
Suasana perjalanan pulang ke kota sangat lah sunyi. Sherin mendengar dari Dylan bahwa di papan kayu sebelum jalan masuk hutan benar-benar ada tertulis kata 'BAHAYA, DI LARANG MASUK!' tetapi benar-benar ada pelabuhan ferry di arah timur juga.
Karena Sherin salah ingat jalan, dia benar-benar mengira bahwa semua itu hanya lah sebuah insiden. Sherin tidak memikirkan tentang masalah itu lagi setelah dia pulang dari pulau.Dan setelah kejadian itu,Sherin tidak pernah lagi kontak bersama Devan.Jika bukan karena ingatan malam itu benar-benar jelas, Sherin mungkin akan masih mengira bahwa kejadian malam itu hanya lah sebuah mimpi.
Setelah pulang dari pulau, Sherin sangat lah sibuk bekerja. Perusahaan nya mendapat banyak pesanan yang sangat besar. Sherin juga perlahan lahan tidak lagi memikirkan masalah yang terjadi di pulau saat itu.
Sherin masih merasa sangat takut terhadap manager Lupus. Sherin menerima semua pesanan yang telah di tolak oleh beberapa penata rias.Jadi sekarang, dia setiap hari selalu bekerja di luar.
Daerah Ciput sudah memasuki musim dingin sekarang. Sherin tidak memiliki alat transportasi sendiri, sehingga dia selalu naik bus jika ingin pergi ke mana mana. Memang agak sedikit susah, tetapi Sherin merasa agak bebas dan nyaman. setidaknya dia tidak perlu bersama dengan orang orang yang selalu menyindirnya.
"mama,kamu sudah lembur beberapa minggu.Simon kangen sama mama." Sherin tersenyum ketika dia membaca pesan teks dari Simon di dalam bus.Di musim yang dingin ini, Simon adalah satu satunya orang yang bisa membawa kehangatan untuk Sherin.
"setelah kesibukan ini berakhir, mama akan pergi menemani kamu" Sherin membalas pesan teks dari Simon. Melihat sudah hampir sampai di tempat tujuan, Sherin menyimpan ponsel nya ke dalam sakunya. pada saat itu, terdengar suara percekcokan di bagian depan bus. Sherin melihat ke arah asal suara itu berada, dia melihat seorang pemuda yang memakai masker sepertinya sedang berbicara dengan sang supir bus.
"Pemuda zaman sekarang memang parah. hanya maslah membayar lima ribu rupiah pun dia bisa mencari alasan untuk tidak membayarnya." tante tante yang duduk di depan Sherin pun mengeluh.
__ADS_1
"pak,saya lupa untuk membawa uang hari ini. Ini adalah kartu kerja saya." Pemuda itu berkata dan menyerahkan kartu yang menggantung di lehernya itu kepada sang supir bus.
Pada saat itu, bertepatan dengan bus sudah tiba di tempat tujuan. Sherin berjalan ke depan pintu bus, tetapi pria itu menghalangi Sherin untuk turun. Sherin mengeluarkan uang lima ribu rupiah dari dompetnya dan memasukkan uang tersebut ke mesin pembayaran bus yang berada di depan pria tersebut. "cepat turun, aku sudah bantu kamu untuk membayarnya. orang orang di belakang sedang menunggu kamu untuk turun dari bus!" Sherin berkata.pria itu terkejut dan menoleh ke arah Sherin, mengambil kartu kerjanya dari sang supir dan ikut turun dari dalam bus.
"Terima kasih, gadis cantik" Sherin baru berjalan dua langkah sudah di tarik kembali oleh pria tadi. Sherin menolah kepada pria yang memakai masker di depannya.Setelah melihat dengan jelas siapa orang tersebut, dia menutup mulutnya dengan kaget "Yuta?"
Yuta,teman SMA Sherin yang tidak sekelas dengannya. Waktu itu Yuta adalah ketua OSIS di sekolahnya dan Sherin sebagai wakil ketua OSIS.Mereka bekerja sama selama dua tahun, hubungan mereka bisa di bilang sangat akrab.
Yuta memiliki wajah yang tampan. dia sangat jago dalam bermain gitar dan juga basket, sehingga dia sangat terkenal di sekolah nya dan di sukai oleh banyak wanita.Hanya saja dia tidak memiliki keluarga yang kaya.Ada siswa yang berkata bahwa Yuta bekerja sebagai pelayan di hotel pada saat liburan.
Sherin tidak menyangka jika dia bisa bertemu dengan orang yang dia kenali di kota yang jauh dari kampungnya. Sherin merasa sangat senang dan melupakan penampilan dirinya yang sekarang.Dirinya menukar penampilan dan bahkan mengganti nama aslinya.
Kesenangan Sherin di padam oleh satu kata 'TANTE' yang di ucap kan oleh Yuta. Sherin menyentuh wajahnya sendiri,berusaha menekan perasaan di dalam hatinya dan menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang kecewa. "maaf saya sudah salah mengenal orang!"
"tetapi kenapa kamu bisa tahu bahwa nama saya Yuta?" Sherin menyembunyikan ekspresi dirinya yang sebenarnya dan memegang kantong yang berada di tangannya dengan sangat erat. Sherin melihat kartu kerja Yuta yang menggantung di leher Yuta dan berkata "karena aku melihat kartu kerja kamu"
__ADS_1
Sebenarnya,pria dan wanita itu berbeda. Asal tidak menjadi gemuk, penampilan pria saat umur 18 tahun sudah menetap.Setelah itu, Sherin menarik nafas yang dalam dan berjalan ke bus stop selanjutnya.
Melihat Yuta yang berada di sampingnya, Sherin memiliki keinginan untuk menghapus semua riasannya. tetapi dia tidak melakukannya.Tempat kerja Sherin kali ini adalah stasiun siaran TV, dia akan menata riasan seorang MC yang terkenal,biasanya Simba tidak menerima pesanan seperti ini.
Penata rias perusahaan Simba semuanya adalah penata rias terkenal di industri.Selain menata rias untuk model perusahaan sendiri, penata rias Simba hanya menerima pesanan menata riasan aktor terkenal dan orang orang kaya dengan status tinggi.
Tetapi karena MC kali ini merupakan MC dengan status tinggi, Gabriel menerima pesanan ini.
"Sherin,MC kali ini sangat lah suka memilih. kamu harus teliti menata riasannya!" sebelum datang, manager Lupus mengulangi kata kata ini beberapa kali. Sherin tidak bisa membayang kan seberapa sulit untuk menata riasan MC itu.
"baik Pak." jawab Sherin sambil mengangguk kan kepalanya...
"salam kenal, nama saya Sherin,penata rias perusahaan Simba. Hari ini saya datang untuk menata riasan MC kalian." Sherin berkata kepada resepsionis yang berada di depan.setelah itu, Sherin di persilahkan masuk ke dalam sebuah ruangan. "silahkan tunggu sebentar! MC kita akan segera sampai"
Setelah beberapa menit terdengar suara "Halo, Tante. sepertinya ini sudah takdir.kita di pertemukan kembali."
__ADS_1
Sherin terkejut ketika dia melihat Yuta yang berada di belakangnya. Dia membuka tasnya dan mencari dokumen yang berisi daftar nama dan informasi tentang nama pelanggan. Nama Yuta tertulis jelas di dalam dokumen itu, hanya saja Sherin tidak sempat membaca dokumen tersebut karena dia berangkat dengan buru buru.
Selain menjadi ketua OSIS, Yuta juga merupakan anggota ruang Penyiaran pada saat SMA.tidak tersangka, dia menjadi seorang MC sekarang.