Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Wanita ibunya Simon


__ADS_3

Dylan melihat laki-laki itu tidak tersentuh sama sekali, lalu dia menutup mulutnya.Setelah sejak ada Sherin di mata laki-laki ini apa tidak bisa melihat wanita lain lagi? tidak perlu berbicara yang lain dulu,wanita cantik seperti itu saja,nyatanya walau setelah laki-laki itu melihatnya,reaksinya juga setenang itu.


"kamu,tidak merasa wanita ini sangat cantik?"


Devan menoleh, melihat pintu yang menutup di belakangnya, ujung bibirnya melengkung sedikit senyuman datar, apakah benar cantik? mengapa tidak terlihat olehnya?


"melihat raut wajah kamu, kenapa? berminat? perlu aku bantu?"


Dylan di buat tersedak oleh karenanya.Tidak bisa berbicara lagi, dia membalikkan badan, dengan kuat memukul-mukul tiang sekejap.


"ternyata benar,orang yang sedang jatuh cinta itu kecerdasannya menurun menjadi nol besar. Aku bertanya kepada kamu,apakah kamu tidak merasa kalau wanita itu sangat lah mirip dengan Simon-mu ?" Dylan bertanya dengan keras sambil memperagakan tangannya.


Sebenarnya awalnya dia juga tidak kepikiran tentang hal ini, hanya merasa wanita ini sangat cantik saja.Setelah melihat semakin lama pun merasa rasanya pernah melihat di mana? setelah terus membayangkan orang-orang di sekelilingnya satu-persatu, baru lah dia terpikir akan wajah Simon.


Devan mengerutkan alis,dengan cepat menarik handphone di tangan Dylan.


Sekali melihat dengan seksama,sorotan matanya menjadi suram dan berat. "pergi, cari tahu informasi yang jelas! siapa dia? berada di mana? aku mau tau segera!" perintah Devan kepada Dylan.


Melihat Dylan yang hanya berdiri diam,Devan melihatnya sejenak "ada apa?" lanjutnya.


"setelah menemukan ini,aku langsung menyuruh orang untuk mencari tahu," ucap Dylan menjeda sambil menaikkan bahu "tidak ada hasil. Aku lihat, kamu harus bertanya tanya ke adik sepupu kamu deh, dia bisa membawa wanita itu, tentu saja dia seharusnya tahu tentang wanita itu"


Devan menutup-nutup mulut,meski Yuta adalah adik sepupunya,


tapi beberapa tahun ini,interaksi mereka berdua juga tidak banyak,di tambah lagi watak mereka berdua yang jauh berbeda, Devan juga tidak suka dengan adik sepupunya ini.


"mana dia?"


"di restoran hotel."


"ayo!" ajak Devan dengan segera


Yuta pernah berpikir,Devan pasti akan mencari dirinya, namun dia tidak menyangka Devan begitu cepat datang menemui dirinya.


Meminum seteguk susu dari gelas di tangannya, Yuta menunjuk-nunjuk kursi kosong di depannya kepada Devan dan Dylan.


"kak,sudah makan sarapan belum?" tawar Yuta memulai berbicara.

__ADS_1


"mana wanita itu?" Devan tidak ingin berputar-putar topik,tanpa basa-basi langsung saja bertanya kepada Yuta.


Yuta mengerutkan dahi, "kamu jangan bertanya kepada aku! aku lebih tidak tahu lagi dari kamu tentang wanita itu, dia sendiri yang datang mencariku, mengatakan bahwa dia ingin menjadi terkenal, aku melihat dari penampilannya juga lumayan cantik, lalu aku menyetujuinya untuk ikut aku di kemudian hari, alhasil setelah pesta berakhir malah lari tak berjejak." jelas Yuta sambil mengangkat gelas lagi dan minum susu.


"kenapa kak? apa kamu juga menyukainya? kamu bukannya pernah bilang sudah jatuh cinta kepada nona Sherin? kenapa cepat sekali berubah hatimu?" kata Yuta berlanjut.


Devan melihatnya tidak serius,api pun menyentuh dasar, devan berdiri,telapak tangannya menggenggam kerah baju Yuta, "aku beri tahu kamu, dia mungkin adalah wanita yang melahirkan Simon,kalau kamu tahu sesuatu,lebih baik beri tahu aku,kalau tidak,aku tidak akan melepaskan kamu!"


Yuta sengaja membesarkan matanya,menutup mulutnya, "kak,apa kamu bilang,dia adalah wanita yang melahirkan Simon? ini....ini aku tidak tahu yah,kalau aku tahu, dari kemarin aku pasti sudah memberi tahu kamu"


Setelah berkata,Yuta mengambil setumpuk kan foto yang sudah di siapkan sebelumnya dari meja di samping,di dalam sana terlihat Sherin memakai masker,topi,berjalan keluar hotel,dan Yuta menyerahkan ini ke Devan. "kamu lihat,aku juga bukannya pagi pagi sudah pergi untuk mencarinya bukan?"


Tiba-tiba dia mengerutkan dahi,menatap Devan, "kalau aku bilang ya kak, menurut-mu,apa dia itu sengaja menarik perhatian kamu? makanya,dia mencari diriku..." tangan besarnya menepuk dahinya, "bagus,benar-benar wanita yang pantas mati,kalau aku menemukannya,pasti akan menggulitinya,berani-beraninya mempergunakan diriku"


Devan dengan teliti menilai raut wajah Yuta,alisnya terangkat angkat, "kamu benar-benar tidak tahu?"


Yuta melepaskan tangan Devan yang ada di kerah bajunya, "kak,menurut kamu aku ada alasan apa sehingga tidak memberi tahu kamu?"


Usai berbicara,kemudian duduk,dengan lahap menggigit makanan di tangannya,kelihatannya suasana hatinya tidak begitu baik.


"kalau dia menghubungi kamu lagi,segera hubungi aku!" setelah Devan selesai berpesan,dia membalikkan badan,kemudian pergi bersama Dylan


"Devan,kamu tidak mempercayainya?"


Raut wajah Devan menjadi tajam,dia bukannya tidak percaya kepada Yuta,tapi setelah beberapa tahun ini akhirnya ada kabar tentang wanita ibunya Simon,dia tentu saja tidak bisa melepaskan petunjuk ini.


"mungkin hanya mirip saja" kata Dylan sambil mengelus elus telinga menghiburnya.


Sherin dengan wajah aslinya tampak di karpet merah,dalam waktu singkat di gosifkan dengan hangatnya, masing-masing media pun bertanding untuk memberitakan dirinya, terus menerus menerka, sebenarnya bidadari dari manakah wanita misterius ini,lalu memanfaatkan karpet merah tujuannya apa?"


Dan Yuta serta perusahaan Clover,karena ini juga kembali terdorong ke tingkatan atas berita terbaru.


Saat Sherin pergi ke tempat syuting,orang-orang juga memperbincangkan hal ini.


"wanita itu berpenampilan sangat mengejutkan serasa bidadari turun dari langit,kalau saja dia masuk ke dalam dunia perfilman ini,aku lihat wanita-wanita yang ada di posisi artis besar pun bisa khawatir."


"dia begitu cantiknya,andaikan bisa ikut syuting bersama dengan kita,siapa yang tidak akan mendengar berita ini,? pagi tadi ada seorang yang kaya raya,membuka harga ratusan juta,untuk membeli kontrak wanita itu"

__ADS_1


"ya,dan aku baru saja mendapatkan info bahwa Direktur Devan juga sedang mencari tahu tentang wanita itu"


Sherin sedang merias Elsa,saat mendengar kabar ini,dia dengan jelas merasakan badan Elsa pun tersentak gemetar,dan dia sendiri juga merasa hatinya tidak tenang.


Respon laki-laki ini juga sangat cepat sekali ya?


Tetapi Sherin tahu,mengapa laki-laki itu mencari dirinya.


Daerah Ciput, Ruang kantor Gabriel.


"kamu bilang,wanita itu kemungkinan adalah ibu Simon?" jari jemari Gabriel memegang handphone,karena gelisah menjadi agak gemetaran.


Di telpon sebrang sana,Gary menganggukkan kepala, "benar, ada orang yang melihat Devan pergi mencari Yuta"


Mendengar Gary menyebutkan nama Yuta,wajah Gabriel pun menjadi agak dingin,dia benar-benar tidak terpikir,Direktur Clover ternyata adalah Yuta,orang yang setiap hari memanggilnya kakak ipar, namu jelas-jelas tahu bahwa dia berminat untuk bekerja sama dengan Clover malah sengaja tidak pernah menemuinya.


Tapi sekarang,dia jelas yang harus di perhitungkan oleh dirinya bukan Yuta,melainkan wanita misterius itu.


Gabriel menutup telponnya,kemudian menelpon ke papanya.


"pa,dulu bukannya kamu bilang kalau wanita itu hanyalah seorang wanita biasa? pasti tidak akan membuat ancaman apapun bagiku!"


Ayah Gabriel sedang berada di luar bermain golf dengan rekan kerjanya, mendengar kata-kata Gabriel ini, jelas saja langsung terdiam, melambai-lambaikan tangannm ke temannya,kemudian duduk di kursi di sampingnya "apa maksud kamu?"


"kamu tahu tidak? semalam,wanita itu muncul di acara karpet merah para artis di daerah pelangi,Devan pagi ini sudah pergi untuk mencari tahu tentang dia,dengar-dengar karena dia luar biasa mirip dengan Simon"


Handphone ayah Gabriel merosot ke lantai.


"pa,apa kamu mendengarkan aku?"


Ayah Gabriel menelan ludah,dengan gerakan yang lamban memungut hanphone-nya,kembali meletakkannya di telinga, "kamu kirim foto wanita itu ke wechat papa!"


Meski Gabriel tidak tahu apa tujuan ayahnya melakukan ini, tapi masih juga dengan segera menurutinya.


Ayah Gabriel melihat,foto-foto yang perlahan muncul di handphone itu, raut wajah ayah Gabriel seketika menjadi bengong,dia (wanita)dan orang itu ,terlalu mirip.


Hanya melihat sepintas,hatinya pun sudah bisa memastikan.

__ADS_1


Pada saat itu,wanita itu berjanji padanya,pasti tidak akan membiarkan dia terbongkar, mengapa hari ini?


__ADS_2