Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Pemilik Liamfam Group


__ADS_3

Setelah meninggalkan tempat acara, Clover langsung menelpon Devan dan menceritakan kejadian tadi.


Jadi, pada saat Clover tiba di rumah, Devan yang tidak memiliki ekspresi baik, langsung menariknya, "apakah kamu baik-baik saja?"


Clover mengulurkan tangannya dan memeluk Devan dengan erat. Setelah waktu yang cukup lama, Clover baru bersuara, "Devan......"


Devan mendorong Clover dari pelukannya dan tatapannya menjadi gelap ketika melihat wajah Clover yang di basahi dengan air mata "apakah orang itu telah melukaimu?"


Clover menggelengkan kepalanya dan menyuruh Devan untuk duduk. "Devan, apakah kamu tahu Conan?"


Tangan Devan yang sedang menyeka air mata Clover jelas bergetar ketika dia mendengar nama Conan.


"pemilik Liamfam group. kenapa?"


Pemilik Liamfam group? meski tinggal di desa pun, Clover juga pernah mendengar Liamfam. Liamfam adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur alat kebutuhan sehari-hari.Perusahaan ini adalah pemimpin di bidang ini. Clover sudah mengenal nama ini sejak dia SMP. Semua orang di negera ini rata-rata pasti pernah mendengar nama ini.


Clover memegang dahinya sendiri. "Devan, dia adalah papaku"


Devan yang biasanya tenang pun tentu saja kaget, "kamu.....bukan kah kedua orang tuamu sudah meninggal?"

__ADS_1


Clover mengangkat kepalanya dan melihat Devan dengan senyuman ringan. Pria ini kejam dan pintar, tetapi pria ini memilih percaya kepada Clover tanpa syarat. Sepertinya Dylan hanya sekilas membaca biodata Clover dan tidak mencari tahu dengan dalam. Simon dan Yuta saja bisa tahu semua biodata Clover sebelum 18 tahun itu biodata palsu. apalagi pria ini tidak mungkin tidak tahu.


Tetapi, dia memilih untuk percaya kepada Clover......


Pikir sampai sini, Clover merasa sangat terharu.


"aku membohongi kamu...... Devan, mengapa kamu tidak pernah bertanya kepadaku alasan melahirkan Simon?"


Devan mengelus wajah Clover, "kalau kamu mau bilang, aku akan dengar. Kalau kamu tidak mau bilang, aku hormati pilihan kamu"


Clover menarik lengan Devan dan menyandarkan kepalanya. Kemudian dia mulai menceritakan masalah yang terjadi pada saat dia berumur 18 tahun.


Mungkin karena Clover sudah memiliki Devan, Simon dan Momo di sisinya, Clover sangat tenang ketika menceritakan kembali masalah-masalah itu. Kesedihan yang dia rasakan waktu itu sudah tidak ada.


Setelah menceritakan semua maslah di beberapa tahun ini, Clover mengangkat kepalanya dan melihat mata Devan memerah.


"di masa depan, aku tidak akan membiarkan kamu begitu kesusahan lagi, aku berjanji...." Devan mencium dahi Clover dengan lembut dan juga berjanji.


Setelah itu, Devan menelpon Dylan, "kamu cari tahu tentang kondisi Conan dan beritahu informasinya kepadaku besok!" setelah itu, Devan lanjut berkata, "apakah Ningga group ada investasi beberapa film sutradara bernama Wang itu ? batalkan investasinya sekarang juga!"

__ADS_1


Tidak tahu Dylan menjawab apa, Devan berkata dengan dingin, "tidak perlu berpikir tentang akibatnya"


Setelah itu, dia langsung mematikan telpon.


Malam ini, Devan jarang-jarang diam dan tidak melakukan apa pun. Dia hanya memeluk Clover dan tidur semalaman.


........


Pada saat bangun pagi, Devan sudah tidak ada. Clover mengerutkan keningnya.....


Devan berjalan masuk dari luar dengan memakai kaos polos berwarna putih dan celana berwarna hitam, ada sebuah handuk kecil menggantung di lehernya dan rambutnya di basahi oleh keringat....


Melihat Clover sudah bangun, Devan tersenyum dan langsung mencium dahi Clover.


Clover tidak mencium bau keringat, tetapi dia malah mencium bau pria yang hanya di miliki pria ini.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2