
"Millie.. sini" Millie yang sedang lewat berlari kecil menghampiri guru wanita yang memanggilnya
"Apa bu? "
"Tolong ambilin mangga dong buat Ibu, ibu lagi ngidam nih tapi mangganya tinggi tinggi" Guru itu menatap ke atas mangga mangga yang masih hijau
"Astoge.. ibu saya perempuan gimana caranya saya naik? " Millie menolak permintaan gurunya
"Masa manjat dinding buat kabur bisa manjat ginian gak bisa? ayolah Millie ibu ngidamnya pengen di ambilin sama kamu"
"Ahh.. ibu ngerepotin aja, saya kan gak ikutan bikin bu" celetuk Millie
"Millie.. kamu ya kalo ngomong sama guru gak ada sopan sopannya" gerutu sang guru
"Abisnya ibu maksa banget, nanti saya panggilin pak anto deh" Millie hendak memanggil penjaga sekolah
"Gak mau Millie.. ibu maunya kamu yang ambil, kamu cantik Millie ayolah nanti anak ibu biar mirip kamu wajahnya tapi kelakuannya jangan"
"Guru laknat" batin Millie matanya mendelik
"Kalo mau mirip saya bibitnya minta papa saya aja bu, di jamin bibit unggul" Lagi lagi Millie membuat gurunya istighfar ratusan kali
"Kamu bener bener deh, tapi kalo papa kamu mau ibu juga pengen" gurunya senyum senyum sendiri
"Tapi papa saya pasti gak mau, ibu gak secantik mama saya" seketika senyuman itu pudar setelah mendengar kata kata Millie
"Pengen banget ibu nabok kepala kamu" gerutu sang guru
"Cepet naik mil, ambil satu aja tuh pake tangga"
"Ibu.. ibu.. ibu yang mantap mantap sayang susah" Millie menggerutu sambil naik anak tangga satu persatu
"Millie ibu ambil bumbu rujak dulu ya" Guru itu pergi begitu saja
Millie memetik buah mangga nya dan menjatuhkannya ke bawah tanpa melihat keadaan di sekitar, mangga jatuh hampir saja mengenai kepala Rafael
Rafael mendongak ternyata Millie sedang memanjat diatas pohon, Rafael yang kesal menggoyangkan tangga membuat Millie tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya
"Pak.. bapak.. jangan saya jatuh nanti" pekik Millie
"Kamu sengaja ya? mangga nya hampir jatuh di kepala saya"
"Kan hampir pak belum terjadi, pak saya mau turun" teriak Millie
Tangga tersebut terbuat dari bambu dan akhirnya patah membuat Millie terjatuh, Rafael menangkap tubuh Millie tapi malah mereka berdua jatuh
Rafael jatuh di atas Millie dengan tangannya berada di belakang kepala Millie untuk melindungi kepalanya, Guru wanita tersebut melihat dari kejauhan dan panik saat melihat Millie akan jatuh
"Millie.. kamu gak apa apa? " Rafael segera berdiri saat guru itu datang
"Gak apa apa gimana? sakit nih bu, gara gara ibu saya jadi jatoh'' gerutu Millie menepuk roknya yang kotor
" Untung ada pak Rafael jadi Millie gak apa apa" ucap gurunya
"Untung.. untung apaan, bapak yang bikin saya jatuh"
__ADS_1
"Kamu hampir nimpuk kepala saya pake mangga" Sergah Rafael
"Kan hampir gak kena juga, nyesel saya kenapa gak timpuk bapak sampe pingsan" ucap Millie
"Aduh.. pak maaf ini anak memang mulutnya agak agak kelebihan bensin jadi bawaannya ngegas mulu" guru wanita menengahi Millie dan Rafael
"Kamu mau saya hukum? "
"Enggak " Millie menjulurkan lidahnya pada Rafael sambil berlari
"Ampun.. maaf Pak, saya aja guru lama ngadepin dia harus banyak banyak nyebut" ucap guru wanita itu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"El.. tunggu" Dirga mengejar Ellia
"Kenapa kak? "
"Millie kemaren pulang jam berapa? dia gak apa apa kan? " tanya Dirga
"Dia pulang lebih dulu, dia baik baik aja kok" Jawab Ellia
"Syukur deh.. "
"Duluan ya kak aku masih ada kelas" Ellia tidak seramah biasanya
"El.. nanti makan siang aku ajak kamu makan ya" Ellia hanya mengangguk lalu pergi
"Ellia kenapa gak biasanya dia cuek gitu" Gumam Dirga
"Kakak telat jemputnya, kalo mau pulang naek taksi aja "
"Jangan keluyuran langsung pulang, awas aja lo kalo ikut temen temen badung lo itu"
"Udah dulu gue masih ada kelas, hati hati nanti pulang"
"Lo ngomong ama siapa? " pertanyaan Dirga membuat Ello terkejut
"Lo ngagetin aja.. itu Millie, gue telat jemput nanti"
"Gimana kalo gue aja yang jemput? " Dirga menawarkan diri
"Kalo lo mau ya silahkan.. tapi kalo gak jadi nanti kasih tau gue, kasihan kalo dia nungguin di sekolah"
"Oke sip.. tenang aja nanti gue jemput kok"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo gak tau aja gue di teror dua kali"
"Sama siapa? " tanya Abra panik
"Itu dia gue gak tau, gue hampir mati jatuh dari tangga terus yang pertama gue di cekik orang di toilet"
"Lo udah bilang sama bokap? atau kakak lo? " tanya Jason
__ADS_1
''Gue gak berani bilang, mereka pasti ngekang kalo gue cerita"
"Ini udah gawat mil, cuma lo yang di teror" ucap Abra
"Gue hampir mati dua kali, gak tau deh kalo ke tiga kalinya bakal gimana" lirih Millie
"Lo harus mulai hati hati dari sekarang, kita akan pantau siapa yang gerak geriknya mencurigakan " ucap Jason
"Dah lah.. gue mau nungguin kakak gue di depan" Millie mengambil tasnya dan bersama teman temannya berjalan keluar
Millie sedang menunggu di depan gerbang yang panas terkena sinar matahari dia menghalangi keningnya dengan tangan, tiba tiba sebuah bayangan menghalangi Millie dari teriknya matahari
"Ngapain kamu berdiri disini?" tanya si pemilik bayangan
"Nunggu jemputan.. bapak sendiri ngapain berdiri di sini kan punya mobil? "
"Saya mau nawarin kamu tumpangan, dari pada kamu berdiri disini" Ucap Rafael
Dari kejauhan Dirga melihat Millie dengan Rafael di depan gerbang, dia menghentikan mobilnya tepat di hadapan Millie
"Millie... Ello nyuruh gue jemput" ucap Dirga
"Pak saya duluan ya.. itu temen saya udah jemput"
"Ya.. hati hati" Ucap Rafael lalu kembali masuk ke dalam
"Itu guru yang nganterin kamu semalam? " tanya Dirga
"Iya.. semalem kebetulan dia ada di restauran yang sama" jawab Millie
"Kayaknya dia suka sama kamu"
"Gak juga.. dia guru yang nyebelin, suka nyari nyari kesalahan gue mulu" Jawab Millie
"Mungkin itu salah satu cara dia biar dia bisa deketin kamu"
"Tau deh.. gak mikir ke situ gue" ucap Millie
"Lo suka sama dia? " tanya Dirga
"Enggak.. gue gak pernah suka sama cowok mana pun" Jawab Millie
"Syukur deh"
"Kenapa syukur? " Tanya Millie seraya menatap Dirga
"Ya.. ya.. syukur aja, gue liat kayaknya guru itu bukan orang baik"
" Don't judge book by its cover" ucap Millie seraya menoleh pada Dirga
"Jadi menurut kamu dia baik? dia gendong kamu di tempat umum bukan berarti dia gak bisa lakuin hal lebih kalo cuma berdua aja kan? "
"Kak Dirga apaan sih? kok jadi berprasangka buruk sama orang? aneh" ucap Millie
"Kamu cuma harus lebih waspada sama orang, gimana kalo dia punya pikiran jahat sama kamu? "
__ADS_1
"Dah lah.. males dengerin ocehan kak Dirga" Millie memilih bersandar di kursi dan memejamkan matanya, dia enggan kembali berdebat dengan Dirga gara gara hal hal sepele