Youth Love

Youth Love
eps 48


__ADS_3

"Gak usah jemput gue pulang duluan, mau beli sesuatu dulu" Millie mengirim pesan pada Ello


Sebenarnya Millie pergi ke makam Abra lalu setelah itu dia pergi jalan jalan sendiri, Millie mendatangi tempat biasa mereka jajan saat pulang sekolah


"Tinggal Jason, Rian sama Roy, gue kangen banget sama lo Abra sialan, lo lemah banget sampe ninggalin gue" Millie Bergumam sendiri sambil berjalan di pinggir jalan


Millie tidak memesan taksi atau naik angkutan umum lainnya dia lebih memilih berjalan kaki mengenang kebersamaannya dengan keempat sahabatnya, saat lampu merah Millie melihat Rafael bersama dua temannya


Sepertinya mereka juga melihat Millie membuatnya menarik satu sudut bibirnya tersenyum smirk, Millie mengacungkan jari tengahnya pada mereka lalu kembali berjalan


"Sialan tuh cewek" Kedua temannya hendak mengejar namun Rafael menahan dada keduanya dengan tangan


"Apa sih bang? lo gak liat dia ngerendahin kita? "


"Jangan terpancing" ucap Rafael


"Bener kata mereka bang, lo udah beda gak kayak dulu lagi, dimana semangat lo dulu bang? dulu lo gak pernah pandang bulu mau itu perempuan atau laki-laki, tapi sama dia lo jadi lemah" Rafael hanya diam


"Kita gak perlu dengerin lo lagi bang, asal lo tau anak anak udah ngerencanain buat ganti reader, awalnya gue gak mau tapi kayaknya kita emang udah gak sejalan lagi"


"Kejar dia" ucap temannya


"Sial" Rafael mengejar keduanya yang sedang mengincar Millie


Millie berhasil mereka cegat namun tidak ada wajah takut sedikitpun di wajah cantiknya, Millie masih berdiri seolah tidak terjadi apapun


"Mau? " Millie menawarkan boba yang sedang dia minum, salah satu dari mereka menepis tangan Millie hingga boba nya jatuh


"Yah tumpah... jahat banget sih kalian" Ucap Millie dengan bibir mengerucut


"Pantes bang Rafael jadi bego gara gara cewek ini, dia manis banget" batinnya


"Manis tapi mematikan" batin yang satunya lagi


"Kalian ngapain bengong? kalo gak ada apa apa lagi gue pulang ya" Millie mengambil gelas plastik bekas boba dan membuangnya ke tempat sampah sebelum pergi


Mereka menahan tangan Millie bersamaan dan menariknya, Millie melawan hingga keduanya jatuh terhuyung ke belakang


"Jangan pegang pegang nanti papa marah" ucap Millie seraya mengelap kedua tangan yang sempat di pegang mereka


Keduanya tersulut emosi dan menyerang Millie dengan brutal, Millie mampu menghindar dan membalas pukulan keduanya dengan lincah dan cepat


Ketika Millie terkecoh satu orang hendak memukulnya dari belakang namun sebuah tangan menahan pukulan itu, Millie berbalik menatap orang tersebut


"Gue udah peringatkan, sekarang pergi atau gue yang akan bikin perhitungan" ucap Rafael


"Awas lo" ancam mereka namun hanya di tanggapi Millie dengan mencebikkan bibirnya


"Kalian sekongkol kan? nyerang gue terus pura-pura nolongin biar gue percaya dan lo kembali jebak gue dalam permainan gila lo, gue gak akan percaya lagi tapi... thanks buat barusan, bye.. " Millie pergi meninggalkan Rafael yang mematung sendirian


"Gue emang pantes gak di percaya" gumam Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa muka lo? kayaknya bete banget? " Tanya Arumi

__ADS_1


"Kesel gue sama bang Rafael, gue hampir pukul kepala cewek itu pake kayu malah dia halangin"


"Cewek siapa? " Tanya Sony


" Millie.. siapa lagi? "


"Gue juga semalem ke rumahnya dan kakaknya bilang Millie semalem dinner sama bang Rafael sama tante juga" ucap Arumi


"Makin jelas kan? bang Rafael itu emang udah suka sama cewek itu, lama lama dia lupain dendam kita" Sony masih tetap memprovokasi teman-teman satu gengnya


"Gue udah bilang, gimana kalo posisi leader di ganti aja, bang Rafael udah gak sejalan sama kita.. dia udah bucin sama cewek itu" ucap Beno


"Siapa yang gantiin jadi leader? bang William masuk rumah sakit" tanya temannya yang lain


"Gimana kalo Sony yang gantiin? " ucap Beno


"Kenapa harus Sony? " Tanya Arumi


"Enggak lah.. gue gak pantes" Sony merendahkan dirinya sendiri


"Gak pantes gimana? lo juga jago bela diri, lo lebih dari pantas jadi leader baru kita lagian bang Rafael juga lagi di rumah sakit" Sergah Beno


"Harus atas persetujuan semua orang, kita gak bisa nentuin tanpa persetujuan mereka" ucap Arumi


"Jangan sampe bang Rafael tau ini, gue gak enak sama dia tapi anak anak mulai nunjuk gue jadi pengganti bang Rafael setelah dia pacaran sama Millie"


"Suka suka kalian aja" ucap Arumi lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa? " Ello berbalik


"Mobil gue kempes ban nya, bisa minta tolong gak? "


"Apaan? " Tanya Ello


"Tolong bantu ganti ban nya"


"Pak... sini" Ello memanggil satpam yang berjaga di depan kampus


"Ada apa den? "


"Ini katanya minta ganti ban, tolong di bantu ya saya buru buru.. ini buat bapak" Ello memberikan uang seratus ribu lalu masuk ke dalam mobilnya


"Mana non mobilnya? " Tanya satpam


"Gak ada, bikin kesel deh" Irene pergi begitu saja dengan wajah masam


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Papa.... mana? " Millie berlari menghampiri Max yang baru saja pulang dari kantor


"Nih... papa gak bakalan lupa pesanan Millie" Max memberikan kantong plastik pada Millie


"Itu apa pa? buat aku mana? " Ellia menadahkan tangannya

__ADS_1


"Minta sama Millie aja, kirain kamu gak mau" ucap Max


"Emang itu apa? " Tanya Ellia


"Ceker mercon, mau? " Millie mengulurkan plastiknya


"Emmhh.. gak deh, Millie abisin aja" Ellia bergidik ketika mendengar Millie hendak memakan ceker ayam


"Ya udah kalo gak mau, padahal ini enak loh"


"Millie kebayang gak sih? kaki ayamnya injek kotoran jalan jalan ke tempat yang kotor" Ellia sengaja membuat Millie jijik


"Kan di bersihin kak kalo baru nyemplung di makan pasti jijik" jawab Millie


"Millie jorok"


"Ini enak, cobain aja kalo gak percaya" Ucap Millie sambil memakan ceker nya


"Enggak ah.. kakak mending pergi ke minimarket aja"


"Kak nitip yogurt sama ice cream ya" teriak Millie ketika Ellia beranjak pergi


"Ada lagi gak? " Ellia bertanya seraya berbalik


"Yogurt 2, icecream 3, cemilan coklatnya sekalian"


"Banyak amat" Ellia mengeluh dengan pesanan Millie


"Ayolah.. jangan pelit, ya kak" teriak Millie setelah Ellia menghilang di balik pintu


Millie makan ceker sambil menonton televisi dan tertawa sendiri ketika menonton film kartun, pintu rumahnya di ketuk beberapa kali oleh seseorang dari luar


"Apa kak Ellia? masa ketok pintu? " gumam Millie


"Bi... bibi bukain pintunya" teriak Millie ketika dirinya malas melakukan apapun dan hanya bersandar di bawah sofa sambil makan ceker merconnya


Millie tertawa ketika melihat adegan lucu dengan mulut dan pipi belepotan, suara seseorang membuatnya menoleh ke asal suara


"Ehemmm.. " Suara bariton itu membuat Millie menoleh


Millie membulatkan matanya saat Rafael berdiri bersama Mami nya, Millie membereskan bekas makanannya yang berantakan lalu berlari menuju dapur untuk mencuci tangan dan wajahnya


Saat dia kembali mami Rafael sedang mengobrol bersama Allea sementara Rafael sedang berbincang dengan Max, Millie malu sekali Mami Rafael melihat dirinya yang berantakan


"Sini sayang" Mami Rafael memanggil Millie


"Mami sengaja kesini? " Tanya Millie


"Enggak.. kebetulan mami lewat, Rafael sebenarnya larang mami kesini tapi mami maksa mau bertamu ke rumah kamu, mami gak ganggu kan? "


"Enggak kok.. Millie malu aja ketemu mami lagi berantakan" jawab Millie


"Kenapa harus malu? dalam keadaan apapun Millie selalu cantik, gak heran anak anaknya cantik dan tampan karena mama dan papanya juga perfect" ucap mami Rafael membuat Allea tersipu


"Jeng ini bisa saja, memangnya ketampanan Rafael ini menurun dari mana kalau bukan dari mami dan papinya kan? " mami Rafael terkekeh mendengar pujian Allea

__ADS_1


__ADS_2