Youth Love

Youth Love
eps 198


__ADS_3

"Malu banget... Anjani pasti mikir gue perempuan gak bener" gerutu Millie sambil berjalan cepat untuk meninggalkan tempat itu


Buugh


Seseorang menabrak Millie hingga membuatnya mundur beberapa langkah


"Lo gak apa apa? sorry"


"Gak apa apa, gue juga minta maaf" ucap Millie


"Millie tunggu" Rafael menahan Millie


"Loh.. Raf Lo kenal?" tanya pria yang menabrak Millie


"Dia tunangan gue" jawab Rafael


"Bukannya kata Anjani Lo berdua Deket?"


"Enggak gue sama dia cuma punya kerjasama bisnis aja, gue udah punya tunangan" pria tersebut hanya mengangguk anggukan kepalanya


"Kenalin ini Rio temen aku"


"Millie" Millie mengulurkan tangannya dan di balas jabat tangan oleh Rio


"Udah jangan lama lama" Rafael menarik tangan Millie dan merangkulnya posesif


"Cih... dasar pelit" Rio mencebikkan bibirnya


"Rafael tunggu..." Anjani menyusul mereka


"Kita makan siang dulu lah, gue udah laper" ucap Rafael


Rafael berjalan lebih dulu bersama Millie sementara Anjani hendak menyusul mereka namun Rio menahannya


"Lo bilang Deket sama Rafael ternyata dia udah punya tunangan" ucap Rio


"Apasih? cuma tunangan doang bisa putus juga" jawab Anjani


"Jangan bikin malu gue di hadapan Rafael, dia temen baik gue"


"Bikin malu apa coba?" ketus Anjani


"Lo sepupu gue, kalo Lo bersikap seperti cewek kegatelan keluarga kita yang malu.. jaga harga diri Lo" ucap Rio lalu pergi meninggalkan Anjani


"Cih.. Masih mending gue dari pada tunangannya, mau di apa-apain di tempat umum" ucap Anjani


Anjani sudah bergabung di cafe bersama Rafael dan yang lainnya, Millie masih menunjukkan kekesalannya pada Rafael


Saat makan Rafael tampaknya tidak tenang dia terus bergeser dari duduknya, Millie melirik Rafael namun tak bertanya kenapa suaminya itu merubah-ubah posisi duduknya


Millie menjatuhkan sendoknya dan membungkuk untuk mengambilnya, dia melihat kaki Anjani menggesek kaki Rafael pantas saja suaminya tidak bisa diam


Mungkin Rafael merasa risih namun tidak enak jika menegur Anjani di hadapan sepupunya yang tidak lain adalah teman dekatnya


Millie melihat sebuah korek menyembul di saku Rafael dan mengambilnya, dia membakar sendok miliknya lalu menempelkan sendok panas tersebut pada kaki Anjani


Anjani melompat kepanasan kakinya terasa terbakar, Millie kembali ke posisi duduknya sementara dua orang menatap Anjani dengan aneh


"Lo kenapa?" tanya Rio

__ADS_1


"Ada yang bakar kaki gue" jawab Anjani


Rafael melirik Millie yang menunduk sambil tersenyum puas, sekarang dia tahu itu adalah perbuatan istrinya


Rafael mencolek Millie dari bawah meja meminta koreknya di kembalikan


"Mungkin itu semut" ucap Rafael


"Enggak.. ini panas, liat ini sampai merah" Anjani memperlihatkan kakinya


"Mungkin itu peringatan dari malaikat karena roknya kependekan" celetuk Millie


"Ini pasti ulah lo kan?" Anjani marah menunjuk Millie


"Kok nuduh aku? emangnya aku bakar pake apa? " ucap Millie dengan wajah memelas


"Anjani stop.. jangan bikin malu" ucap Rio


"Maaf ya.. Anjani udah nuduh Lo sembarangan " ucap Rio merasa tidak enak melihat wajah Millie bersedih


"Gak apa apa.. gue sebaiknya bawa pulang Millie dulu, nanti kalo ada waktu kabar kabarin lagi" ucap Rafael


Millie dan Rafael akhirnya pergi meninggalkan Rio dan Anjani, Anjani di marahi habis habisan karena menuduh Millie sembarangan


"Kamu kenapa ngelakuin itu? aku gak enak sama Rio"


"Kalo mau enak pakein bumbu aja" jawab Millie sambil naik ke motornya


"Mau kemana? kamu ikut aku" Rafael menarik helm Millie yang hendak digunakannya


"Enggak mau... aku bawa motor sendiri"


"Masuk" Rafael memukul b*k*Ng Millie yang tidak mau bergeser masuk ke dalam mobil


"Aku mau pulang sendiri, kenapa sih maksa maksa?" teriak Millie


"Gak.. kamu gak boleh keluar tanpa seizin aku"


"Jadi kamu bisa bebas ketemu Anjani di luar, gitu? kamu hari ini janjian sama dia, chattingan sampe malem senyum-senyum sendiri kayak orang gila, sementara aku keluar aja gak boleh?" Millie bicara berteriak membuat Rafael menutup telinganya


"Siapa yang janjian sama Anjani? Aku juga gak chatting sama dia, aku chatting sama Rio justru kamu yang keterlaluan janjian sama cowok pake acara rangkul rangkulan"


"Apa buktinya kalo kamu gak chatting sama Anjani?" Rafael mengambil handphonenya dan menyerahkannya pada Millie


"Baca aja sendiri" ucap Rafael


"Hp pake password segala" gerutu Millie


"Passwordnya tanggal pertama kita ketemu, di sekolah waktu aku jadi guru gantiin kak Andin " Millie merasa terkejut, dia saja lupa kapan pertama kali bertemu Rafael


"Pasti kamu gak inget, kan?" Millie pura pura tidak mendengar dan membaca pesan pesan dari Rio


"Sekarang kamu mau alasan apa lagi? kamu yang janjian sama cowok "


"Aku gak kenal sama mereka, aku minta tolong biar mereka pura-pura jadi temen aku" ucap Millie membuat Rafael melongo


"Tapi kamu mau di rangkul sama orang yang gak kenal?" tanya Rafael


"Aku terpaksa karena... karena..." ucapan Millie terhenti

__ADS_1


"Kalo gue bilang cemburu, gengsi dong gue" batin Millie


"Karena kamu cemburu?" tebak Rafael


"Jangan sok kegantengan.. siapa yang cemburu?" ketus Millie


"Beneran gak cemburu? terus kenapa kamu bakar kaki Anjani?"


"Anggap aja azab pake baju kurang bahan" jawab Millie


"Kamu juga semalem pake baju kurang bahan, mau aku bakar?" bisik Rafael semakin mendekatkan wajahnya


"Apa sih? katanya mau pulang, jalan sekarang " ucap Millie sambil memalingkan wajahnya yang memerah


"Mau aku bakar pake api yang lain gak?" goda Rafael


"Diem.. udah jalan " ucap Millie tanpa berbalik


Rafael meraih dagu Millie dan mengecup bibinya bertubi-tubi, tatapan mata mereka bertemu dan saling mengunci


Rafael tersenyum memeluk Millie, awalnya tangan Millie tergantung dan akhirnya dia membalas pelukan Rafael


"Maafin aku ya.. harusnya malem itu aku gak biarin kamu pulang sendiri, maaf udah nuduh kamu yang bukan bukan, kamu tau aku gak bisa tahan emosi kalo menyangkut apapun tentang kamu"


"Aku juga salah gak dengerin dulu penjelasan kamu waktu makan malam itu" lanjut Rafael


"Udahlah.. udah lewat juga" jawab Millie


"Jadi kamu gak minta pisah lagi kan?" Rafael melepaskan pelukannya menatap Millie


"Masih, aku gak berubah pikiran " Rafael menghela nafas menjauhkan tubuhnya dari Millie


"Aku gak bisa.. aku gak akan lepasin kamu sampai kapanpun "


"Tapi apa gunanya? kamu gak percaya sama aku, kamu selalu nuduh aku yang bukan bukan seolah aku cewek yang dengan mudahnya menyerahkan diri aku buat orang lain, kamu juga lebih percaya sama cewek lain" ucap Millie


"Aku janji akan percaya sepenuhnya sama kamu, please jangan minta pisah" Rafael memohon


"Aku gak mau kalo cuma janji, dari dulu kamu selalu gitu, minta maaf terus janji lagi tapi tetep aja sama"


" Aku akan buktiin sama kamu, kalo kamu gak kasih aku kesempatan gimana aku buktiinnya?" Millie mencebikkan bibirnya


"Percaya sama aku kali ini aku beneran berubah"


"Iya.. iya.. aku kasih kesempatan sekali lagi, ini yang terakhir" ucap Millie


Rafael kembali memeluk Millie erat juga mengecup wajahnya berkali-kali


"Udah..." Millie mendorong tubuh Rafael


"Kita pulang, pake lagi baju semalem ya" ucap Rafael


"Enggak mau"


"Pake lagi lah.. atau aku beliin yang baru, yang banyak talinya"


"Iihh.. diem berisik"


"Atau kamu beli yang jaring?"

__ADS_1


"Rafael udah" Millie merengek ketika Rafael terus menggodanya


__ADS_2