode-episode yang akan di lewatkan tak tahu masalah lainnya,,,iya kan???
Maaf, author banyak maunya🙏,,,
Jujur, author memang ingin dukungannya untuk penyemangat author menulis tapi bukan yang malah malas untuk menulis..
Kalau komennya begitu author jadi ragu-ragu untuk menulis🥺
Terimakasih....
Love you all😍
__ADS_1