
Karena Gabriel tidak mau masuk penjara, dia terus memohon pada ibunya.
"Ma,kamu bantu aku untuk bertanggung jawab!" ketika kata-kata ini di ucapkan, tidak hanya ibunya Gabriel yang terkejut tetapi Gabriel sendiri juga merasa terkejut.
Dia menutup mulutnya,menundukkan kepalanya, dan tidak berani menatap mata ibunya.
"ma,aku....aku...aku tidak mau masuk penjara"
Ibu Gabriel berbalik, tubuhnya jelas terlihat kaku, dia menatap putrinya berlutut di lantai dengan tatapan tidak percaya, mengangkat tangannya dan terus-menerus gemetar.
Apa yang baru saja dia dengar? putrinya meminta dia bertanggung jawab atas kejahatan itu?
"kamu...apa kamu masih punya hati nurani?" ketika dia bertanya seperti ini, dia merasakan sakit yang luar biasa.
Gabriel di pandangi oleh ibunya, tetapi dia seharusnya tidak boleh masuk penjara, dia masih sangat muda,jika dia masuk penjara, dia tidak akan punya apa-apa.
Tidak...
Dia berlutut di lantai,membenturkan kepalanya dengan keras, dan suara keras itu,kepalanya yang membentur lantai terdengar sampai di telinga ibunya Gabriel.
"ma,tolong, sekarang hanya kamu yang bisa menyelamatkanku. Waktu kejadian itu gelap sekali, hingga mungkin saja pengemudi itu tidak akan dapat melihat dengan jelas seperti apa aku, kita memiliki tinggi dan tubuh yang hampir sama, dan kita juga terlihat hampir mirip, jika kamu yang menggantikan aku, tidak akan ada yang tahu, ma...kamu selamatkan aku!"
__ADS_1
Ibu Gabriel menatap putrinya di hadapannya dengan iba, matanya terlihat penuh dengan air mata dan juga raut wajahnya kusam.
Apakah karma ini telah datang? hal buruk apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya? jadi, ini karma untukku?
ibu gabriela hanya bisa membatin.
Setelah itu,dia menatap putrinya yang berlutut di lantai, dia membungkuk dan menariknya ke atas.
Bekas tangan di wajah putrinya itu, ada warna kemerahan bekas tamparan, wajah ini terlihat seperti dia, sangat cantik, menarik orang untuk menyayanginya,tapi.....
Tangannya menyentuh bagian jantung putrinya itu. Mengapa di sini begitu hitam? apakah dia mewarisi dirinya? pada saat itu,dia juga sangat kejam pada orang itu.
Haha...karma, karma.
Pada saat ini telpon di ruang tamu tiba-tiba berdering.
Ibu Gabriel berjalan dengan panik, terhuyung-huyung ke pintu dan menekan tombol jawab.
"Halo,kami dari kantor kepolisian, kami baru saja menerima laporan bahwa seseorang dengan sengaja membunuh, dan saksi melihat tersangka memasuki rumah Anda.Tolong buka pintunya!"
Ibu Gabriel terduduk lemas di lantai,matanya berkaca kaca. dia menoleh ke pintu dan menggelengkan kepala dengan putus asa.
Suara ibu Gabriel terdengar menjawab dengan tenang, "pak polisi,tunggu sebentar. Aku akan memanggil seseorang untuk membuka pintu"
Lalu ibunya Gabriel menarik Gabriel yang terduduk di lantai, dengan cepat menariknya dan membawa masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"ma, " Gabriel tidak berani menatap ibunya.
"apa yang kamu lakukan? cepat lepas bajumu itu, dan berikan padaku" ibunya Gabriel berkata sambil mengambil sisir di meja rias, membuka ikatan rambut nya yang telah diikat sepanjang waktu dan menyisir nya dengan santai. Dia melepas semua pakaiannya dan mengganti nya dengan pakaian Gabriel.
"Ma,kamu...."
"sebentar lagi kamu akan memberi tahu polisi bahwa mama bertengkar dengan kakakmu,ok?" setelah itu ibunya Gabriel berbalik dan keluar.
Gabriel mengikuti dan menahan langkah ibunya dari belakang, "ma, aku minta maaf padamu!"
Permintaan maafnya membuat ibunya Gabriel sedikit membangkitkan senyuman pahit, menepuk punggung tangan putrinya, "nak,ibaratnya anak membuat kesalahan,itu salah orang tua, aku tidak mengajarimu dengan baik, aku pantas menerimanya"
Setelah beberapa langkah, dia kembali menoleh ke belakang, menatap Gabriel, "nak, kuharap kamu akan baik-baik saja di masa depan"
Mungkin dia ingin membiarkan Gabriel menyadari sifatnya yang tidak berbakti. Gabriel mengatakan "ma, jangan! aku saja yang akan pergi,baku tidak akan meminta mama membantu aku bertanggung jawab lagi, ma...berikan pakaianku!" Gabriel berkata sambil menarik mantel ibunya.
Ibu Gabriel meraih tangan putrinya "jika menggunakan aku bisa mengembalikan hati nuranimu, Gabriel, mama bersedia, kamu cepat lah bergegas untuk melihat bagaimana kabar kakakmu? keluarga kita berhutang kepadanya sepanjang hidup, dan rawatlah ayahmu dengan baik!"
Begitu kata-kata itu jatuh, pintu di dobrak terbuka luar.
Terimakasih,
Mohon dukungannya like dan komen...
Love you all
__ADS_1