Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Beberapa Lembar Kertas


__ADS_3

...Tiga hari setelah pernikahan Yuta dan Amy......


"Direktur Clover, paket untuk anda" Wuli masuk ke dalam ruangan Clover dan menyerahkan sebuah paket padanya. Clover melihat wajah Wuli dengan tidak mengerti.Masalah terima paket, biasanya dia akan membantu untuk mengurusnya. Tetapi hari ini?


"orang yang mengantar paket bilang harus anda sendiri yang membukanya " melihat ekspresi Clover, Wuli menjelaskan dan meletakkan paketnya di atas meja Clover. Kemudian memberikan Clover sebuah senyuman sebelum dia keluar dari ruangan.


Clover mengerutkan alisnya, lalu membuka paket itu.Paket itu berisi beberapa lembar kertas.....


Clover mengeluarkan kertasnya dan tatapannya menjadi gelap setelah membaca isi kertas, halaman pertama, Ibu : Clover


Anak: Simon


Dan halaman terakhir, 'kemungkinan, hubungan ibu dan anak kandung: 99,9%'


Pada saat yang sama, ponsel Clover dibatas meja tiba-tiba berdering, Clover berusaha menenangkan suasana hatinya, lalu menerima telponnya, "halo..."


"Nona Clover...." suara yang tidak asing, nada yang dingin terdengar sangat hangat. Tetapi saat ini, tangan dan kaki Clover terasa kaku.


"maaf, anda siapa?" Clover berusaha membuat suaranya terdengar tenang.


"aku? ayah anakmu" jawab di sebrang telpon.

__ADS_1


Ayah anakmu? suasana hati Clover yang berat pun seketika menjadi agak lega. sebuah senyuman terbentuk di wajahnya.


"Tuan Devan, saya tidak mengerti apa yang anda katakan?!"


"keluar lah dan belok kanan.Aku tunggu kamu di kafe situ!" Clover belum sempat menjawab dan telpon sudah di matikan.


Pada saat Clover tiba di sana, Dylan berdiri di depan pintu. Dylan menatapnya dengan aneh,tetapi pada akhirnya membawa Clover masuk ke dalam kafe itu. Devan sedang duduk di kursi menunggunya, jarang-jarang dia memakai celana traning dan baju olah raga yang berwarna abu-abu. Hari ini,penampilannya terlihat lebih muda dan keren. waktu empat tahun tidak membuat dia menua, hanya terlihat lebih dewasa.


"Nona Clover selalu bersikap begitu RAMAH kepada semua pria?" Devan berkata dan menekankan kata 'ramah', wajah Clover menjadi merah. Dia juga merasa sedikit frustasi. Karena pekerjaannya, beberapa tahun ini Clover sering bertemu banyak pria tampan.Tetapi hanya pria di depannya ini yang membuat Clover tidak bisa berpaling tatapan darinya.


"siapa yang tidak suka melihat orang dan sesuatu yang enak di lihat..." Clover berkata seperti itu secara refleks...


Mendengar kata-kata itu, raut wajah Devan langsung berubah seketika.Dia duduk dengan tegak dan menatap Clover dengan tatapan aneh.


Clover tentu merasa kaget, seperti ada sesuatu yang jatuh di dalam hatinya. Sepertinya dia pernah berkata seperti ini kepada Devan. Clover menundukkan kepalanya, lalu mencicipi teh di atas meja yang telah di sediakan. Clover merasa Devan sedikit aneh hari ini.


"wanita itu bernama Sherin...." Devan juga mencicipi teh dan berkata dengan wajah santai.


Tangan Clover yang sedang memegang cangkir teh pun bergetar sehingga tehnya juga tumpah ke tangannya. Di tambah tehnya yang terasa panas sehingga Clover secara refleks bersuara, "aw...."


"apakah kamu baik-baik saja?" Devan yang berada di depannya pun langsung berdiri dan mengambil handuk yang terletak di samping meja dan membungkus tangan Clover.

__ADS_1


"aku...aku baik-baik saja" melihat reaksi Devan, Clover tidak berani berbicara lagi. Jelas, reaksi Devan ini bukan seperti reaksi terhadap Clover melainkan reaksi terhadap Sherin....


.


.


Bersambung....


.


.


Part selanjutnya masih dalam proses mengetik🗣️👇


.


Jangan lupa tekan like, dan ngetik beberapa kalimat di kolom komentar ya....


Biar Mpu tambah semangat nulisnya, 🤗


Terima kasih

__ADS_1


Love you all....


__ADS_2