Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Meninggal Di Dalam Kereta


__ADS_3

"TOK...TOK..." pintu kamar pasien berbunyi dua kali. Kemudian di dorong terbuka dari luar.Lalu,ada seorang wanita yang berjalan masuk.


Gabriel yang awalnya berbaring terlentang,saat melihat dengan jelas orang yang datang, dia langsung bangkit dari duduknya hanya dalam waktu sekejap,rasa sakit di luka membuat butir keringat di dahinya mengalir.


Namun,dia malah tidak memperdulikannya, jarinya menunjuk wanita yang berada di hadapannya, bergelora hingga suaranya pun terdengar bergetar, "ayah,bukan kah kamu bilang dia menghilang? kenapa dia.. kenapa bisa ada di sini?" selesai bertanya,dia menoleh ke ayahnya.


Ayah Gabriel yang menghadapi ekspresi Gabriel, seperti tidak melihat dan tidak mendengar. sebaliknya, wajahnya malah tersenyum berseri.Hanya terlihat dia melangkah maju, mengelilingi wanita itu sebanyak dua putaran, dan kemudian dia mengangguk dengan puas.


"ehm...sangat tepat waktu!"


Bibir wanita itu sangat pucat, lalu dia membalikkan badan, menatap ayah Gabriel. "terima kasih sudah menyelamatkan adikku, membantuku untuk mengurus orang tuaku dengan baik, jika ada kesempatan di kehidupan selanjutnya, aku akan membalas jasa budi mu!" Nada suaranya sedikit kasar, tidak seperti suara Sherin yang selalu terdengar begitu halus, Gabriel pun mengerutkan kening.


Percakapan mereka berdua, semakin membuatnya tidak paham. Apakah Sherin mempunyai adik, dia tidak tahu, tapi dia tahu kedua orang tuanya sudah meninggal.Saat ini, kenapa muncul kata 'orang tua?' dia mengalihkan tatapan nya pada ayahnya, bertanya dengan nada mendesak, "ayah, apa yang sebenarnya terjadi?"


Ayah Gabriel memutar kepala, menatap Gabriel, kemudian tertawa terbahak-bahak.Tiba-tiba tawanya terhenti,berhadapan dengan Gabriel,lalu jari telunjuk nya menunjuk wanita di belakangnya, perlahan-lahan berkata, "katakan lah, kalau kita membiarkan Devan melihat wanita itu meninggal di depan matanya sendiri, maka,apakah akan total menghentikan perasaan di hatinya?"


Satunya mengira sudah meninggal,satunya lagi mengira bisa melupakannya? meskipun kedepannya masih ada kesempatan untuk bertemu, juga tidak bisa menyaingi keadaan yang sudah berubah.


Gabriel sekarang semakin bingung. "sebelumnya,ayah mengatakan kalau Sherin sudah pergi, saat ini, dia malah muncul di kamar pasien dan mengatakan kalau wanita ini akan meninggal..?"

__ADS_1


Ayah Gabriel tidak menjawabnya, hanya saja,menegakkan badan, mengeluarkan sebuah surat dari saku jasnya, menyodorkan ke wanita di depannya, "lakukan sesuai apa yang tertulis di dalam surat ini, kamu jangan khawatir,adikmu dan kedua orang tuamu, aku sudah mengatur segala kehidupan mereka kedepannya."


Wanita itu menerima surat itu, membukanya dan melihat-lihat, tidak mengatakan apa pun, mengangguk, berbalik badan dan pergi keluar...


Sore hari, di dalam rumah Devan.


"Devan...." Dylan membuka pintu, berkata dengan terengah-engah, ekspresinya terlihat sangat berat..


Devan yang tengah merokok,duduk di tempat semula, melihat Dylan masuk, dia berkata tanpa ada ekspresi apapun. "ada apa?"


"Nona Sherin, sudah...sudah di temukan!"


Berjalan dua langkah, melihat Dylan yang tetap berdiri di tempat, bernada rendah dan meliriknya sekilas, "apa maksudnya?"


"dia...dia sudah meninggal.." Dylan menundukkan kepala, dengan sulit dia mengatakan kata-kata itu.


Tangan Devan terkulai, jas di tangannya jatuh ke lantai, maju ke depan,kemudian menarik kerah baju Dylan,kekuatannya itu,jika sedikit di perketat lagi, Dylan merasa dirinya bisa mati tercekik.


Wajahnya suram menakutkan, "kamu, katakan sekali lagi!"

__ADS_1


Dylan sudah bertahun-tahun mengenalnya, pertama kali melihatnya seperti ini, tersentak secara tidak terkendali.


"di dalam toilet kereta api itu...di temukan,dia telah memotong urat nadinya...untuk bunuh diri" Dylan langsung di cekik oleh Devan hingga kesusahan untuk berbicara.


Namun, hal ini pun bisa menjelaskan,mengapa hanya terlihat Sherin naik ke dalam kereta,tapi tidak terlihat dia keluar....


Bersambung...


.


.


.


Terimakasih...


Mohon dukungannya like dan komen...


Love you all...

__ADS_1


__ADS_2